Sedikit mengenal jenis Air Conditioner (AC)

MIZUI WATER HEATER WITH AIR CONDITIONER Teknologi Baru…


Mizui WATER HEATER
WITH CONDITIONEE

Teknologi Baru dari JEPANG
Dalam pengoperasiannya Gratis seumur hidup, karena tidak menggunakan energi listrik, matahari, gas/LPJ. Tetapi memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari kondesor mesin outdoor AC
Membuat mesin outdoor AC jadi lebih awet dan biaya listrik menjadi lebih ringan, karena cara kerjanya hampir sama dengan cara kerja radiator mobil, sehingga mesin AC menjadi lebih ringan kerjanya karena pendingin ada 2 yaitu : kipas dan air yang ada didalam tabung heater Cara kerja MIZUI Water Heater
* Cukup menggunakan AC split minimal ½ PK dalam pengoperasiannya
* Cukup menyalakan AC minimal ½ jam air dalam tabung heater MIZUI sudah terasa hangat, akan tetapi jika menyalakan AC 4 s/d 5 jam maka air dalam tabung MIZUI bisa bersuhu 70 °celcius, bisa bertahan 2 hari tanpa menyalakan AC lagi
Tabung heater MIZUI terbuat dari bahan-bahan anti konslet karena tabung heater MIZUI tidak dialiri listrik. Tidak mengalami kebakaran & amp; meledak karena MIZUI tidak menggunakan energi GAS & amp; LPJ. Tabung heater MIZUI terbuat dari bahan-bahan tahan karat sehingga awet
MIZUI dapat merancang pemanas air yang berkapasitas 5000 liter dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh mesin AC Central & amp; Cool Storage
MIZUI dapat merancang pemandian air panas seperti pemandian air panas alam dipengunungan dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh mesin AC Central

Dengan kelebihan-kelebihan diatas maka pemanas air / heater MIZUI cocok digunakan untuk :

* Rumah Tinggal
* Apartermen
* Losmen
* Rumah Sakit
* Motel
* Hotel dll

Segera hadirkan heater MIZUI di lingkungan anda, nikmati sejuknya hawa AC anda & bonus air panas yang diambil dari pemanfaatan energi panas dari mesin outdoor AC tanpa perlu kena beban biaya apapun / GRATIS selain beban listrik pemakaian AC anda.

Segera ganti pemanas air lama anda dengan pemanas air AC / heater MIZUI dimana bisa menghilangkan rasa takut anda terhadap :

biaya tinggi yang diakibat pengoperasian pemanas air / heater dengan cara konvensional yaitu : menggunakan energi Listrik, Gas/LPJ & Matahari
bahaya kebakaran akibat dari konsleting listrik / kebocoran gas atau LPJ
cuaca mendung sehingga pemanas matahari akan memakai energi cadangan yaitu : energi listrik

Type & Kapasitas heater MIZUI :

Kapasita 50 liter
Kapasitas 75 liter
Kapasitas 100 liter dengan system single
Kapasitas 100 liter dengan system double head exchanger
Kapasitas sesuai permintaan konsumen

Bahan heater MIZUI :

Stainlesteel 304 tebal 1,2 mm
Lapisan luar Galvalum
Lapisan tengah Chor penahan panas tebal 4 cm

Untuk Pemesanan dan Pemasangan Hub:
Sofyan
081219722072
Garansi 3th

*Service AC Chiller *0812 19722072


Pengertian Chiller ,

CHILLED WATER dan WATER COOLING

Untuk mengkondisikan udara gedung-gedung besar AC biasa mungkin sudah tidak efisien lagi. Dapat dibayangkan jika menggunakan AC biasa  sangat banyak refrigerant yang harus digunakan. Begitu pula dengan kerja kompresornya. Oleh karena itu sering kali sistem yang digunakan adalah sistem Chiller.

Chilled Water

Untuk mendinginkan udara dalam gedung, chiller tidak langsung mendinginkan udara melainkan mendinginkan fluida lain (biasanya air) terlebih dahulu. Setelah air tersebut dingin kemudian air dialirkan melaui AHU (Air Handling Unit). Di sinilah terjadi

Pengertian Chiller
Mempelajari apa itu pengertian chiller membuat kita harus mengenal lebih jauh seputar sistem pendingin udara dengan tujuan untuk bermacam keperluan. Chiller adalah mesin refrigerasi yang memiliki fungsi utama mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ). Pada sistem pendinginan ini dikenal beberapa jenis chiller berdasarkan kompressor dan kondensornya. Lebih jauh mengenai apa dan bagaimana sistem tersebut bekerja mari kita lanjutkan pada pembahasa cara kerja chiller pada sistem pendingin.

Cara Kerja Chiller
Membahas lebih lanjut tentang cara kerja chliller mari kita lihat pada uraian berikut. Penarikan panas atau kalor dimulai pada evaporator. Heat Exchanger disini adalah sebuah pipa yang ada pipa lain didalamnya, berfungsi untuk mengalirkan air pada pipa besar sedangkan pip didalamnya berfungsi mengalirkan udara atau refrigeran. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah:

2016-06-01_02h23_56

Pada bagian Heat Exchanger seperti diatas berlangsung proses pertukaran kalor antara refrigeran yang dengan air. Kalor dari air ditarik ke refrigeran sehingga setelah melewati Heat exchanger menyebabkan air didalamnya menjadi semakin dingin.
Air yang sudah menjadi dingin tersebut lalu diteruskan mengalir ke AHU (Air Handling Unit) yang berfungsi untuk menjadikan udara menjadi dingin. AHU terdiri dari Heat exchanger yaitu pipa dengan kisi-kisi yang mempunyai fungsi utama mendinginkan air dan udara dengan proses pertukaran antara kedua komponen tersebut sehingga menghasilkan suhu tertentu sesuai yang di inginkan.
Air yang dalam kondisi dingin ini akan melewati AHU kemudian suhunya akan naik karena pertukaran kalor dari udara, kemudian air tersebut diteruskan kembali ke chiller untuk di dinginkan lagi. Begitulah seterusnya cara kerja chiller ini berulang-ulang sehingga dapat membantu mendinginkan udara misalnya pada sistem pendingin ruangan atau Air Conditioner.

Chiller dapat dibuat dengan prinsip siklus refrigerasi kompresi uap atau sistem absorbsi. Dalam tulisan ini yang dibahas adalah chiller yang menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap. Sistem refrigerasi yang digunakan dalam chiller tidak jauh berbeda dengan AC biasa, namun perbedaannya adalah pertukaran kalor pada sistem chiller tidak langsung mendinginkan udara.

Pada evaporator terjadi penarikan kalor. Heat Exchanger disini mungkin berupa pipa yang didalamnya terdapat pipa. Di pipa yang lebih besar mengalir air sedangkan pipa yang lebih kecil mengalir refrigeran (bagian evaporator siklus refrigerasi). Untuk lebih jelasnya dapat

Di Heat Exchanger tersebut terjadi pertukaran kalor antara refrigeran yang dengan air. Kalor dari air ditarik ke refrigeran sehingga setelah melewati Heat exchanger air menjadi lebih dingin. Air dingin ini kemudian dialirkan ke AHU (Air Handling Unit) untuk mendinginkan udara. AHU  terdiri dari Heat exchanger yang berupa pipa dengan kisi-kisidi mana terjadi pertukaran kalor antara air dingin dengan udara.

Air dingin yang telah melewati AHU suhunya menjadi naik karena mendapatkan kalor dari udara. Setelah melewati AHU air akan mengalir kembali ke Chiller (Bagian Evaporator) untuk didinginkan kembali.

Cooling Water

Seperti dijelaskan sebelumnya dalam chiller juga terdapat perangkat refrigerasi yang sistemnya terdapat bagian yang menarik kalor dan membuang kalor. Dalam hal pembuangan kalor sering kali chiller menggunakan perantara air untuk media pembuangan

Hampir sama dengan Chilled water, pertukaran kalor chiller pada kondensernya juga melalui perantara air. Air dialirkan melalui kondenser. Kondenser ini juga merupakan Heat exchanger berupa pipa yang didalamnya terdapat pipa. Pipa yang lebih besar untuk aliran air dan pipa yang lebih kecil untuk aliran refrigeran. Di Heat exchanger ini terjadi pertukaran kalor dimana kalor yang dibuang kondenser diambil oleh air. Akibatnya air yang telah melewati kondenser akan menjadi lebih hangat. Kemudian air ini dialirkan ke cooling tower untuk didinginkan dengan udara luar. Setelah air ini menjadi lebih dingin, kemudian alirkan kembali ke kondenser untuk mengambil kalor yang dibuang kondenser.

Jadi di dalam sistem Chiller yang dijelaskan diatas dapat dijadikan satu kesatuan sistem yang terdiri dari tiga buah siklus, yaitu: siklus refrigerasi (Chiller), Siklus Chilled Water, dan siklus Cooling Water

Kompresor Piston (Reciprocating compressor)

1) Kompresor piston kerja tunggal

Kopresor piston kerja tunggal adalah kompresor yang memanfaatkan perpindahan piston, kompresor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan.

2) Kompresor piston kerja ganda
Kompresor piston kerja ganda beroperasi sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda, silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisinya. Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

Kompresor diafragma adalah jenis klasik dari kompresor piston, dan mempunyai kesamaan dengan kompresor piston, hanya yang membedakan adalah, jika pada kompresor piston menggunakan piston untuk memampatkan udara, pada kompresor diafragma menggunakan membran fleksible atau difragma.

  • Kompresor Kisar (Rotary compressor)

1) Kompresor screw (Rotary screw compressor)
Kompresor screw merupakan jenis kompresor dengan mekanisme putar perpindahan positif, yang umumnya

digunakan untuk mengganti kompresor piston, bila diperlukan udara bertekanan tinggi dengan volume yang lebih besar.

2) Lobe
3) Vane
4) Liquid Ring
5) Scroll
Kompresor sentrifugal merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik), yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran melalui diffuser.

Berdasarkan jenis cara pendinginan kondensornya :
Air Cooler
Mesin refrigerasi dengan pendinginan udara (air cooled chiller), pada prinsipnya hampir sama dengan split duct AC, tetapi dalam ukuran besar. Unit mesin ini pada umumnya berada diatas atap beton dari sebuah bangunan.
Komponen utama dari 1 unit ACC adalah 2 kompresor atau lebih, dengan katup ekspansi dan evaporator berada dalam unit utama, termasuk kondensornya. Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU. Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin, yang diperoleh dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas, keruangan yang akan dikondisikan. Udara dingin yang masuk kedalam ruangan dari

AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan,  Atau kadang-kadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil (Fan coil unit) atau disingkat FCU.
Dalam desain gedung, bila menggunakan air cooled chiller perlu diperhatikan lokasi dan luas atap beton untuk penempatan unit-unit chillernya. Yang sering kurang diperhatikan dalam desain atap untuk air cooled chiller adalah akses untuk pemeliharaan unit tersebut. Ada kalanya terjadi perubahan desain dari water cooled chiller ke air cooled chiller, karena terutama masalah waktu instalasi ataupun keadaan air setempat. Tetapi perubahan seperti itu pada akhirnya berakibat fatal terhadap konstruksi air cooled chiller tersebut yang mengambil ruang (space) apa adanya.
Water Cooler

Mesin refrigerasi dengan pendinginan air (water cooled chiller), pada prinsipnya hampir sama dengan Mesin refrigerasi pendinginan udara (air cooled chiller)  dalam distribusi udara dingin melalui AHU atau FCU. Perbedaan utamanya adalah pendinginan refrigerannya, bukan dengan udara, tetapi dengan air, dimana airnya didinginkan melalui menara air atau cooling tower. Mesin refrigerasi dengan pendinginan air, pada umumnya ditempatkan dalam lantai bawah

(basement) suatu bangunan. Dalam desain yang perlu diperhatikan adalah ventilasi keruangan chiller harus dihitung dengan baik, agar ruangan tersebut jangan menjadi “neraka” bagi pengerjanya.
Sama halnya dengan Mesin refrigerasi pedinginan udara,  refrigeran dari kompresor  ditekan melalui katup ekspansi masuk berembun dalam alat evaporator. Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU. Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin, yang diperoleh dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas, keruangan yang akan dikondisikan. Udara dingin yang masuk kedalam ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan,  Atau kadang-kadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil (Fan coil unit) atau disingkat FCU.
Pendinginan air melalui menara air (cooling tower), dalam desain gedung perlu diperhatikan aliran udara yang diperoleh dari kipas udara. Aliran udara dan aliran air didalam menara pendingin ini dapat berlawanan arah (counter flow), arah melintang (cross flow), aliran paralel (paralel flow) aliran melalui dek atau aliran pancar.