PERMASALAHAN PADA DATA CENTER

Kelistrikan merupakan hal yang yang paling utama pada data center karena merupakan sumber tenaga untuk berbagai komponen pengoperasian data center. Banyak contoh kegagalan peralatan downtime, perangkat unak dan kerusakan data adalah masalah dari kelistrikan , komponen yang sensitif dalam server saat ini membutukan daya yang bebas dari gangguan atau distorsi Sangat penting bahwa server terisolasi dari kegagalan listrik, gelombang, dan masalah listrik lainnya. Pusat data memliki campuran kebutuhan daya seperti : AC, lift, peralatan kantor, komputer desktop, dan peralatan penunjang lainnya. Penting untuk menyediakan sumber listrik, daya yang terpisah, dan infrastruktur untuk pusat data. Siklus kebutuhan data center

Agar kinerja data center dapat stabil dan optimal perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini :
a.Distribusi Listrik
b.Sistem kelistrikan (pengkabelan dan dokumentasi)
c.Sistem Pemeliharaan dan pengawasan
d.Pemilihan power DC / AC
e.Stand by power
f.Grounding
g.Analisa Mengenai Dampak Lingkungan
h.Perhitungan kebutuhan listrik & Generator
i.Cost

dokumentasi akan mempermudah identifikasi saat harus melakukan pemeliharaan dan perbaikan Sistem pengkabelan yang tepatserta pengkabelan secara terstruktur haru diperhatikan, agar data center dapat beroperasi secara optimal Tujuan pengkabelan terstruktur

Menentukan sistem kabel yang dipakai;
Untuk memungkinkan perencanaan dan instalasi kabel selama konstruksi / renovasi;
Menetapkan persyaratan kinerja;
Independen aplikasi. Pengkabelan terstruktur sangat penting untuk memberikan fleksibelitas, mendukung lingkungan yang beragam, memastikan bahwa dapat diandalkan untuk kinerja tingkat tinggi, dan memungkinkan untuk dapat bergerak cepat, menambahkan dan perubahan. Untuk pengkabelan terstruktur harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
Horizontal Cabling
Backbone Cabling
Area Kerja
Ruang telekomunikasi
Ruang peralatan
Entrace Facilities
Administration

c.Sistem Pemeliharaan dan Pengawasan

Pemeliharaan dan pengawasan sistem kelistrikan harus dilakukan secara berkala untuk menjamin kestabilitasan kinerja data center dan mencegah terjadinya kebekaran akibat dari arus pendek pada sistem kelistrikan. Peralatan yang beroperasi dalam sistem tenaga listrik perlu dipelihara secara periodik, dan juga perlu segera diperbaiki apabila mengalami kerusakan. Dibawah ini adalah beberapa contoh tindakan pemeliharaan dan pengawasan sistem kelistrikan pada data center yang dapat dilakukan: Pemeriksaan tanda pengenal, untuk menghindari terjadinya sabotase oleh orang lain; papan peringatan yang memberikan informasi serta aturan keselamatan; komponen listrik yang terpasang. Adanya pembatasan arus listrik yang terpasang, untuk menghindari panasnya kabel listrik akibat beban yang berlebihan yang dapat mengakibatkan kebakaran. Cara memasang peralatan listrik, pengkabelan, dan, dokumentasi; polaritas, grounding, resistansi dan isolasi

Ada dua cara untuk mendistribusikan energi istrik dalam ruang data center, yaitu: I.

Distribusi secara langsung dari PDU setiap lokasi kabinet, dipandang lebih fleksibel melalui saluran kabel yang tersedia karena tidak melalui perantara apapun. Namun untuk data center yang berkapasitas besar hal ini tidak mungkin dilakukan karena akan tidak efisien dari segi pengkabelan. II.

Distribusi melalui panel circuit, dari PDU akan menuju ke panel circuit kemudian dari tempat tersebut akan didistribusikan ke masing

masing lokaso kabinet server dengan PDU, hanya membutuhkan satu kabel yang panjang, baru akan kemudian dari panel sirkuit disalurkan ke masing

masing kabinet server dengan kabel yang berjarak pendek.
b.Sistem kelistrikan (pengkabelan dan dokumentasi)
Masalah umum yang sering terjadi pada sistem elektrik pada data center adalah pemasangan sistem listrik yang salah dan tidak umum antara lain ketiadaan labeling dan dokumentasi. Untuk itulah ditetapkannya sebuah standar warna kabel. Warna kabel instalasi listrik sudah ditetapkan diberbagai negara. Untuk Indonesia, warna kabel listrik ditentukan menurut standard SNI atau standatd IEC:
a.warna merah, kuning, hitam berfungsi untuk fase
b.warna biru muda (biru laut) berfungsi untuk netral
c.warna kuning -hijau berfungsi untuk ground. Dokumentasi adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus diperhatikan ketikan membuat sistem jaringan kabel. Saat sistem jaringan sudah sangat kompleks.
Stand By Power
Untuk mencegah terputusnya sumber tenaga listrik pengoperasian data center atau untuk menstabilkan kinerja data center yang akan mengakibatkan kerusakan data pada data center kita memerlukan sumber tenaga listrik cadangan. Sistem listrik yang berperan sebagai
standby power
pada DC merupakan sumber tenaga
back-up
-an ketika sistem listrik utama mengalami kegagalan.
Standby power
yang dibuat mempertimbangkan 3 aspek yaitu redundansi, kesederhanaan, dan biaya. Berbagai perangkat terkait dengan
standby power
pada data center antara lain adalah:
1.Baterai
2.Generator
3.Lampu penanda (Monitoring lights)
4.UPS

e.Grounding
Grounding pada instalasi dan komponen panel listrik ini berfungsi sebagai faktor
safety
pengoperasian data center. Pengaman listrik akibat dari kabel -kabel yang terkelupas dan mengenai body part peralatan elektonik atau peralatan listrik yang selanjutnya mengenai orang. Dengan adanya komponen panel listrik ini maka aliran arus listrik yang liar atau yang tak berfungsi akan dibumikan. Karena grounding dapat menciptakan jalur yang low-impedance terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage, dimana gelombang listrik dan transient voltage tersebut akan dialirkan ke tanah untuk meredamnya. Berikut ini Karakteristik Sistem Grounding yang efektif Karakteristik Keterangan Intentional Semua koneksi yang terdapat pada data center harus merupakan koneksi yang sudah direncanakan sebelumnya dengan kaidah

kaidah tertentu. Visually verifiable Sistem grounding yang dibuat haruslah dapat diverifikasi secara langsung Sesuai dengan ukuran TIA

942 menyediakan guideline untuk setiap komponen pada data center Mengalihkan semua gangguan listrik yang diakibatkan oleh arus listrik yang berbahaya dari operator dan perangkat Semua komponen metal harus ditahan / diikat oleh sitem grounding, dengan tujuan untuk meminimalkan arus listrik melalui material yang bersifat konduktif pada potensial listrik yang sama

Pemadaman listrik kerap mengganggu aktivitas. Khusus di data center, pengaruhnya bisa berlipat ganda. Tak hanya mengganggu aktivitas di data center itu sendiri, tapi juga bisa menimbulkan kerugian finansial yang besar.

Untuk mengantisipasinya dibutuhkan energi cadangan yang bisa didapatkan dari komponen penting di dalamnya. Sebagai informasi, server dalam data center memang tidak boleh mati walaupun sedetik pun.

Data center harus benar-benar mendapatkan pasokan listrik selama 24 jam. Bila mati, maka akan terjadi downtime, yaitu kondisi server, storage, network, dan aplikasi yang didukungnya tak dapat diakses dalam jangka waktu tertentu.

Pada saat-saat seperti itulah Uninterruptible Power Supply atau UPS sebagai salah satu komponen data center sangat berperan penting. UPS berguna sebagai cadangan atau back up energi listrik sementara. Dengan UPS, komponen di data center bisa terus mendapatkan daya listrik tanpa jeda saat perpindahan suplai energi ke genset.

Komponen Penting

Pada dasarnya fungsi UPS bukan hanya untuk menstabilkan arus listrik. Fungsinya pun berbeda dengan genset, karena UPS hanyalah cadangan energi sementara agar data center tidak serta merta mati saat terjadi pemadaman tersebut. Hal tersebut menjadi sangat penting mengingat genset memerlukan waktu beberapa saat hingga dapat memberikan suplai energi.

Dilansir di situs Schneider Electric, peran UPS sebagai cadangan listrik sangat berdampak positif terhadap seluruh kinerja perangkat data center. Pemadaman listrik secara tiba-tiba yang menyebabkan data center ikut mati bisa menyebabkan kerusakan perangkat dan menyebabkan data hilang seketika. Dengan UPS, kerusakan atau kehilangan data tersebut dapat dicegah.

Namun, efektifitas UPS bergantung pada kebugaran baterai. Pada umumnya, masa efektif UPS adalah dua sampai empat tahun, tergantung ukuran dan kondisi beban yang di-back up oleh UPS tersebut. Semakin bugar baterai, kinerjanya semakin dapat diandalkan. Tentunya, besaran daya back up itu sangat berpengaruh terhadap nilai investasi yang diperlukan.

Shutterstock UPS memiliki peran penting sebagai salah satu komponen data center

Jenis UPS

Berdasarkan fungsinya, UPS merupakan sebuah perangkat elektronik yang mampu menggantikan sementara, bahkan memperbaiki pasokan listrik yang diterima oleh satu atau beberapa perangkat yang dikoneksikan ke jalur keluaran UPS.

Topologi UPS ada tiga, yaitu offline UPS, online UPS atau yang dikenal dengan line-interactive UPS, serta true-online double conversion UPS. Ketiganya memiliki perbedaan sangat mendasar, terutama pada besaran waktu perpindahan dari sumber listrik utama atau PLN ke sumber listrik UPS, yaitu baterai. Jika terjadi putus aliran listrik dari PLN, jika beban yang akan di-back-up oleh UPS adalah beban yang kritikal, maka sebaiknya menggunakan True-online Double Conversion UPS karena waktu perpindahannya adalah nol detik.

Selain lamanya waktu perpindahan, yang perlu dicatat adalah kehandalan dari masing-masing tipe terhadap kemampuan mengangani permasalahan yang timbul dari jaringan listrik PLN, yaitu antara lain adalah kemampuan menangani tegangan naik atau turun, harmonik, Sag (mati sesaat atau berkedip), swell (lonjakan tegangan), pergeseran fase, dan kemampuan untuk menerima daya dari genset sebagai pengganti listrik PLN untuk beberapa jam per-hari.

Tipe offline tetap berada dalam posisi idle selama catu daya yang ada normal dan stabil. Tipe ini hanya beraksi saat terjadi power failure.

Sementara itu, online UPS mempunyai baterai yang selalu terhubung dengan inverter sehingga tidak ada transisi sumber pemasok daya yang diperlukan saat terjadi pemadaman. Pada topologi UPS line interactive membutuhkan sedikitnya 20 ms untuk masa transisi dari pemasok daya utama ke baterai.

Beberapa waktu lalu, tipe online ini umumnya hanya digunakan untuk instalasi industri dengan daya 10KW atau lebih. Namun, saat ini tipe tersebut juga mulai tersedia bagi konsumen rumah tangga dengan daya kurang dari 500 watt.

Pada umumnya tipe ini lebih cocok digunakan apabila arus listrik kurang stabil dan pemadaman terbilang sering terjadi. Biasanya UPS digunakan hanya untuk menggantikan listrik PLN selama 5 hingga 15 menit saja. Fungsinya untuk memberikan tambahan waktu dan pilihan bagi pengguna untuk mematikan perangkatnya atau menambah waktu hingga pasokan listrik kembali normal.
Data center mengelola arsitektur secara fisik dan logis, mengatur bagaimana cara / routing / skema jaringan agar tiap tier dapat terhubung secara efektif. Jika asupan listrik tidak memadai maka akan menghambat kinerja data center, data center menjadi lambat dalam melakukan pemrosesan data, atau dapat mengakibatkan
zero failure.
Semestinya sebuah perusahaan memiliki asupan listrik yang memadai sesuai dengan kebutuhan operasional data center. Kelistrikan merupakan hal yang yang paling utama pada data center karena merupakan sumber tenaga untuk berbagai komponen pengoperasian data center, karenanya telah direncanakan sewaktu perancangan pembuatan data center Jika perusahaan tidak memiliki asupan listrik dikarenakan berbagai sebab seperti, kesalahan perhitungan kebutuhan listrik sewaktu perancangan, kekurangan biaya, atau kurangannya pasokan listrik dari sumber tenaga listrik utama, maka perusahaan tersebut dapat melakukan rekayasa / penghematan penggunaan tenaga listrik dengan melakukan beberapa hal berikut ini:dtc
Penghematan energi (mematikan peralatan elektrik yang tidak digunakan)
Mengganti peralatan yang lebih hemat energi
Mencari sumber tenaga alternatif (tenaga surya / gas alam / panas bumi)
Mendesain ulang sistem pendinginan, Penggunaan Calibrated vectored cooling (pengelolaan pengoptimalan udara didalam server)
Mempertimbangkan penggunaan redundansi
Penggunaan PowerExecutive (mengendalikan dan membatasi konsumsi daya di seluruh komponen)
Load balancing server
Virtualisasi storage dan server
Penerapan pusat data pada cloud
Menyumbangkan atau melakukan daur ulang pada sever yang sudah usang
Perhitungan kembali effisiensi penggunaan listrik (evaluasi). Pengukuran effisiensi penggunaan listrik pada data center melalui Perhitungan PUE (Power Usage Effectiveness) dengan formula sebagai berikut : PUE = Total Facility Power IT equipment power PUE dihitung dengan membagi bilai jumlah semua catu daya (Total Facility Power) yang disediakan pusat data dengan nilai catu daya yang digunakan oleh perlengkapan IT (IT equipment power) Catu daya yang tersedia biasanya digunakan untuk kebutuhan perlengkapan IT ditambah dengan catu daya yang lainnya seperti sistem pendinginan, sistem penerangan, sistem distribusi daya, dan perlengkapan lainnya yang membutuhkan catu daya. Idealnya sebuah pusat daya memiliki effisiensi atau PUE dengan nilai 1.0 atau dengan kata lain hanya untuk perlengkapan IT

Dari berbagai Sumber…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s