Mengenal Kontaktor


Apa Itu Kontaktor dan fungsinya?

Kontaktor bisa juga disebut kontaktor magnet adalah merupakan saklar daya dengan prinsip kerja kemagnetan. kontaktor magnet sering juga digunakan oleh teknisi listrik dibandingkan dengan cam switch, togel switch, karna cam switch dan togel switch karna cara kerjanya yang masih 100% ditangani oleh operator. biasanya kontaktor digunakan untuk sistem 3 fasa, tapi tidak semua kontaktor memiliki Normally Open (NO) dan Normally Close (NC) ada yang hanya RST tidak  ada NO dan NC. Kontaktor yang biasa saya gunakan adalah kontaktor jenis

Contactor merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menyambungkan atau memutuskan arus listrik AC. Contactor atau sering juga disebut dengan istilah relay contactordapat kita temui pada panel kontrol listrik. Pada panel listrik contactor sering digunakan sebagai selektor atau saklar transfer dan interlock pada sistem ATS. Berikut adalah bentuk contactor yang dapat kita temui

 

Prinsip Kerja Contactor

Prinsip kerja contactor sama seperti relay, dalam contactor terdapat beberapa saklar yang dikendalikan secara elektromagnetik. Pada suatu contactor terdapat beberpa saklar dengan jenis NO (Normaly Open) dan NC (Normaly Close) dan sebuah kumparan atau coil elektromagnetik untuk mengendalikan saklar tersebut. Apabila coil elektromagnetik contactor diberikan sumber tegangan listrik AC maka saklar pada contactor akan terhubung, atau berubah kondisinya, yang semula FF menjadi ON dan sebaliknya yang awalnya ON menjadi OFF.

Bagaiamana Cara Kerja Kontaktor?
Bila inti koil pada kontaktor diberikan arus, maka koil akan menjadi magnet dan menarik kontak sehingga kontaknya menjadi terhubung dan dapat mengalirkan arus listrik. Itulah mengapa kontaktor disebut sebagai saklar yang bekerja berdasarkan prinsip kemagnetan.
Artinya saklar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan pada penarik kontaknya. Magnet berfungsi sebagai penarik dan sebagai pelepas kontak – kontaknya dengan bantuan pegas – pegas pendorong. oleh karena itu kontaktor harus mampu mengalirkan dan memutuskan arus dalam keadaan kerja normal.
Apa Itu Arus Kerja Nominal?
Ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi, Sebuah koil yang bekerja pada tegangan DC atau AC. Pada tegangan AC (arus bolak-balik) tegangan minimal adalah 85% tegangan kerja, apabila kurang dari 85% maka kontaktor akan bergetar.
Ukuran kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak yaitu :
NO (Normally Open)
NC (Normally Close)
Fungsi Kontak – Kontak?
dibuat untuk  kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri kontak NO dan NC. Kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utama mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal, Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis.
Kontaktor pada umumnya memiliki kontak utama untuk aliran 3 fasa. dan juga memiliki beberapa kontak bantu untuk berbagai keperluan. Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk beban, misalnya motor listrik.
Sedangkan kontak bantu digunakan untuk mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alat bantu rangkaian, lampu indikator dll
Fungsi Kontak – pada kontaktor ?
dibuat untuk  kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri kontak NO dan NC. Kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utama mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal, Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis.
Kontaktor pada umumnya memiliki kontak utama untuk aliran 3 fasa. dan juga memiliki beberapa kontak bantu untuk berbagai keperluan. Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk beban, misalnya motor listrik.
Sedangkan kontak bantu digunakan untuk mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alat bantu rangkaian, lampu indikator dll

Jenis-Jenis Contactor

Contactor yang beredar dipasaran pada umumnya dibedakan berdasarkan kemapuanya dalam mengontrol tegangan listrik AC. Di pasaran contacctor dibedakan menjadi 2 tipe yaitu :

  • Contactor 1 Phase
  • Contactor 3 phase

Contactor 1 phase digunakan untuk mengontrol arus listrik AC 1 phase, sedangkan contactor 3 phase digunakan untuk mengontrol aliran listrik AC 3 phase. Pada contactor 1 phase minimal terdapat 2 saklar utama, sedangkan pada contactor 3 phase minimal terdiri dari 3 saklar utama.

Aksesoris Contactor

Contactor untuk keperluan khusus pada umumnya dilengkapi dengan beberapa aksesoris tambahan yang berfungsi untuk memaksimalkan kerja dari contactor tersebut. Beberpa bentuk aksesoris pada contactor adalah :

  • Thermal Switch
  • Timer Switch
  • Interlock Switch
  • Latch Block
  • Transient Voltage Block

Thermal switch pada contactor berfungsi sebagai pengaman contactor dari temperature yang berlebih, thermal switch ini akan aktif dan mematikan kontaktor apabila suhu pada contactor melebihi batas minimal temperature yang diseting.

Timer switch berfungsi untuk mengontrol waktu ON suatu contactor. Timer switch pada contactor ini dapat diseting sesuai kebutuhan, sehingga periode ON suatu contactor dapat ditentukan secara manual menggunakan timer switch tersebut.

Interlock switch pada contactor pada umumnya digunakan untuk melengkapi contactor pada saat digunakan pada sistem ATS (Automatic Transfer Switch) yang sering digunakan untuk memeindahkan sumber daya listrik komersial dan Genset secara otomatis.

Latch Block berfungsi untuk mengunci status contactor, dapat digunakan untuk mengunci agar selalu ON dan sebaliknya tergantung dari seting yang dilakukan terhadap contactor tersebut.

Transient voltage block berfungsi untuk menahan tegangan transient akibat aktivasi kumparan atau tegangan induksi disekitar contactor agar tidak mempengaruhi kinerja contactor.

Aplikasi Contactor

Contactor dapat kita temui dalam beberapa aplikasi berikut.

  • Kontrol Lighting, pada sistem lighting daya besar seperti yang digunakan pada konser music atau sistem penerangan stadion olah raga dengan lampu daya besar selalu menggunakan contactor sebagai komponen penghubung atau pemutus arus listrik ke lampu lighting tersebut.
  • Kontrol motor listrik, motor listrik 3 phase daya besar seperti yang digunakan dalam dunia industri membutuhkan kontactor sebagai komponen penghubung atau pemutus arus listrik ke motor tersebut. Fungsi contactor sebagai kontrol pada motor listrik ini sering disebut dengan istilah magnetic starter.
  • Transfer switch, transfer switch merupakan sistem pada ATS.Bagian ini selalu menggunakan kontaktor karena diperlukan kapasitas kontrol daya besar dan kecepatan transfer yang cepat yang dimiliki contactor.

dari berbagai sumber.

Iklan