<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>INTI PRATAMA TEKNIK layanan service: 081219722072</title>
	<atom:link href="http://iptech.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iptech.wordpress.com</link>
	<description>Specialis Air Conditioner</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 15:00:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iptech.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>INTI PRATAMA TEKNIK layanan service: 081219722072</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iptech.wordpress.com/osd.xml" title="INTI PRATAMA TEKNIK layanan service: 081219722072" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iptech.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekedar informasi untuk Anda Kebutuhan AC saat ini&#8230;</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2011/06/28/541/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2011/06/28/541/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 02:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar informasi untuk Anda&#8230;. Kebutuhan AC saat ini memang harus untuk menunjang kinerja diperkantoran agar lebih nyaman. Diperumahan pun demikian, keberadaan AC sangat dibutuhkan yang ujung-ujungnya adalah demi kenyamanan. Untuk produk Daikin, ada banyak jenis dan macam AC yang mungkin (perlu) Anda ketahui diantaranya AC Split Wall, AC Cassette, AC Split Duct, AC Inverter, AC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=541&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar informasi untuk Anda&#8230;.</p>
<p>Kebutuhan AC saat ini memang harus untuk menunjang kinerja diperkantoran agar lebih nyaman. Diperumahan pun demikian, keberadaan AC sangat dibutuhkan yang ujung-ujungnya adalah demi kenyamanan. Untuk produk Daikin, ada banyak jenis dan macam AC yang mungkin (perlu) Anda ketahui diantaranya AC Split Wall, AC Cassette, AC Split Duct, AC Inverter, AC Floor Standing, hingga AC VRV. Dari jenis AC tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, jadi apabila memerlukan AC maka harus diperinci jenis AC yang mana yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>AC Split Wall</p>
<p>AC Split WallPada AC jenis split komponen AC dibagi menjadi dua unit yaitu unit indoor yang terdiri dari filter udara, evaporator dan evaporator blower, expansion valve dan controll unit, serta unit outdoor yang terdiri dari compresor, condenser, condenser blower dan refrigerant filter. Selanjutnya selanjutnya antara unit indoor dengan unit outdoor dihubungkan dengan 2 buah saluran refrigerant, satu buah untuk menghubungkan evaporator dengan compressor dan dan satu buah untuk menghubungkan refrigerant filter dengan expansion valve serta kabel power untuk memasok arus listrik untuk compressor dan condenser blower.</p>
<p>Kelebihan AC split Wall :</p>
<p>    Bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar, misalnya pada ruangan yang posisinya ditengah pada bangunan Ruko, karena condenser yang terpasang pada outdoor bisa ditempatkan ditempat yang berhubungan dengan udara luar jauh dari ruangan yang didinginkan.<br />
    Suara didalam ruangan tidak berisik.</p>
<p>Kekurangan AC split Wall:</p>
<p>    Pemasangan pertama maupun pembongkaran apabila akan dipindahkan membutuhkan tenaga yang terlatih.<br />
    Pemeliharaan/perawatan membutuhkan peralatan khusus dan tenaga yang terlatih.<br />
    Harganya lebih mahal.</p>
<p>AC Cassette</p>
<p>AC CassetteJenis AC Cassette ini, indoornya menempel di plafon. jenis AC Cassette dengan berbagai ukuran mulai dari 1.5pk sampai dengan 6pk.<br />
Cara pemasangan ac ini memerlukan keahlian khusus dan tenaga extra, tidak seperti memasang ac rumah atau ac split, yang bisa dipasang sendirian</p>
<p>AC Split Duct</p>
<p>AC Split Duct merupakan AC yang pendistribusian hawa dinginnya menggunakan Sistem Ducting. Ini artinya, AC Split Duct tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri melainkan dikontrol pada satu titik!. Tipe AC ini biasanya digunakan di Mall  atau gedung-gedung yang memiliki ruangan luas.</p>
<p>AC Split Duct</p>
<p>AC Split Duct tidak pernah terlepas dari sistem Ducting yang merupakan bagian penting dalam sistem AC sebagai alat penghantar udara yang telah dikondisikan dari sumber dingin ataupun panas ke ruang yang akan dikondisikan. Perkembangan desain ducting untuk AC hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan efisiensi, terutama efisiensi energi, material, pemakaian ruang, dan perawatan.</p>
<p>Kelebihan:</p>
<p>    Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.<br />
    Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.</p>
<p>Kekurangan:</p>
<p>    Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang betul-betul terlatih.<br />
    Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya dirasakan pada seluruh ruangan.<br />
    Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling plant.<br />
    Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.</p>
<p>AC Inverter</p>
<p>AC Inverter merupakan jenis AC Split yang menggunakan teknologi inverter. INVERTER yang terdapat di dalam unit AC merupakan alat/komponen untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik. Disini INVERTERnya terdiri dari Rectivier dan Pulse-width modulator, dengan menggunakan INVERTER motor listrik menjadi variable speed, kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan. So, dibandingkan AC Split biasa, type AC Inverter lebih hemat listrik ± 60%.</p>
<p>Inverter Daikin</p>
<p>AC Floor Standing</p>
<p>AC Floor StandingAC Floor Standing sesuai namanya merupakan AC yang unit indoornya berdiri/duduk dan bisa dipindah-pindah sesuai dengan keinginan kita. Unit AC ini memiliki daya 3 pk – 5 pk, dan kebanyakan dipakai untuk acara-acara indoor yang memerlukan unit pendingin secara mendesak. Karena simple dan mudah dibawa kemana-mana, maka banyak orang yang menyewakan model AC jenis ini.</p>
<p>AC VRV</p>
<p>AC VRV DaikinNah ini dia AC tercanggih saat ini. AC VRV Daikin memiliki satu outdoor dan beberapa unit indoor dengan berbagai tipe seperti split wall, cassete, floor standing, dll. Daikin VRV telah digunakan lebih dari 25 tahun di seluruh dunia, dan telah digunakan di Indonesia, lebih dari 15 tahun.</p>
<p>FYI.</p>
<p>VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi. Mantaf.. canggihnya</p>
<p>Jadi sudahkah Anda memilih salah satu jenis AC Daikin diatas?</p>
<p> Bagi pengguna setia ataupun calon pengguna setia produk AC Daikin, ada baiknya baca peringatan berikut:</p>
<p>    Produk Daikin Industries, Ltd diproduksi untuk diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia. Daikin Industries, Ltd tidak memiliki kendali atas produk yang diekspor ke dan di negara tertentu. Sebelum melakukan pembelian, pastikan dengan standar yang berlaku, dan cocok untuk digunakan, didaerah di mana produk itu akan digunakan. Pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk mengecualikan, membatasi atau memodifikasi aplikasi dari setiap peraturan lokal.<br />
    Tanyakan pada installer yang memenuhi syarat atau kontraktor untuk menginstal produk ini. Jangan mencoba untuk menginstal produk sendiri. Instalasi yang tidak benar dapat mengakibatkan kebocoran air atau refrigeran, sengatan listrik, kebakaran, atau ledakan.<br />
    Gunakan hanya bagian-bagian dan aksesori yang disediakan atau ditetapkan oleh Daikin. Tanyakan installer yang memenuhi syarat atau kontraktor untuk menginstal bagian-bagian dan aksesori. Penggunaan bagian dan aksesori yang tidak sah atau instalasi yang tidak tepat suku cadang dan aksesorisnya dapat menyebabkan kebocoran air atau refrigeran, sengatan listrik, kebakaran atau ledakan.<br />
    Baca Buku Manual dengan seksama sebelum menggunakan produk ini. Buku Manual, menyediakan petunjuk penting tentang keselamatan dan peringatan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dan peringatan.</p>
<p>Perhatian untuk produk korosi&#8230;.</p>
<p>    Air Conditioner tidak harus dipasang di daerah di mana gas korosif seperti gas asam atau alkali gas diproduksi.<br />
    Jika unit outdoor akan dipasang dekat dengan pantai laut, kontak langsung dengan angin laut harus di hindari. Jika Anda perlu menginstal unit outdoor dekat dengan laut pantai, hubungi distributor atau kontraktor lokal Anda. (recomend: Inti Pratama Teknik)</p>
<p>Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi 081219722072<a href="http://iptech.wordpress.com/2011/06/28/541/jenis-ac/" rel="attachment wp-att-542"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2011/06/jenis-ac.jpg?w=632" alt="" title="jenis ac"   class="aligncenter size-full wp-image-542" /></a></p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Marketing AC Daikin</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=541&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2011/06/28/541/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2011/06/jenis-ac.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jenis ac</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MIZUI WATER HEATER WITH AIR CONDITIONER Teknologi Baru&#8230;</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2011/06/27/mizui-water-heater-with-air-conditioner-teknologi-baru/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2011/06/27/mizui-water-heater-with-air-conditioner-teknologi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 04:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Mizui WATER HEATER WITH CONDITIONEE Teknologi Baru dari JEPANG Dalam pengoperasiannya Gratis seumur hidup, karena tidak menggunakan energi listrik, matahari, gas/LPJ. Tetapi memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari kondesor mesin outdoor AC Membuat mesin outdoor AC jadi lebih awet dan biaya listrik menjadi lebih ringan, karena cara kerjanya hampir sama dengan cara kerja radiator mobil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=535&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                       Mizui WATER HEATER<br />
                       WITH CONDITIONEE</p>
<p>    Teknologi Baru dari JEPANG<br />
     Dalam pengoperasiannya Gratis seumur hidup, karena tidak menggunakan energi listrik, matahari, gas/LPJ. Tetapi memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari kondesor mesin outdoor AC<br />
    Membuat mesin outdoor AC jadi lebih awet dan biaya listrik menjadi lebih ringan, karena cara kerjanya hampir sama dengan cara kerja radiator mobil, sehingga mesin AC menjadi lebih ringan kerjanya karena pendingin ada 2 yaitu : kipas dan air yang ada didalam tabung heater Cara kerja MIZUI Water Heater<br />
    * Cukup menggunakan AC split minimal ½ PK dalam pengoperasiannya<br />
    * Cukup menyalakan AC minimal ½ jam air dalam tabung heater MIZUI sudah terasa hangat, akan tetapi jika menyalakan AC 4 s/d 5 jam maka air dalam tabung MIZUI bisa bersuhu 70 °celcius, bisa bertahan 2 hari tanpa menyalakan AC lagi<br />
    Tabung heater MIZUI terbuat dari bahan-bahan anti konslet karena tabung heater MIZUI tidak dialiri listrik. Tidak mengalami kebakaran &amp; amp; meledak karena MIZUI tidak menggunakan energi GAS &amp; amp; LPJ. Tabung heater MIZUI terbuat dari bahan-bahan tahan karat sehingga awet<br />
    MIZUI dapat merancang pemanas air yang berkapasitas 5000 liter dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh mesin AC Central &amp; amp; Cool Storage<br />
    MIZUI dapat merancang pemandian air panas seperti pemandian air panas alam dipengunungan dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh mesin AC Central</p>
<p>Dengan kelebihan-kelebihan diatas maka pemanas air / heater MIZUI cocok digunakan untuk :</p>
<p>    * Rumah Tinggal<br />
    * Apartermen<br />
    * Losmen<br />
    * Rumah Sakit<br />
    * Motel<br />
    * Hotel dll</p>
<p>Segera hadirkan heater MIZUI di lingkungan anda, nikmati sejuknya hawa AC anda &amp; bonus air panas yang diambil dari pemanfaatan energi panas dari mesin outdoor AC tanpa perlu kena beban biaya apapun / GRATIS selain beban listrik pemakaian AC anda.</p>
<p>Segera  ganti pemanas air lama anda dengan pemanas air AC / heater MIZUI dimana bisa menghilangkan rasa takut anda terhadap :</p>
<p>    biaya tinggi yang diakibat pengoperasian pemanas air / heater dengan cara konvensional yaitu : menggunakan energi Listrik, Gas/LPJ &amp; Matahari<br />
    bahaya kebakaran akibat dari konsleting listrik / kebocoran gas atau LPJ<br />
    cuaca mendung sehingga pemanas matahari akan memakai energi cadangan yaitu : energi listrik</p>
<p>Type &amp; Kapasitas heater MIZUI :</p>
<p>    Kapasita 50 liter<br />
    Kapasitas 75 liter<br />
    Kapasitas 100 liter dengan system single<br />
    Kapasitas 100 liter dengan system double head exchanger<br />
    Kapasitas sesuai permintaan konsumen</p>
<p>Bahan heater MIZUI :<br />
<a href="http://iptech.wordpress.com/2011/06/27/mizui-water-heater-with-air-conditioner-teknologi-baru/mizui/" rel="attachment wp-att-536"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2011/06/mizui.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" title="MIZUI" width="300" height="195" class="aligncenter size-medium wp-image-536" /></a><br />
    Stainlesteel 304 tebal 1,2 mm<br />
    Lapisan luar Galvalum<br />
    Lapisan tengah Chor penahan panas tebal 4 cm</p>
<p>Untuk Pemesanan dan Pemasangan Hub:<br />
Sofyan<br />
081219722072<br />
Garansi 3th</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=535&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2011/06/27/mizui-water-heater-with-air-conditioner-teknologi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2011/06/mizui.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MIZUI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fitur lengkap AC SHARP</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2011/06/07/fitur-lengkap-ac-sharp/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2011/06/07/fitur-lengkap-ac-sharp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 06:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Kini semua orang bisa merasakan kesejukan AC Sayonara Panas 3 dengan fitur yang makin canggih serta low wattage sehingga semakin ramah lingkungan. Seri Sayonara Panas 3 ini dihadirkan lengkap dari ½ Pk hingga sampai 1 Pk. Didukung dengan hembusan Jetstream agar ruangan cepat dingin dan teknologi Gentle Coanda Air Flow untuk hembusan lembut yang nyaman. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=532&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>   <a href="www.sharp-indonesia.com"></p>
<p>Kini semua orang bisa merasakan kesejukan AC Sayonara Panas 3 dengan fitur yang makin canggih serta low wattage sehingga semakin ramah lingkungan. Seri Sayonara Panas 3 ini dihadirkan lengkap dari ½ Pk hingga sampai 1 Pk. Didukung dengan hembusan Jetstream agar ruangan cepat dingin dan teknologi Gentle Coanda Air Flow untuk hembusan lembut yang nyaman. Dengan AC Sayonara Panas 3 ini menjadikan Indonesia semakin lebih dingin.<br />
Fitur lengkap :<br />
• Generator ion plasmacluster 7th Generation &#8211; Teknologi Plasmacluster dengan ion positif dan negatif menon-aktifkan spora jamur, penyebab alergi dan virus yang menyebabkan penyakit<br />
• Powerful Jetstream &#8211; Fitur yang terdapat pada remote, yang dapat mendingikan dengan cepat, memberikan kesejukan seketika dari cuaca panas atau sehabis olahraga<br />
• Gentle Coanda Cool Air Flow &#8211; Hembusan angin yang lembut dengan memanfaatkan dinding atas ruangan , sehingga udara bergerak turun secara lembut<br />
• Low Voltage System &#8211; AC tetap beroperasi dingin walaupun tegangan tidak stabil dan turun sampai dengan 160 Volt<br />
• Auto Swing Louver &#8211; Airflow bergerak ke atas dan bawah<br />
• Auto Rust Evaporator &#8211; Evaporator dilapisi anti karat pada mesin indoor AC<br />
• Auto Re-Start &#8211; Autorestart apabila listrik terputus maka AC akan menyala kembali<br />
• New Panel Design &#8211; Design panel yang minimalis dan elegan sangat sesuai dengan ruangan anda<br />
• Compact Outdoor Size &#8211; Ukuran outdoor yang lebih ramping dan ringan dibandingkan model konvensional untuk menghemat tempat dan mempermudah saat instalasi</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=532&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2011/06/07/fitur-lengkap-ac-sharp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Percaya Diri</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2011/05/13/makna-percaya-diri/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2011/05/13/makna-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 03:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Kepercayaan Diri sejati tidak ada kaitannya dengan kehidupan lahiriah Anda. Percaya Diri terbentuk bukanlah dari apa yang Anda perbuat, namun dari keyakinan diri, bahwa yang Anda hasilkan memang berada dalam batas-batas kemampuan dan keinginan pribadi diri Anda. (Barbara De Angelis, Ph.D.) Pernahkan Anda sebagai salah seorang Eksekutif/Pemimpin &#8220;merasa tidak percaya diri&#8221; (terhadap diri Anda sendiri?) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=490&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepercayaan Diri sejati tidak ada kaitannya dengan kehidupan lahiriah Anda. Percaya Diri terbentuk bukanlah dari apa yang Anda perbuat, namun dari keyakinan diri, bahwa yang Anda hasilkan memang berada dalam batas-batas kemampuan dan keinginan pribadi diri Anda. (Barbara De Angelis, Ph.D.)<br />
<a href="http://iptech.wordpress.com/2011/05/13/makna-percaya-diri/mere/" rel="attachment wp-att-529"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2011/05/mere.jpg?w=632" alt="" title="mere"   class="aligncenter size-full wp-image-529" /></a> Pernahkan Anda sebagai salah seorang Eksekutif/Pemimpin &#8220;merasa tidak percaya diri&#8221; (terhadap diri Anda sendiri?) untuk menghadapi diri pribadi, keluarga, pekerjaan Anda dan kehidupan ini? Setiap individu, termasuk didalamnya adalah Anda, tidaklah sterile dari persoalan hidup dan pekerjaan. Setiap persoalan yang dialami harus diatasi, dan bukannya dibiarkan berlalu begitu saja, seolah-olah akan terselesaikan dengan sendirinya. Untuk mengatasi hal diatas, Anda memerlukan: Sikap Optimis dan Rasa Percaya Diri (yang tinggi).</p>
<p>Sebagai ilustrasi, klien kami, seorang Pengusaha rumah makan &#8220;kelas pinggir jalan alias warung tenda&#8221; yang nyaris bangkrut karena sepinya pengunjung, namun dengan rasa optimis ia menyebarkan brosur dan melalui lidah-bibirnya, untuk mempromosikan menu unggulan dari rumah makannya. Setelah 3 (tiga) hari belum ada satu orang pun yang datang, maka ia pun dipenuhi dengan rasa kecewa yang dalam pulang ke rumah. Setelah tiba dirumah, tiba-tiba ia mendapat telepon (yang ternyata) dari seorang wartawan sebuah majalah yang telah membaca brosur tersebut dan hendak mewawancarainya. Setelah hari itu, usahanya mulai diperhatikan orang dan akhirnya maju. Kisah ini menunjukkan bahwa rasa percaya diri dan sifat optimis menjadi hal yang penting untuk meraih kesuksesan dalam hidup kita. Kata seorang bijak, &#8220;Kepercayaan diri adalah rahasia pertama dari kesuksesan&#8221;.</p>
<p>Secara awam, istilah kepercayaan diri sering dikaitkan dengan keberanian seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu, bukan hanya membawa resiko fisik, tetapi juga resiko-resiko sosial. Sedangkan menurut Breneche and Amich (1998) &#8220;Kepercayaan diri adalah suatu perasaan atau sikap yang tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena telah merasa cukup aman dan tahu apa yang dibutuhkan dalam hidup!&#8221; Shrauger and Schohn (1995), mengatakan: &#8220;Kepercayaan diri adalah anggapan orang tentang kompetensi dan ketrampilan yang dimiliki seseorang serta kesanggupannya untuk menangani berbagai macam situasi&#8221;. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang cukup akan dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya dengan yakin dan mantap.</p>
<p>Dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri terletak pada diri individu itu sendiri yang timbul karena sikap, cara pandang yang yakin akan kemampuan diri sendiri, yang timbul karena adanya sikap positif terhadap kemampuan diri pribadi. Dengan kepercayaan diri seorang individu akan dapat melangkah dengan pasti tanpa merasa canggung dalam lingkungannya serta tanpa memperbandingkan dirinya dengan orang lain. Kepercayaan diri berperan dalam memberikan semangat serta (me)motivasi seseorang untuk dapat bereaksi secara tepat terhadap tantangan dan kesempatan yang datang padanya maupun untuk merasakan berbagai kebahagiaan dalam hidupnya.</p>
<p>Kepercayaan diri dapat ditumbuhkan dengan cara antara lain: (1) Menciutkan angan-angan, (2) Membohongi diri sendiri mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan dalam diri, (3) Mengerjakan sesuatu yang biasa-biasa saja, (4) Menghindari lingkungan atau situasi yang menantang, dan (5) Berkata &#8220;masa bodoh&#8221; pada diri sendiri. Seseorang yang terpaku pada rasa tidak percaya diri sering membuat orang tersebut merasa kurang aman, tidak memiliki keinginan untuk maju, tidak bahagia, dll. Goyahnya kepercayaan diri umumnya bersumber pada anggapan-anggapan tertentu yang menyebabkan kurangnya keberanian untuk bertindak. Kurangnya kepercayaan diri juga sering dipengaruhi oleh krisis-krisis dalam kehidupan yang membuat pikiran menjadi tidak terfokus, sehingga tidak mencapai apa yang telah direncanakan dan diharapkan.</p>
<p>Hal serupa diungkapkan oleh Natalia Setiawan, Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia, Yayasan Pendidikan Kristen Ketapang (YPKK). Beliau sering menemukan para calon pengajar, pada saat proses Rekrutmen, yang merasa tidak Percaya Diri dengan panggilannya sebagai guru, atau pada awalnya mereka menjalani pekerjaan sebagai pengajar adalah suatu hal yang &#8220;biasa-biasa&#8221; saja alias tidak &#8220;bergengsi dan berbobot&#8221; (Namun seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya dapat mencintai dan menjadi bagian dari pekerjaan tersebut)</p>
<p>Pengalaman di lapangan dalam keseharian pekerjaan kami sebagai Konsultan Sumber Daya Manusia, pada saat kami melakukan wawancara para calon karyawan, dari berbagai strata pendidikan: baik SMU, Diploma maupun S1/S2, kebanyakan -mayoritas, lebih dari 60% &#8211; mempunyai output yang hampir sama yaitu: mereka yang tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Beberapa dari mereka pesimis tidak akan mendapat pekerjaan yang mereka inginkan, bahkan ada dari mereka yang tidak yakin akan diterima kerja hanya karena (maaf) memiliki tinggi badan yang tidak ideal. Hal ini sangat disayangkan karena rasa tidak percaya dirinya sudah sedemikian menguasainya sehingga lupa bahwa dirinya masih memiliki potensi lain yang lebih berarti dari fisiknya. Vince Lombardi mengatakan, &#8220;The quality of a person&#8217;s life will be determined by the depth of their commitment to excellence, no matter their chosen field!&#8221; Di lain pihak, terlalu percaya diri pun (kadang) tidak selamanya baik. Di satu sisi mereka optimis dan yakin dengan kemampuannya, namun di sisi lain mereka malah terlihat sombong, berlebihan, dan tidak peduli dengan pendapat orang lain di sekitarnya.</p>
<p>Untuk mencapai suatu kesuksesan, tidak cukup hanya rasa percaya diri saja tetapi juga harus disertai dengan motivasi, kemampuan dan kemauan yang kuat untuk mencapai kesuksesan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Lanny Sariati, Finance &amp; Accounting Manager yang juga merangkap sebagai HRD Manager PT. Marga Nusantara Jaya, dari group Konimex: &#8220;Untuk bisa mencapai kesuksesan tidak cukup hanya keyakinan dan rasa percaya diri serta motivasi yang tinggi saja, tetapi harus disertai dengan kemampuan untuk mencapainya!&#8221;</p>
<p>Prinsip untuk mengelola masalah secara positif:</p>
<p>Robert H. Schuller memberikan beberapa prinsip-prinsip dasar untuk membangkitkan rasa Percaya Diri dan bagaimana berusaha untuk mengelola setiap persoalan yang dihadapi secara positif, yaitu:</p>
<p>    Jangan Menganggap Remeh.<br />
    Jangan meremehkan setiap persoalan yang sedang Anda hadapi.<br />
    Jangan Melebih-lebihkan.<br />
    Jangan pernah melebih-lebihkan suatu persoalan, karena hal tersebut tidak akan menyelesaikannya, tetapi malah akan memperburuk keadaan.<br />
    Jangan Menunggu.<br />
    Ada kalanya Anda bersabar setelah mencoba berbagai macam jalan keluar, tetapi terlalu bersabar bukanlah hal yang baik, karena dengan menunggu, persoalan yang sedang Anda hadapi tidak akan terselesaikan.<br />
    Jangan Memperparah.<br />
    Persoalan yang dihadapi bisa menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk, tergantung bagaimana Anda menyingkapinya. Karena Anda hanyalah sejauh dari Sikap Anda! Apabila dalam menghadapi persoalan diselesaikan dengan pikiran yang negatif, maka akan memperburuk keadaan dan bukannya menyelesaikan persoalan.<br />
    Berpikir Secara Bijaksana.<br />
    Berpikir bijaksana akan membantu menyelesaikan persoalan. Dengan memikirkan resiko pada saat memutuskan sesuatu, akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam memutuskan cara yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.<br />
    Tindakan<br />
    Bertindaklah (dengan sesegera dan secerdas mungkin) untuk mencari jalan keluar yang terbaik.<br />
    Umpan.<br />
    Gunakan cara-cara yang tepat untuk mencapai sasaran.<br />
    Solusi Alternatif.<br />
    Cari dan temukan, samapai berhasil, alternatif lain untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.<br />
    Kini Abaikanlah!<br />
    Jangan &#8220;pernah&#8221; terpengaruh dengan masalah yang Anda hadapi. Keberhasilan dapat dicapai apabila memiliki sikap yang optimis dan penuh semangat.<br />
    Komunikasikan.<br />
    Tidak selamanya Anda, seolah seorang Superman, yang dapat menyelesaikan persoalannya secara sendiri! Ada saatnya Anda memerlukan bantuan dari orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.<br />
    Kucilkan.<br />
    Bersikaplah peka terhadap hal-hal yang bersifat negatif, karena hal ini akan membantu menimbulkan pikiran-pikiran yang positif, sehingga apabila menghadapi persoalan dalam hidup dapat mengatasinya dan menyelesaikannya dengan baik. </p>
<p>Barbara De Angelis, dalam bukunya yang berjudul &#8220;Confidence Finding It and Living It&#8221; (Hay House, Inc., 1995) mengungkapkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk meraih angan-angan dalam hidup ini, yang (sebenarnya) ada dalam diri Anda sendiri, yaitu:</p>
<p>    Rasa percaya diri yang Anda rasakan, tak lebih dari ilusi, karena sebenarnya, Anda adalah titipan semesta yang sempurna dan mengagumkan. Kehebatan Anda sesungguhnya tidak dapat diukur.<br />
    Semakin dalam kecintaan Anda pada diri sendiri dan hidup ini, semakin dalam pula takwa Anda kepada Sang Maha Pencipta.<br />
    Semakin besar rasa syukur Anda atas karunia-NYA, semakin besar pula imbalan yang dapat Anda nikmati.<br />
    Itulah tujuan hidup Anda: untuk menjadi yang amat sangat menakjubkan, tepat sebagaimana Anda adanya. </p>
<p>Sebagai penutup, kami mengutip kalimat bijak filsuf John Wooden, &#8220;Seseorang yang sukses dan berhasil, adalah seseorang yang memberi perhatian, tenaga dan upaya kepada hal-hal yang IA DAPAT LAKUKAN dan bukannya seseorang yang menghabiskan waktu, pikiran, dan usaha kepada hal-hal yang IA TIDAK DAPAT LAKUKAN&#8221;. Itulah &#8220;kunci&#8221; rasa Percaya Diri!</p>
<p>Salam dan Sukses Selalu!<br />
Penulis: Gunawan Winata &amp; Lianita Suryanti<br />
Managers&#8217; Scope</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=490&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2011/05/13/makna-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2011/05/mere.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Condioner Contraktor gaterhing Bersama SHARP</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/12/27/air-condioner-contraktor-ghatring-bersama-sharp/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/12/27/air-condioner-contraktor-ghatring-bersama-sharp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 04:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar merawat ac rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Specialis Air Conditioner]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Tanks untuk Sharp Indonesia Yang mengadakan Ghatring bersama di hotel Horison bandung. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, kita bisa saling mengenal pemain2 Air Conditioner,dan bisa berbagi pengalaman,tentunya dengan acara ini kita bisa dapat rekanan baruFiled under: Belajar merawat ac rumah, Specialis Air Conditioner, Tak Berkategori<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=453&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanks untuk Sharp Indonesia<br />
Yang mengadakan Ghatring bersama di hotel Horison bandung.<br />
Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, kita bisa saling mengenal pemain2 Air Conditioner,dan bisa berbagi pengalaman,tentunya dengan acara ini kita bisa dapat rekanan baru<a href="http://iptech.wordpress.com/2010/12/27/air-condioner-contraktor-ghatring-bersama-sharp/olympus-digital-camera-12/" rel="attachment wp-att-465"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/12/picture-210.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-465" /></a></p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/belajar-merawat-ac-rumah/'>Belajar merawat ac rumah</a>, <a href='http://iptech.wordpress.com/category/specialis-air-conditioner/'>Specialis Air Conditioner</a>, <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=453&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/12/27/air-condioner-contraktor-ghatring-bersama-sharp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/12/picture-210.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRINSIP KERJA COOLING TOWER PADA SISTEM AC SENTRAL</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/11/16/prinsip-kerja-cooling-tower-pada-sistem-ac-sentral/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/11/16/prinsip-kerja-cooling-tower-pada-sistem-ac-sentral/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 09:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[List all articles of this same topic Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas. Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=451&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>List all articles of this same topic 	</p>
<p>Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas. Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle, fan/blower, bak penampung, casing, dsb.</p>
<p>Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell &amp; tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower. Langkah pertama adalah memompa air panas tersebut menuju cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung melakukan kontak dengan udara sekitar yang bergerak secara paksa karena pengaruh.fan/blower yang terpasang pada cooling tower. Sistem ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah mendekati suhu wet-bulb udara. Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative cooling tersebut. Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam “range” dan “approach”, dimana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya.</p>
<p>dari berbagai sumber</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=451&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/11/16/prinsip-kerja-cooling-tower-pada-sistem-ac-sentral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berebut Pasar Elektronik Rumah Tangga</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/11/08/berebut-pasar-elektronik-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/11/08/berebut-pasar-elektronik-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 05:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Pertarungan di industri elektronik rumah tangga (home appliance) bisa membuat kepala pusing tujuh keliling. Siapa pun yang berani masuk di industri ini, harus siap habis-habisan di segala lini, dari inovasi produk, biaya iklan yang besar, trik pemasaran yang cerdas dan tangguh, sampai layanan pascajual yang kuat. Uniknya, mereka saling mengklaim sebagai yang nomor satu. Meski [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=435&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertarungan di industri elektronik rumah tangga (<em>home appliance</em>)  bisa membuat kepala pusing tujuh keliling. Siapa pun yang berani masuk  di industri ini, harus siap habis-habisan di segala lini, dari inovasi  produk, biaya iklan yang besar, trik pemasaran yang cerdas dan tangguh,  sampai layanan pascajual yang kuat. Uniknya, mereka saling mengklaim  sebagai yang nomor satu. Meski kondisinya demikian, pemain yang masuk ke  industri ini seperti tiada henti. Baik pemain baru maupun lama  seakan-akan tak kehabisan akal dan energi. Mereka tampak semakin  bersemangat.<br />
Maklum, pasar elektronik memang cukup menggiurkan.  Gabungan Elektronika (Gabel) memperkirakan total potensi pasar dalam  negeri untuk produk elektronik mencapai Rp 30 triliun/tahun. Industri  ini tumbuh 20% per tahun. Menurut Gabel, produk yang memiliki permintaan  tinggi, antara lain, televisi, VCD/DVD/VCR, lemari es, AC, audio dan  mesin cuci. Masih menurut asosiasi ini, pertumbuhan permintaan produk  elektronik rumah tangga pada 2000-03 sangat tinggi. VCD, dari 1,23 juta  unit (2000) menjadi 2,71 juta unit (2003). TV, dari 1,26 juta unit  menjadi 2,76 juta unit. Kemudian, audio dari 1,76 juta unit menjadi 3,88  juta unit. Kulkas dari 1,02 juta unit menjadi 2,24 juta unit. AC dari  168 ribu unit menjadi 369 ribu unit. Adapun mesin cuci dari 150 ribu  unit menjadi 330 ribu unit. Sehingga, persentase kenaikan mencapai  119,59%-120%.</p>
<p>Adhi Sukmono, Sekjen Gabel, menegaskan, perkembangan industri  ini sangat besar. Sayangnya, pemetaan industri ini secara detail sulit  dilakukan karena anggota Gabel atau produsen elektronik sangat sulit  dimintai data. Woenon, Manajer Senior Departemen Penjualan Nasional  Divisi Penjualan PT Sony Indonesia, mengungkapkan, posisi teratas dari  segi penguasaan pasar dalam negeri saat ini masih dipegang Sharp:  mencapai sekitar 20%. “Tapi mereka bermain di kelas menengah-bawah,”  ujarnya. Adapun Sony, dikatakan Woenon, merupakan pemain utama di kelas  menengah-atas. Pernyataan ini dibenarkan M. Riza Bachri, Asisten <em>Store Manager</em> Electronic City (EC) Thamrin. Diungkapkan Riza, saat ini Sony  menyumbangkan penjualan terbesar di gerainya. Ini sesuai dengan lokasi  gerai yang berada di pusat bisnis bagi golongan menengah-atas.</p>
<p>Meningkatnya permintaan terhadap sejumlah produk elektronik  rumah tangga dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, perilaku dan  kebutuhan konsumen terhadap produk meningkat akhir-akhir ini. Sebagai  contoh, dulu dalam satu rumah cukup satu TV, tapi kini ada kecenderungan  setiap rumah memiliki dua pesawat TV, bahkan lebih. Kedua, ada  penurunan harga karena kebijakan pemerintah terhadap pajak barang mewah.  AC, misalnya, dulu dianggap sebagai barang mewah, belakangan produk ini  mulai dipandang sebagai kebutuhan umum. Masyarakat kelas menengah pun  makin banyak menggunakan AC di rumahnya lantaran harganya turun, dari  kisaran Rp 4 juta menjadi Rp 2-3 juta/unit. Ketiga, adanya <em>recovery economy</em>. Kondisi ekonomi di Tanah Air yang terus membaik membuat daya beli (<em>buying power</em>) masyarakat semakin tinggi.<br />
Tingginya  persaingan di industri elektronik semakin kentara jika kita menyimak  aksi pengeluaran biaya iklan mereka. Nielsen Media Reserch menunjukkan,  periode Januari-Oktober 2003 belanja iklan tertinggi dikeluarkan LG  sebesar Rp 92,5 miliar, diikuti Sharp senilai Rp 88,8 miliar, Samsung Rp  30,8 miliar dan Toshiba Rp 19,5 miliar. Sementara itu, nilai iklan Sony  cuma Rp 9,8 miliar dan Philips Rp 7,7 miliar.</p>
<p>Dari angka belanja iklan tersebut, tampak dua pemain baru asal  Korea Selatan, yakni LG dan Samsung, begitu agresif membombardir pasar.  Maklum, sampai sekarang pasar eletronik di Tanah Air masih dikuasai  pemain asal Jepang. Cirikhas mereka, selain berani beriklan, juga berani  mengeluarkan cakupan produk yang cukup banyak, inovasi produk yang unik  dan harga yang lebih murah. Roy Goni, pengamat pemasaran, melihat saat  ini pasar elektronik makin semrawut. Penyebabnya, suplai lebih tinggi  daripada permintaan, kendati ada peningkatan permintaan. “Jadi, tak  heran mereka aktif beriklan,” ujarnya.</p>
<p>Pemain asal Cina juga tak bisa dianggap enteng. Meskipun tak  beriklan, produk asal Negeri Tirai Bambu ini berani menaruh harga  supermiring dan nyaris tak masuk akal. AC split yang biasanya dihargai  pada angka Rp 3 jutaan, hanya dijual sekitar Rp 1,5 juta.</p>
<p>Bicara tentang produk elektronik asal Korea, LG memang pantas  dicermati. Sebab, ia adalah produsen elektronik yang paling kuat  aktivitas pemasaran dan pendanaannya. Keagresifan LG semakin kentara  dari program khusus yang dibuatnya dalam tempo yang cukup lama di  Indosiar, <em>Kuis LG Prima</em>. Penjualan LG setiap tahun minimal  tumbuh 30%. Tahun lalu penjualan LG hanya US$ 230 juta, dan tahun ini  US$ 300 juta. “Proyeksi tahun depan, pertumbuhannya naik lebih tinggi,  yaitu 40%,” ujar Sung Khiun, Manajer Penjualan Nasional dan Pemasaran LG  Electronics Indonesia, optimistis.</p>
<p>Tahun ini LG masuk ke bisnis audio DVD. Produk lain yang akan digarap adalah minikompo, <em>home</em> <em>theater, microwave oven</em> dan telepon seluler CDMA (<em>Code Digital Muti Acces</em>). Sung menegaskan, fokus yang digarap LG adalah produk <em>high end.</em> Ia yakin, tahun depan peningkatan produk elektronik <em>high end</em> akan meningkat drastis, misalnya TV layar datar (<em>flat</em>), proyektor TV atau kulkas besar (<em>refrigerator</em>). Penurunan pajak barang mewah mendorong peningkatan permintaan produk elektronik kelas atas ini.</p>
<p>Namun, di sisi lain, di pasaran terjadi perang harga produk  elektronik, sehingga profit menjadi tipis. “Kami tidak bisa mengelak  dari keadaan ini. Tapi kami tidak mau terjebak,” katanya. Karena itu,  menurutnya, LG tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya senjata untuk  merebut pasar. Itulah sebabnya, LG akan fokus di produk <em>high end</em>.</p>
<p>Sung mengungkapkan, sampai saat ini kontributor penjualan  terbesar LG adalah TV: sekitar 40% dari total penjualan produk LG.  Menyusul kulkas sebesar 25%, AC 15%, dan sisanya produk monitor  komputer, mesin cuci dan ponsel. Saat ini, produk unggulan LG adalah TV  layar datar, Flatron dan Plasma, sedangkan untuk kulkas adalah <em>Ice Beam Cooling</em>.</p>
<p>Meskipun pemain-pemain baru asal Korea ini sangat agresif,  pemain lama semacam Sharp tak tinggal diam. Produsen yang satu ini juga  tergolong berani menggempur pasar. Tak heran, Jino Sugianto, Direktur  Pemasaran dan Penjualan PT Sharp Yasonta Antarnusa, mengungkapkan, “Dari  tahun 1999 sampai sekarang, kami berada di posisi puncak.” Menurutnya,  pasar Sharp mengalami lonjakan yang luar biasa. Sebelum krisis, Sharp  hanya berada di peringkat ke-6 di pasar elektronik, tapi pada 1998  menduduki posisi ke-2.</p>
<p>Keberhasilan Sharp, menurut Jino, karena ketika sejumlah  produsen elektronik banyak mengurangi suplainya pada saat krisis, ia  melakukan hal yang sebaliknya. Sharp terus mempertahankan kontinuitas  pasokan dengan menyasar pasar ekspor, mengembangkan produk dan menambah <em>service center</em>. Karena itu, perusahaan yang memiliki 160 <em>service point</em> ini tak mem-PHK-kan seorang pun karyawannya ketika krisis.</p>
<p>Bagaimana dengan pengembangan produk? Sejumlah merek  diluncurkan untuk makin memperluas jenis produk dan target pasar.  Sebutlah, Samsung. Mulai dari perlengkapan rumah tangga — seperti  kulkas, TV, AC, audio dan mesin cuci — sampai ponsel. Produk yang  tadinya dikenal sebagai produk murahan, menurut Hermawan Kartajaya,  pakar pemasaran, kini dinobatkan Interbrand sebagai merek kedua yang  memiliki nilai ekuitas tertinggi di dunia. Kini reputasi produknya bisa  disejajarkan dengan Sony, IBM, NEC atau Canon. Ini merupakan bukti kerja  keras yang luar biasa, setelah 30 tahun memproduksi TV hitam-putih  merek Sanyo.</p>
<p>Samsung berkembang sangat pesat di Tanah Air. Total <em>turnover</em> produk yang baru hadir di Indonesia pada 1992 ini mencapai US$ 800  juta. “80% berasal dari hasil ekspor,” ujar Lee Kang Hyun, Direktur  Pemasaran PT Samsung Electronics Indonesia (SEI). Eskpor dilakukan ke  negara-negara di daratan Amerika, Eropa dan Asia. Pabrik Samsung di  Cikarang kini memang tak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan domestik  tapi juga ekspor. Namun, Lee menambahkan, ke depan SEI akan memperkuat  pasar domestik. Diharapkan, langkah ini membuat pasar ekspor dan pasar  dalam negeri SEI berimbang.</p>
<p>Namun, yang perlu disadari produsen elektronik di Indonesia,  perkembangan teknologi di industri ini sangat cepat. Akibatnya, daur  hidup produk juga singkat. Lihat saja TV, kini banyak produsen yang  menawarkan TV plasma dan layar datar. Selain itu, ada kecenderungan  menggabungkan beberapa fungsi, misalnya TV yang memiliki fasilitas VCD.  Kemudian, kini ada kulkas yang berfungsi sebagai pendingin dan pemanas  sekaligus. Begitu cepatnya perkembangan suatu produk, sehingga setiap  produsen dituntut bekerja secepat mungkin memasarkannya. Jika tidak,  produk terbaru merek lain siap menggempurnya.</p>
<p>Apalagi, sebagaimana diungkapkan Roy, <em>entry berrier</em> industri ini sangat rendah karena teknologi yang dikembangkan masih  standar. “Akibatnya, kemajuan tehnologi satu produk bisa diikuti pemain  lain,” katanya. Hal ini tak hanya terjadi pada <em>tape compo</em>, tapi juga kulkas, mesin cuci, AC, dan sebagainya. Contohnya, teknologi <em>Plasmacluster</em> yang dilakukan Sharp pada produk AC-nya. Ternyata, teknologi yang sama  juga bisa dikembangkan produsen elektronik lain seperti Samsung dan LG.  Jadi, perbedaannya tak terlalu signifikan. Ia menyarankan, seharusnya  setiap pemain membidik segmen dengan memakai <em>value preposition</em>-nya. Artinya, fokus pada layer di mana pemain lain kurang berminat.</p>
<p>Tingginya persaingan di elektronik membuat pasar bergeser dan  berkembang. Agus W. Suhadi, pengamat pemasaran, melihat, dulu televisi  ukuran 21 inci ke atas didominasi Sony karena ketajaman gambarnya. Kini,  Sharp unggul dengan varian televisi baru: layar datar. “Mereka ingin  masuk ke pasar ukuran 21 inci ke atas, tapi tidak menggunakan atribut  Sony, yang menggunakan atribut ketajaman gambar,” ujarnya. Karena Sharp  begitu gencar mengomunikasikan atribut layar datar, maka ketika  berbicara TV flat, yang teringat adalah Sharp.</p>
<p>Namun, teve ukuran di bawah 21 inci, dilanjutkannya, dikuasai  Polytron. Hanya, LG ternyata cukup kuat di teve ukuran sama. Akibatnya,  pertarungan keduanya tak bisa dihindari. “Saya lihat LG saat ini sangat  agresif,” ujarnya.<br />
Agus menyayangkan Sony yang kurang mengembangkan varian  produk tevenya. “Tampaknya, mereka tak sadar bahwa mereka masuk dalam  lingkungan teknologi yang belum <em>mature</em>,” ungkap Agus.  Dijelaskannya, walaupun suatu merek kuat di salah satu varian produk,  jika teknologinya belum mature, mereka harus waspada. “Sepertinya untuk  ukuran di atas 21 inci, Sony sekarang mulai kedodoran digempur Sharp dan  Panasonic dengan produk <em>flat</em>-nya,” tutur pengajar Prasetiya Mulya Business School ini.</p>
<p>Ketatnya persaingan di kategori TV diakui Jino. Menurutnya,  sampai saat ini kontribusi TV layar datar Sharp baru berkisar di angka  12%-15%. Yang justru memberi kontribusi besar adalah TV 14 inci (36,5%).  Sementara itu, TV 20 dan 21 inci sama-sama memberi kontribusi 30%. Ia  mengungkapkan, saat ini Sharp menguasai pangsa pasar 24% untuk kategori  TV. Dan di pasar teve di Indonesia, Sharp tercatat sebagai pemimpin  pasar sejak 1999. Keunggulan Sharp, menurut Jino, terletak pada cakupan  produknya yang lengkap, dari <em>personal type, double</em> <em>speaker</em>, layar datar, TV plasma dan TV LCD.</p>
<p>Keberhasilan Sharp memimpin pasar produk TV membuat  cengkeramannya di pasar elektronik Indonesia makin kuat. Maklum, sejak  1993 merek ini telah memimpin pasar di kategori kulkas. Pasar <em>consumer electronic</em> di Tanah Air memang ditopang dua produk ini: TV dan kulkas. Ke depan  Sharp akan membidik segmen yang lebih tinggi. “Kami tak bersaing dengan  harga tapi dalam hal image,” ujar Jino yakin. Sharp menargetkan tahun  ini pertumbuhan penjualan mencapai 30%.</p>
<p>Rupanya tak hanya Sharp yang mengincar pasar <em>high end</em>. LG pun demikian. Perusahaan yang memiliki 14 kantor cabang dan <em>online store</em> (<a href="http://www.tokolg.com/">http://www.tokolg.com</a>) ini akan membuat <em>Loyal Card</em> pada Desember 2003. Tujuannya, membuat <em>customer relationship management</em>.  Manfaat yang diperoleh, keanggotaan gratis selama satu tahun, prioritas  pelayanan, penambahan perpanjangan garansi, diskon khusus dengan sistem  poin, serta mendapat cenderamata dan buletin LG. “Intinya, kami ingin  membuat komunitas,” ujar Sung.</p>
<p>Di luar kategori TV, audio dan video, ada merek yang mampu  berkibar di kategori produk lain. Sebutlah mesin cuci dan AC, dominasi  National cukup kuat. Hanya, menurut Riza Bachri, belakangan di gerai EC  Thamrin, banyak orang yang beralih ke LG dan Samsung. Alasannya, dua  produk ini sangat agresif memperkenalkan produk baru. Sementara itu,  merek lain seperti National-Panasonic cenderung monoton. Malah, merek  yang per 18 Desember 2003 akan melebur jadi satu (Panasonic) ini  terkesan ingin menghabiskan stoknya.</p>
<p>Ke depan Roy melihat akan terjadi banyak perkembangan pasar di industri ini, misalnya pasar <em>home theater</em> dan TV plasma. Sejauh ini, TV plasma misalnya, memang menyasar  kalangan- atas. Namun, di masa mendatang TV ini akan turun kelas dan  menyasar segmen yang lebih bawah. Ini merupakan konsekuensi tingginya  persaingan dan banyaknya produsen yang menawarkan produk tersebut.</p>
<p>Uniknya, meskipun terjadi pergeseran, ada juga produk yang  begitu sulit digoyang dari posisinya. Lihat saja Philips. Meskipun di  sini belanja iklannya kalah jauh, Philips kadung memiliki pembeli loyal.  Hal ini bisa dilihat dalam hal pilihan konsumen dalam membeli lampu, <em>mixer, juicer</em> dan <em>blender</em>.</p>
<p>Yang menarik, isu kesehatan dan lingkungan juga dijadikan  senjata para produsen elektronik untuk bersaing di pasaran. Sebagai  contoh, AC National Organix. AC ini dipromosikan sebagai produk yang  mampu mengeluarkan zat organik alami yang bisa melumpuhkan jamur dan  bakteri serta menyegarkan udara. Lalu, Sharp meluncurkan AC dengan unsur  <em>plasmacluster</em>. Karena sukses, Sharp lalu meluncurkan jenis kulkas dengan <em>plasmacluster</em> juga. Kulkas ukuran besar yang memanfaatkan kinerja ion positif dan  negatif ini dapat membunuh bakteri, spora jamur dan menghilangkan bau  dalam kulkas. “Uji coba terhadap roti yang disimpan pada kulkas <em>plasmacluster</em> selama 10 hari menunjukkan, roti masih dalam keadaan sehat. Sementara kalau tanpa <em>plasmacluster</em>, tumbuh spora jamur,” kata Jino.</p>
<p>Tak hanya berpromosi secara gencar untuk merebut konsumen.  Cara lain pun ditempuh produsen elektronik guna membuat konsumen mau  membeli produknya, misalnya dengan menggelar program undian, <em>trade in</em> (tukar tambah), <em>cash back</em> sampai pemberian voucer. Samsung, misalnya, memberikan voucer kepada  konsumen senilai Rp 50 ribu jika ingin membeli produk Samsung. Contoh  lain yang unik adalah Program <em>100% Money Back Guarantee</em> dari  Philips. Dengan program ini, Philips akan membeli kembali produknya yang  telah dibeli, jika kondisinya sesuai dengan 8 syarat yang ditentukan  Philips.</p>
<p>Yang tak kalah menarik, perkembangan jalur penjualan.  Sebelumnya, dominasi Plaza Glodok sangat besar, tapi sejak terjadi  kebakaran, konsentrasi penjualan elektronik terpecah. Belakangan ada  tren penjualan elektronik dilakukan di gerai-gerai khusus dan cukup  atraktif, semisal EC dan Agis. Di sisi lain, penyebaran pola penjualan  telah mencapai hypermarket seperti Carrefour. Malah, <em>hypermarket</em> asal Prancis ini memberi perhatian yang cukup besar untuk industri ini.  Hal ini tampak dari luasnya areal elektronik dan banyaknya produk yang  ditawarkan. Areal elektronik Carrefour pun termasuk yang sangat ramai  dikunjungi konsumen.</p>
<p>Tak heran, Agus menilai saat ini persaingannya bukan lagi EC  melawan Plaza Glodok atau yang lain, tapi mereka melawan Carrefour.  “Apalagi ketika Carrefour menggelar gebyar 0%, wah Electronic City  langsung kena imbasnya,” ujarnya. Yang makin seru, ternyata Carrefour  melakukan kerja sama pemasaran dengan sejumlah produsen asal Cina.  Produknya, dari AC, <em>tape minicompo</em>, dispenser sampai TV. Karena  dibeking Carrefour secara langsung, tak heran produk tersebut dipajang  secara khusus dan dijual separuh harga dari merek lain.</p>
<p>Meskipun saluran distribusi modern tumbuh bagai jamur, menurut  Sung Khiun, pembelian produk LG dari sektor ini belumlah terlalu besar  dibanding di toko-toko tradisional. “Kontribusi penjualan dari jalur ini  secara nasional masih di bawah 15%,” ujarnya. Karena itu, ada langkah  dari perusahaan yang memiliki 60 tempat servis ini untuk memperkuat toko  tersebut, misalnya dengan membuatkan <em>display</em> atau program <em>below the line</em> lainnya. Hal ini terjadi juga pada Sharp. Kata Jino, kontribusi  terbesar Sharp masih dari gerai tradisional. Adapun gerai modern hanya  memberi kontribusi 12% untuk wilayah Jawa-Bali terhadap total penjualan  Sharp. Hanya, Sung menerangkan, bagi LG, bekerja sama dengan saluran  distribusi modern terasa lebih nyaman karena mereka telah memiliki  sistem yang jelas dan mapan.</p>
<p>Tak kalah penting, layanan pascajual, yang juga dijadikan  sebagai bagian dari upaya mendongkrak penjualan. Layanan pascajual yang  baik akan membuat konsumen tertarik membeli produk dari merek yang sama.  Selain itu, jika konsumen puas, ia akan merekomendasikan produk yang  dipakainya kepada keluarga dan teman baiknya. Beragam jenis layanan  pascajual digelar, misalnya <em>Kontrak Service</em> atau <em>Call Center</em> 24 jam.</p>
<p>Sharp, misalnya, meluncurkan <em>Quick Service</em>, layanan  cepat atas segala kerusakan produk Sharp milik konsumen. Saat konsumen  datang ke tempat servis Sharp atau pekerja Sharp datang ke rumah  pelanggan, saat itu juga kerusakan diselesaikan. Sementara itu, LG  menggulirkan program <em>Service 365 hari</em>. Artinya, hari Minggu pun  tetap dilayani. LG juga menyediakan layanan bebas pulsa 0800-123-7777.  Lewat layanan ini, konsumen bisa menyampaikan komplain atau pertanyaan  secara gratis. LG juga menyediakan Mobis (<em>Mobil</em> <em>Service</em>) dan motor.</p>
<p>Program LG lainnya yang juga menarik adalah <em>Happy Call Service</em>. Dengan program ini, setelah konsumen membeli produk LG, pihak LG akan menanyakan kembali kepada konsumen tentang keluhan atau <em>input</em> lain. Saat ini, jaringan servis LG terdiri dari 60 titik di seluruh Indonesia.</p>
<p>Dalam pengamatan Agus, Sony kuat dalam layanan pascajual.  “Selain itu, Panasonic, karena di belakangnya ada National Gobel,  disusul Polytron dan LG,” ujarnya. Menurut dia, LG punya layanan  pascajual bagus karena di belakangnya ada Grup Astra.</p>
<p>Tingginya permintaan terhadap produk elektronik mendorong  lembaga pembiayaan mendanai pembelian produk. Tak hanya Sumber Kredit  dan Columbia yang sudah lama bermain di bisnis pembiayaan pembelian  elektronik, lembaga keuangan lain seperti Adira Finance, Bank Mandiri  dan HSBC pun giat mendanai pembelian produk ini. Tak ketinggalan,  Citibank juga agresif memberikan kredit pembelian produk elektronik  melalui program Eazypay. Menurut Roy, kehadiran lembaga pembiayaan dalam  pembelian produk elektronik merupakan reaksi terhadap lebih tingginya  suplai daripada permintaan. Ini, tentu saja, membuat distribusi produk  elektronik semakin mudah dan cepat. Namun, di sisi lain, tingkat  persaingan pun makin ketat.</p>
<p><em>Reportase: Abraham Susanto, Farida Nawang Nurini, Herning Banirestu, Taufik Hidayat, Tutut Handayani.<br />
Riset: Siti Sumariyati, Vika Octavia.</em></p>
<form action="http://swa.co.id/wp-comments-post.php" method="post"> </form><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=435&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/11/08/berebut-pasar-elektronik-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit mengenal listrik</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/10/26/sedikit-mengenal-listrik/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/10/26/sedikit-mengenal-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 09:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Ada baiknya kita mengenal peralatan listrik yang ada di rumah kita. Tujuannya adalah agar kita dapat memahami dan mengenal peralatan tersebut dari namanya, kegunaannya, syukur-syukur cara memperbaiki atau penanganan kalau terjadi gangguan pada peralatan tersebut. Tujuan yang lain adalah kalau kita mengenal minimal tahu namanya dari peralatan listrik itu, suatu saat apabila ada masalah misalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=424&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada baiknya kita mengenal peralatan  listrik yang ada di rumah kita. Tujuannya adalah agar kita dapat  memahami dan mengenal peralatan tersebut dari namanya, kegunaannya,  syukur-syukur cara memperbaiki atau penanganan kalau terjadi gangguan  pada peralatan tersebut. Tujuan yang lain adalah kalau kita mengenal  minimal tahu namanya dari peralatan listrik itu, suatu saat apabila ada  masalah misalnya kita harus memanggil orang atau teknisi untuk  memperbaiki kita dapat langsung dengan cepat menyebutkan  permasalahannya. Contoh lain yaitu ketika kita harus mengganti sendiri  (kalau bisa), dan membeli di toko kita tidak perlu lama-lama menjelaskan  kepada pelayan toko nama peralatan yang hendak kita beli. Satu lagi,  pada suatu ketika kita sedang membangun rumah atau mengganti instalasi  rumah kita kita bisa memeriksa peralatan atau material listrik yang akan  dipasang sudah sesuai standar atau belum.</p>
<p>Mengenai standar, di  Indonesia ada badan standar nasional (BSN), Lembaga Masalah Kelistrikan  (LMK), dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Peralatan listrik yang akan  digunakan untuk instalasi harus memenuhi ketentuan Peraturan Umum  instalasi Listrik (PUIL) *ayat 202 A2.  Standarisasi  peralatan yang ditetapkan oleh badan-badan standar  tersebut sebagian besar juga berdasar pada standar internasional. PLN  sendiri telah menetapkan standar dengan melakukan survey lapangan  langsung dan mengeluarkan semacam sertifikasi untuk setiap pemasangan  instalasi rumah baru.</p>
<p>Baiklah kita mulai langsung pembahasannya</p>
<p>1. Kabel Listrik<br />
Untuk  instalasi rumah tinggal menurut ukuran biasa menggunakan kabel  berpenampang 2,5mm2 untuk power outlet (stop kontak). Kemudian untuk  instalasi lampu-lampu menggunakan kabel berpenampang 1,5mm2 .<br />
Kabel yang sering dipakai untuk instalasi rumah tinggal jenisnya antara lain:</p>
<ul>
<li>NYA (Berisolasi PVC penghantar tembaga kawat tunggal)</li>
</ul>
<p>Kabel i<a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nya.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nya.jpg?w=225" border="0" alt="" /></a>ni biasa dipakai untuk instalasi berpipa (conduit)  dan harus menggunakan pipa karena isolasinya tunggal (satu lapisan).  Tidak baik digunakan untuk instalasi outdoor misal: lampu taman.</p>
<ul>
<li>NYM (Berisolasi PVC berselubung karet penghantar tembaga kawat tunggal)</li>
</ul>
<p>Warna i<a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nym.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nym.jpg?w=225" border="0" alt="" /></a>solasi  terluarnya adalah putih. Tersedia dalam berbagai ukuran yang menentukan  jumlah kawat di dalamnya contohnya : 2&#215;1,5mm2, 2&#215;2,5mm2, 3&#215;1,5mm2,  4&#215;2,5mm2 dan lain-lain. Yang menentukan jumlah kawat di dalam kabel  adalah angka di depan “x”. Misal 2&#215;1,5mm2 berarti 2 kawat masing-masing  berukuran penampang 1,5mm2. Penghantar tembaga kawat tunggal, namun  untuk penampang di atas 16mm2 penghantarnya berupa beberapa kawat yang  dipilin menjadi satu.<br />
Kabel jenis ini bisa digunakan untuk instalasi  dalam rumah tanpa pipa kecuali ditanam dalam tembok. Untuk instalasi  dalam tembok harus tetap menggunakan pipa conduit.</p>
<ul>
<li>NYY (Berisolasi PVC berselubung PVC penghantar tembaga kawat tunggal)</li>
</ul>
<p><a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nyy-cable-150.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nyy-cable-150.jpg?w=150" border="0" alt="" /></a>Warna isolasi terluarnya hitam. Seperti NYM, kabel ini juga dalam berbagai ukuran penampang dan jumlah kawatnya.<br />
Kabel  ini bisa digunakan untuk instalasi indoor maupun outdoor tanpa pipa  sekalipun (apabila terpaksa) karena isolasi kabel jenis ini kuat  menghadapi berbagai cuaca (weatherproof). Satu lagi, kabel NYY ini harganya lebih mahal dari jenis-jenis kabel sebelumnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>2. KWh (Kilo Watt Hour) meter<br />
Peralata<a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/776505_dsc01639.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/776505_dsc01639.jpg?w=200" border="0" alt="" /></a>n  ini milik PLN dan disegel, gunanya untuk mengukur beban yang dipakai.  Berada di luar rumah agar memudahkan petugas pencatat setiap bulannya  melakukan pencatatan meter Kwh. Alat ini dilengkapi pembatas arus (current limiter)  berupa MCB yang juga disegel. Tujuan dipasang MCB ini adalah membatasi  pemakaian sesuai dengan batas beban saat pertama registrasi atau  pemasangan listrik misal 2A untuk daya 450VA, 4A untuk daya 900VA, 6A  untuk daya 1300VA, dan sebagainya.</p>
<p>3. Pemutus Beban (Fuse / Sekring)<br />
Alat i<a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/screw_in_mini_cricuit_breaker-summ.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/screw_in_mini_cricuit_breaker-summ.jpg?w=100" border="0" alt="" /></a>ni  adanya setelah Kwh meter milik PLN. Untuk pengaman arus lebih   instalasi rumah, digunakan fuse atau sekring atau patron lebur yang  apabila terjadi short  (konslet) pada instalasi akan putus dan harus diganti dengan yang baru.  Kemudian agar tidak setiap putus ganti baru yang artinya keluar duit  lagi untuk beli, maka ada sekring otomatis yang bekerja dengan bimetal  dan ada tombol resetnya. Jadi setiap terjadi masalah dalam instalasi,  sekring otomatis akan memutuskan arus kemudian untuk mengembalikannya  tidak perlu membeli yang baru (kalau tidak rusak) cukup tekan tombol dan  listrik di rumah hidup lagi.<br />
Sekring dengan berbagai ukuran yang biasa digunakan untuk instalasi rumah yaitu 2A, 4A, 6A, dan 10A.<br />
Namun  sekarang, alat ini mulai ditinggalkan dan digeser oleh MCB karena  alasan keamanan (socketnya ulir sering rusak yang menimbulkan panas dan  kebakaran) dan kepraktisannya (karena bimetal, setiap memutus beban  karena panas sehingga harus menunggu beberapa saat untuk menghidupkannya  kembali).</p>
<p>4. Miniatur Circuit Breaker (MCB)<br />
Alat yang <a href="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/mini_circuit_breaker_mcb_.jpg"><img src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/mini_circuit_breaker_mcb_.jpg?w=300" border="0" alt="" /></a>berfungsi  untuk memutus hubungan listrik bekerja secara otomatis apabila ada arus  atau beban lebih (melebihi kapasitas nomilan MCB tsb). Hal ini termasuk  juga apabila terjadi short circuit atau hubung pendek atau konslet  karena pada saat terjadi short, arus listrik akan melonjak naik. Sebagai  pembatas beban, MCB dipasang bersama KWH meter dan disegel oleh PLN  biasanya bertuas warna biru. Sedang untuk pengaman instalasi listrik di  dalam alat ini bertugas menggantikan sekring biasanya warna hitam pada  tuasnya. Untuk pengoperasiannya sangat sederhana yakni menggunakan tuas  naik (on) dan turun (off).<br />
Ukuran  MCB sama seperti sekring ada 2Ampere, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, dst. MCB  terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan pemutusan arus  listrik. Menurut phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan menurut jenis  peralatan yang akan diproteksi misal: instalasi motor 3phasa,  instalasi  tenaga, dll masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=424&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/10/26/sedikit-mengenal-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nya.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nym.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/nyy-cable-150.jpg?w=150" medium="image" />

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/776505_dsc01639.jpg?w=200" medium="image" />

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/screw_in_mini_cricuit_breaker-summ.jpg?w=100" medium="image" />

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/mini_circuit_breaker_mcb_.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MANDIRI MOTOR</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/10/04/mandiri-motor-2/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/10/04/mandiri-motor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 07:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[MANDIR MOTOR Bengkel Mobil yang dengan Mekanik yang berpengalaman yang mampu mengatasi per masalahan mobil anda&#8230; MANDIRI MOTOR Jl.brigif no.166,Bukit Cinere Gandul Hub: 021 33283782,087770426234,081219722072Filed under: Tak Berkategori<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=387&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MANDIR MOTOR</p>
<p>Bengkel Mobil yang dengan Mekanik yang berpengalaman yang mampu mengatasi per masalahan mobil anda&#8230;</p>
<p>MANDIRI MOTOR</p>
<p>Jl.brigif no.166<a rel="attachment wp-att-388" href="http://iptech.wordpress.com/2010/10/04/mandiri-motor-2/mob-honda/"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="mob honda" src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/mob-honda.jpg?w=632" alt=""   /></a>,Bukit Cinere Gandul</p>
<p>Hub: 021 33283782,087770426234,081219722072</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=387&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/10/04/mandiri-motor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/10/mob-honda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mob honda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga AC flor stand</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/harga-ac-flor-stand/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/harga-ac-flor-stand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 10:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG &#8211; RED Model : LP-C2863(R) AC Panasonic Floor Standing 3 Pk Model : Panasonic Floor Standing 3 Pk, AC Daikin Floor Standing 3 Pk Model : Daikin Floor Standing 3 Pk Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG &#8211; Gold Model : LP-C2863(B) Kategori Air Conditioner [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=360&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table cellspacing="2" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"></td>
<td align="center"></td>
<td align="center"></td>
</tr>
<tr>
<td width="150" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/product-detail.php?pid=1977"> <img src="http://www.lextronik.com/images/product/small/LP-C2863%20R-S.gif" border="0" alt="Detail" /> </a></td>
<td width="150" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/product-detail.php?pid=2473"> <img src="http://www.lextronik.com/images/product/small/ree%20Floorstanding%203%20Pk-S.gif" border="0" alt="Detail" /> </a></td>
<td width="150" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/product-detail.php?pid=2471"> <img src="http://www.lextronik.com/images/product/small/AC%20Daikin%20Floor%20Standing%203%20Pk-S.gif" border="0" alt="Detail" /> </a></td>
<td width="150" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/product-detail.php?pid=1979"> <img src="http://www.lextronik.com/images/product/small/LP-C2863%28B%29-S.gif" border="0" alt="Detail" /> </a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG  &#8211; RED<br />
Model : LP-C2863(R)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">AC Panasonic Floor Standing 3 Pk<br />
Model : Panasonic Floor Standing 3 Pk,</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">AC Daikin Floor Standing 3 Pk<br />
Model : Daikin Floor Standing 3 Pk</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG  &#8211; Gold<br />
Model : LP-C2863(B)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Kategori</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/product.php?catid=1"><strong>Air   Conditioner</strong></a> &gt; <a href="http://www.lextronik.com/product.php?sctid=28">Floor Standing 3 PK</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Kategori</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/product.php?catid=1"><strong>Air   Conditioner</strong></a> &gt; <a href="http://www.lextronik.com/product.php?sctid=28">Floor Standing 3 PK</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Kategori</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/product.php?catid=1"><strong>Air   Conditioner</strong></a> &gt; <a href="http://www.lextronik.com/product.php?sctid=28">Floor Standing 3 PK</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Kategori</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/product.php?catid=1"><strong>Air   Conditioner</strong></a> &gt; <a href="http://www.lextronik.com/product.php?sctid=28">Floor Standing 3 PK</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Merk</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=2">LG</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Stok</td>
<td>Ready</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Garansi</td>
<td height="60" valign="top">5 Tahun LG Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td valign="top">Harga</td>
<td>Rp. 24,500,000,-</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" vspace="4" /></td>
<td>Harga sudah termasuk pasang, 5m pipa.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="60" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=2"><img src="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-lg.gif" border="0" alt="" /></a></td>
<td valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Merk</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=4">Panasonic</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Stok</td>
<td>Call</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Garansi</td>
<td height="60" valign="top">3 Tahun Panasonic Gobel Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td valign="top">Harga</td>
<td>Rp. 20,600,000,-</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" vspace="4" /></td>
<td>Harga Sudah termasuk pasang, 5m pipa.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="60" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=4"><img src="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-panasonic.gif" border="0" alt="" /></a></td>
<td valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Merk</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=33">Daikin</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Stok</td>
<td>Call</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Garansi</td>
<td height="60" valign="top">3 Tahun Daikin</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td valign="top">Harga</td>
<td>Rp. 18,250,000,-</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" vspace="4" /></td>
<td>Harga Sudah termasuk pasang, 5m pipa.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="60" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=33"><img src="http://www.lextronik.com/images/brand/logo_daikin_en.gif" border="0" alt="" /></a></td>
<td valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Merk</td>
<td><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=2">LG</a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Stok</td>
<td>Call</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td width="50" valign="top">Garansi</td>
<td height="60" valign="top">5 Tahun LG Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" /></td>
<td valign="top">Harga</td>
<td>Rp. 24,500,000,-</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="8" valign="top"><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" alt="" vspace="4" /></td>
<td>Harga sudah termasuk pasang, 5m pipa.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" height="1" bgcolor="#cccccc"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="60" align="center" valign="middle"><a href="http://www.lextronik.com/search.php?Brand=2"><img src="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-lg.gif" border="0" alt="" /></a></td>
<td valign="bottom"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<div>
<div id="unit_long1977">
<ul id="unit_ul1977">
<li>Currently 6.00/7</li>
</ul>
<p>Rating: <strong> 6.0</strong>/7 (1 vote cast)</p>
</div>
</div>
</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<div>
<div id="unit_long2473">
<ul id="unit_ul2473">
<li>Currently 6.00/7</li>
</ul>
<p>Rating: <strong> 6.0</strong>/7 (1 vote cast)</p>
</div>
</div>
</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<div>
<div id="unit_long2471">
<ul id="unit_ul2471">
<li>Currently 1.00/7</li>
</ul>
<p>Rating: <strong> 1.0</strong>/7 (1 vote cast)</p>
</div>
</div>
</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center">
<div>
<div id="unit_long1979">
<ul id="unit_ul1979">
<li>Currently 5.00/7</li>
</ul>
<p>Rating: <strong> 5.0</strong>/7 (2 votes cast)</p>
</div>
</div>
</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Deskripsi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG  &#8211; RED</div>
</td>
<td width="150" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Deskripsi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>AC Panasonic Floor Standing 3 Pk</div>
</td>
<td width="150" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Deskripsi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>AC Daikin Floor Standing 3 Pk</div>
</td>
<td width="150" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Deskripsi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Art Cool Floor Standing Air Conditioner by LG  &#8211; Blue</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Spesifikasi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Capacity : 28,000 Btu/h<br />
Power Input : 3000 watt<br />
Voltage : 220 &#8211; 240 volt<br />
EER : 9.33 Btu/hr.W<br />
Dimension (WxHxD) mm :<br />
570 x 1,820 x 311<br />
Dual Sliding Door<br />
Plasma Air Cleaner<br />
LCD Touch Display<br />
3D wide Airflow System<br />
Self Cleaning<br />
Auto Ooperation<br />
Child Lock</div>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Spesifikasi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>N/A</div>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Spesifikasi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>N/A</div>
</td>
<td valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#6699cc">
<tbody>
<tr>
<td width="25" height="25">
<div><img src="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" alt="" /></div>
</td>
<td><strong>Spesifikasi</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Capacity : 28,000 Btu/h<br />
Power Input : 3000 watt<br />
Voltage : 220 &#8211; 240 volt<br />
EER : 9.33 Btu/hr.W<br />
Dimension (WxHxD) mm :<br />
570 x 1,820 x 311<br />
Dual Sliding Door<br />
Plasma Air Cleaner<br />
LCD Touch Display<br />
3D wide Airflow System<br />
Self Cleaning<br />
Auto Ooperation<br />
Child Lock</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=360&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/harga-ac-flor-stand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/product/small/LP-C2863%20R-S.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/product/small/ree%20Floorstanding%203%20Pk-S.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/product/small/AC%20Daikin%20Floor%20Standing%203%20Pk-S.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/product/small/LP-C2863%28B%29-S.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-lg.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-panasonic.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/brand/logo_daikin_en.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-small-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/brand/logo-lg.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lextronik.com/images/bullet-large-blue.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>List harga ac split</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/list-harga-ac-split/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/list-harga-ac-split/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 09:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[No Merk Capacity Model Watt Harga dalam Rp 1 Akira 0.50 05CGU 450 2,410,000 2 Akira 0.75 07CGU 730 2,560,000 3 Akira 1.00 10CGU 900 2,610,000 4 Changhong 0.50 CSC05T1 320 2,500,000 5 Changhong 0.50 CSC05Y3 540 2,400,000 6 Changhong 0.75 CSC07T1 530 2,550,000 7 Changhong 0.75 CSC07Y3 750 2,350,000 8 Changhong 0.75 CSC07P3 750 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=355&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table id="button" style="height:165px;" border="0" width="800" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="149"><a rel="attachment wp-att-370" href="http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/list-harga-ac-split/gambar-ac/"><img class="aligncenter size-full wp-image-370" title="GAMBAR AC" src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/09/gambar-ac.jpg?w=632" alt=""   /></a></td>
<td width="125"></td>
<td width="125"></td>
<td width="125"></td>
<td width="125"></td>
<td width="125"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="height:24px;" border="0" width="544" align="center">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#333333"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="height:2257px;" border="1" width="544" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="146" height="50" align="center" bgcolor="#0099ff"></td>
<td width="30" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>No</strong></td>
<td width="157" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>Merk</strong></td>
<td width="85" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>Capacity</strong></td>
<td width="139" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>Model</strong></td>
<td width="68" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>Watt</strong></td>
<td width="137" align="center" bgcolor="#0099ff"><strong>Harga dalam Rp </strong></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="109" align="left" valign="top" bgcolor="#999999"></td>
<td width="30">1</td>
<td width="157">Akira</td>
<td width="85">0.50</td>
<td width="139">05CGU</td>
<td width="68" align="right">450</td>
<td width="137" align="right">2,410,000</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>Akira</td>
<td>0.75</td>
<td>07CGU</td>
<td width="68" align="right">730</td>
<td width="137" align="right">2,560,000</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>Akira</td>
<td>1.00</td>
<td>10CGU</td>
<td width="68" align="right">900</td>
<td width="137" align="right">2,610,000</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>Changhong</td>
<td>0.50</td>
<td>CSC05T1</td>
<td align="right">320</td>
<td align="right">2,500,000</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>Changhong</td>
<td>0.50</td>
<td>CSC05Y3</td>
<td width="68" align="right">540</td>
<td width="137" align="right">2,400,000</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>Changhong</td>
<td>0.75</td>
<td>CSC07T1</td>
<td align="right">530</td>
<td align="right">2,550,000</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>Changhong</td>
<td>0.75</td>
<td>CSC07Y3</td>
<td width="68" align="right">750</td>
<td width="137" align="right">2,350,000</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>Changhong</td>
<td>0.75</td>
<td>CSC07P3</td>
<td width="68" align="right">750</td>
<td width="137" align="right">2,450,000</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.00</td>
<td>CSC09T1</td>
<td align="right">650</td>
<td align="right">2,600,000</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.00</td>
<td>CSC09Y3</td>
<td width="68" align="right">900</td>
<td width="137" align="right">2,350,000</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.00</td>
<td>CSC09P3</td>
<td width="68" align="right">900</td>
<td width="137" align="right">2,550,000</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>Changhong deluxe mirror</td>
<td>1.00</td>
<td>CSC09Q</td>
<td width="68" align="right">900</td>
<td width="137" align="right">2,900,000</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.00</td>
<td>CPC09C</td>
<td width="68" align="right">1,010</td>
<td width="137" align="right">2,775,000</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.50</td>
<td>CSC12T1</td>
<td align="right">870</td>
<td align="right">3,300,000</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.50</td>
<td>CSC12Y3</td>
<td width="68" align="right">1,200</td>
<td width="137" align="right">3,000,000</td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.50</td>
<td>CSC12Q</td>
<td width="68" align="right">1,200</td>
<td width="137" align="right">3,250,000</td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.50</td>
<td>CSC12P3</td>
<td width="68" align="right">1,200</td>
<td width="137" align="right">3,130,000</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>Changhong</td>
<td>1.50</td>
<td>CPC12C</td>
<td width="68" align="right">1,200</td>
<td width="137" align="right">3,275,000</td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>Changhong</td>
<td>2.00</td>
<td>CSC18Y3</td>
<td width="68" align="right">1,900</td>
<td width="137" align="right">4,125,000</td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>Changhong</td>
<td>2.00</td>
<td>KF51LW</td>
<td width="68" align="right">1,950</td>
<td width="137" align="right">6,650,000</td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>Changhong</td>
<td>2.50</td>
<td>CSC24Y3</td>
<td width="68" align="right">2,700</td>
<td width="137" align="right">5,975,000</td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>Changhong</td>
<td>3.00</td>
<td>KF71LW</td>
<td width="68" align="right">NA</td>
<td width="137" align="right">8,400,000</td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>Changhong</td>
<td>5.00</td>
<td>KF120LW</td>
<td width="68" align="right">NA</td>
<td width="137" align="right">11,800,000</td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>Dast</td>
<td>0.50</td>
<td>05GPD</td>
<td width="68" align="right">540</td>
<td width="137" align="right">2,400,000</td>
</tr>
<tr>
<td>25</td>
<td>Dast</td>
<td>0.75</td>
<td>07GPD</td>
<td width="68" align="right">700</td>
<td width="137" align="right">2,525,000</td>
</tr>
<tr>
<td>26</td>
<td>Dast</td>
<td>1.00</td>
<td>09GPD</td>
<td width="68" align="right">900</td>
<td width="137" align="right">2,625,000</td>
</tr>
<tr>
<td>27</td>
<td>General</td>
<td>1.50</td>
<td>ASG12CW</td>
<td width="68" align="right">1,200</td>
<td width="137" align="right">3,910,000</td>
</tr>
<tr>
<td>28</td>
<td>Gree</td>
<td>0.50</td>
<td>GW05</td>
<td width="68" align="right">450</td>
<td width="137" align="right">2,350,000</td>
</tr>
<tr>
<td>29</td>
<td>Gree</td>
<td>0.75</td>
<td>GW07</td>
<td width="68" align="right">760</td>
<td width="137" align="right">2,400,000</td>
</tr>
<tr>
<td>30</td>
<td>Gree</td>
<td>1.00</td>
<td>GW09</td>
<td width="68" align="right">970</td>
<td width="137" align="right">2,550,000</td>
</tr>
<tr>
<td>31</td>
<td>LG</td>
<td>0.50</td>
<td>05ICE</td>
<td align="right">390</td>
<td align="right">3,325,000</td>
</tr>
<tr>
<td>32</td>
<td>LG</td>
<td>0.50</td>
<td>05LPBX</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,100,000</td>
</tr>
<tr>
<td>33</td>
<td>LG</td>
<td>0.50</td>
<td>05LG-2</td>
<td width="68" align="right">390</td>
<td width="137" align="right">2,550,000</td>
</tr>
<tr>
<td>34</td>
<td>LG</td>
<td>0.75</td>
<td>07LS-1</td>
<td width="68" align="right">570</td>
<td width="137" align="right">2,650,000</td>
</tr>
<tr>
<td>35</td>
<td>LG</td>
<td>0.75</td>
<td>07LPB</td>
<td width="68" align="right">570</td>
<td width="137" align="right">3,150,000</td>
</tr>
<tr>
<td>36</td>
<td>LG</td>
<td>1.00</td>
<td>09ICE</td>
<td align="right">770</td>
<td align="right">3,500,000</td>
</tr>
<tr>
<td>37</td>
<td>LG</td>
<td>1.00</td>
<td>09LPBX</td>
<td width="68" align="right">690</td>
<td width="137" align="right">3,200,000</td>
</tr>
<tr>
<td>38</td>
<td>LG</td>
<td>1.00</td>
<td>09LS-1</td>
<td width="68" align="right">795</td>
<td width="137" align="right">2,750,000</td>
</tr>
<tr>
<td>39</td>
<td>LG</td>
<td>1.00</td>
<td>09LG</td>
<td width="68" align="right">795</td>
<td width="137" align="right">2,850,000</td>
</tr>
<tr>
<td>40</td>
<td>LG</td>
<td>1.50</td>
<td>12LG</td>
<td width="68" align="right">1,100</td>
<td width="137" align="right">3,800,000</td>
</tr>
<tr>
<td>41</td>
<td>LG</td>
<td>2.00</td>
<td>18LG</td>
<td width="68" align="right">1,680</td>
<td width="137" align="right">5,525,000</td>
</tr>
<tr>
<td>42</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>0.50</td>
<td>06CI</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,075,000</td>
</tr>
<tr>
<td>43</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>1.00</td>
<td>08VC</td>
<td width="68" align="right">700</td>
<td width="137" align="right">3,050,000</td>
</tr>
<tr>
<td>44</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>1.00</td>
<td>10VC</td>
<td width="68" align="right">820</td>
<td width="137" align="right">3,255,000</td>
</tr>
<tr>
<td>45</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>1.00</td>
<td>09CI</td>
<td width="68" align="right">860</td>
<td width="137" align="right">3,180,000</td>
</tr>
<tr>
<td>46</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>1.50</td>
<td>12CI</td>
<td width="68" align="right">1,100</td>
<td width="137" align="right">4,100,000</td>
</tr>
<tr>
<td>47</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>1.50</td>
<td>12VC</td>
<td width="68" align="right">1,250</td>
<td width="137" align="right">4,450,000</td>
</tr>
<tr>
<td>48</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>2.00</td>
<td>18CEV</td>
<td width="68" align="right">1,630</td>
<td width="137" align="right">6,600,000</td>
</tr>
<tr>
<td>49</td>
<td>Mitsubishi</td>
<td>2.00</td>
<td>18VC</td>
<td width="68" align="right">1,750</td>
<td width="137" align="right">6,500,000</td>
</tr>
<tr>
<td>50</td>
<td>Panasonic</td>
<td>0.50</td>
<td>KC5KKJ</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,200,000</td>
</tr>
<tr>
<td>51</td>
<td>Panasonic</td>
<td>0.75</td>
<td>KC7KKJ</td>
<td align="right">570</td>
<td align="right">3,300,000</td>
</tr>
<tr>
<td>52</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.00</td>
<td>KC9KKJ</td>
<td align="right">670</td>
<td align="right">3,475,000</td>
</tr>
<tr>
<td>53</td>
<td>Panasonic</td>
<td>0.50</td>
<td>5JKJ</td>
<td width="68" align="right">395</td>
<td width="137" align="right">2,825,000</td>
</tr>
<tr>
<td>54</td>
<td>Panasonic</td>
<td>0.75</td>
<td>7KKP</td>
<td width="68" align="right">590</td>
<td width="137" align="right">3,350,000</td>
</tr>
<tr>
<td>55</td>
<td>Panasonic</td>
<td>0.75</td>
<td>7JKJ</td>
<td width="68" align="right">595</td>
<td width="137" align="right">2,925,000</td>
</tr>
<tr>
<td>56</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.00</td>
<td>S10KKP</td>
<td width="68" align="right">730</td>
<td width="137" align="right">4,475,000</td>
</tr>
<tr>
<td>57</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.00</td>
<td>9JKJ</td>
<td width="68" align="right">840</td>
<td width="137" align="right">3,025,000</td>
</tr>
<tr>
<td>58</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.00</td>
<td>9KKP</td>
<td width="68" align="right">880</td>
<td width="137" align="right">3,425,000</td>
</tr>
<tr>
<td>59</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.50</td>
<td>C12KKP</td>
<td width="68" align="right">1,110</td>
<td width="137" align="right">5,050,000</td>
</tr>
<tr>
<td>60</td>
<td>Panasonic</td>
<td>1.50</td>
<td>PC12KKP</td>
<td width="68" align="right">1,170</td>
<td width="137" align="right">3,625,000</td>
</tr>
<tr>
<td>61</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.00</td>
<td>PC18KKP</td>
<td align="right">1,800</td>
<td align="right">5,975,000</td>
</tr>
<tr>
<td>62</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.00</td>
<td>S13KKP</td>
<td width="68" align="right">1,160</td>
<td width="137" align="right">6,375,000</td>
</tr>
<tr>
<td>63</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.00</td>
<td>C18KKP</td>
<td width="68" align="right">1,750</td>
<td width="137" align="right">6,525,000</td>
</tr>
<tr>
<td>64</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.50</td>
<td>S24KKP</td>
<td width="68" align="right">1,880</td>
<td width="137" align="right">12,625,000</td>
</tr>
<tr>
<td>65</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.50</td>
<td>C24KKP</td>
<td width="68" align="right">2,350</td>
<td width="137" align="right">10,825,000</td>
</tr>
<tr>
<td>66</td>
<td>Panasonic</td>
<td>2.50</td>
<td>PC24KKP</td>
<td width="68" align="right">2,570</td>
<td width="137" align="right">9,075,000</td>
</tr>
<tr>
<td>67</td>
<td>Polytron</td>
<td>0.50</td>
<td>PLE688</td>
<td align="right">320</td>
<td align="right">2,900,000</td>
</tr>
<tr>
<td>68</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.50</td>
<td>05RU/WMN</td>
<td width="68" align="right">390</td>
<td width="137" align="right">2,600,000</td>
</tr>
<tr>
<td>69</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.75</td>
<td>07RU/WMN</td>
<td width="68" align="right">570</td>
<td width="137" align="right">2,700,000</td>
</tr>
<tr>
<td>70</td>
<td>Samsung</td>
<td>1.00</td>
<td>09RU/WMN</td>
<td align="right">800</td>
<td align="right">2,800,000</td>
</tr>
<tr>
<td>71</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.50</td>
<td>5RGMN</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">2,850,000</td>
</tr>
<tr>
<td>72</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.75</td>
<td>7RGMN</td>
<td align="right">540</td>
<td align="right">2,950,000</td>
</tr>
<tr>
<td>73</td>
<td>Samsung</td>
<td>1.00</td>
<td>9RGMN</td>
<td align="right">670</td>
<td align="right">3,050,000</td>
</tr>
<tr>
<td>74</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.50</td>
<td>5ESMN</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,000,000</td>
</tr>
<tr>
<td>75</td>
<td>Samsung</td>
<td>0.75</td>
<td>7ESMN</td>
<td align="right">540</td>
<td align="right">3,100,000</td>
</tr>
<tr>
<td>76</td>
<td>Samsung</td>
<td>1.00</td>
<td>9ESMN</td>
<td align="right">670</td>
<td align="right">3,200,000</td>
</tr>
<tr>
<td>77</td>
<td>Samsung</td>
<td>1.50</td>
<td>12ESMN</td>
<td align="right">970</td>
<td align="right">4,375,000</td>
</tr>
<tr>
<td>78</td>
<td>Samsung</td>
<td>1.50</td>
<td>12UMN</td>
<td width="68" align="right">1,120</td>
<td width="137" align="right">3,500,000</td>
</tr>
<tr>
<td>79</td>
<td>Samsung</td>
<td>2.00</td>
<td>18UMN</td>
<td width="68" align="right">1,850</td>
<td width="137" align="right">5,575,000</td>
</tr>
<tr>
<td>80</td>
<td>Sanken</td>
<td>0.50</td>
<td>06SS</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,085,000</td>
</tr>
<tr>
<td>81</td>
<td>Sanyo</td>
<td>0.50</td>
<td>57GAX</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">3,100,000</td>
</tr>
<tr>
<td>82</td>
<td>Sanyo</td>
<td>0.75</td>
<td>76GAX</td>
<td width="68" align="right">770</td>
<td width="137" align="right">3,130,000</td>
</tr>
<tr>
<td>83</td>
<td>Sanyo</td>
<td>1.00</td>
<td>97GAX</td>
<td width="68" align="right">960</td>
<td width="137" align="right">32165,000</td>
</tr>
<tr>
<td>84</td>
<td>Sanyo</td>
<td>1.50</td>
<td>127GAX</td>
<td width="68" align="right">1,265</td>
<td width="137" align="right">4,475,000</td>
</tr>
<tr>
<td>85</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>5JML</td>
<td width="68" align="right">330</td>
<td width="137" align="right">3,250,000</td>
</tr>
<tr>
<td>86</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>7JML</td>
<td align="right">540</td>
<td align="right">3,300,000</td>
</tr>
<tr>
<td>87</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>9JML</td>
<td align="right">690</td>
<td align="right">3,530,000</td>
</tr>
<tr>
<td>86</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>05KCY</td>
<td width="68" align="right">390-600</td>
<td width="137" align="right">2,530,000</td>
</tr>
<tr>
<td>88</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>07KCY</td>
<td align="right">600-700</td>
<td align="right">2,680,000</td>
</tr>
<tr>
<td>89</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>09KCY</td>
<td align="right">700-900</td>
<td align="right">2,850,000</td>
</tr>
<tr>
<td>90</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>5KHL</td>
<td align="right">330</td>
<td align="right">3,350,000</td>
</tr>
<tr>
<td>91</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>7KHL</td>
<td width="68" align="right">540</td>
<td width="137" align="right">3,600,000</td>
</tr>
<tr>
<td>92</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>9KHL</td>
<td width="68" align="right">690</td>
<td width="137" align="right">3,775,000</td>
</tr>
<tr>
<td>93</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.50</td>
<td>12KHL</td>
<td width="68" align="right">970</td>
<td width="137" align="right">5,025,000</td>
</tr>
<tr>
<td>94</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>5LML</td>
<td width="68" align="right">330</td>
<td width="137" align="right">3,250,000</td>
</tr>
<tr>
<td>95</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>7LML</td>
<td align="right">540</td>
<td align="right">3,425,000</td>
</tr>
<tr>
<td>96</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>9LML</td>
<td align="right">690</td>
<td align="right">3,500,000</td>
</tr>
<tr>
<td>97</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>5LSY</td>
<td width="68" align="right">395</td>
<td width="137" align="right">2,925,000</td>
</tr>
<tr>
<td>98</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>7LSY</td>
<td align="right">595</td>
<td align="right">3,025,000</td>
</tr>
<tr>
<td>99</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>9LSY</td>
<td align="right">800</td>
<td align="right">3,125,000</td>
</tr>
<tr>
<td>100</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.50</td>
<td>5LEY</td>
<td width="68" align="right">395</td>
<td width="137" align="right">2,650,000</td>
</tr>
<tr>
<td>101</td>
<td>Sharp</td>
<td>0.75</td>
<td>7LEY</td>
<td align="right">595</td>
<td align="right">2,750,000</td>
</tr>
<tr>
<td>102</td>
<td>Sharp</td>
<td>1.00</td>
<td>9LEY</td>
<td align="right">800</td>
<td align="right">2,850,000</td>
</tr>
<tr>
<td>103</td>
<td>Sharp inverter</td>
<td>1.00</td>
<td>XP10LY</td>
<td align="right">175-730</td>
<td align="right">4,275,000</td>
</tr>
<tr>
<td>104</td>
<td>TCL</td>
<td>0.75</td>
<td>07BU</td>
<td width="68" align="right">540</td>
<td width="137" align="right">2,530,000</td>
</tr>
<tr>
<td>105</td>
<td>TCL</td>
<td>1.00</td>
<td>09BU</td>
<td width="68" align="right">690</td>
<td width="137" align="right">2,630,000</td>
</tr>
<tr>
<td>106</td>
<td>TCL</td>
<td>0.50</td>
<td>06BU</td>
<td width="68" align="right">320</td>
<td width="137" align="right">2,530,000</td>
</tr>
<tr>
<td>107</td>
<td>Toshiba</td>
<td>0.50</td>
<td>05SKPX</td>
<td align="right">310</td>
<td align="right">3,450,000</td>
</tr>
<tr>
<td>108</td>
<td>Toshiba</td>
<td>1.00</td>
<td>09SKSX</td>
<td width="68" align="right">840</td>
<td width="137" align="right">3,485,000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Harga dapat berubah sewaktu-waktu, untuk konfirmasi harga dan model yang tidak tecantum disini hub via telpon. di no: 081219722072<br />
Harga sudah termasuk bracket outdoor, pipa</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=355&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/09/16/list-harga-ac-split/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/09/gambar-ac.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GAMBAR AC</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemicu Mesin Mobil Getar</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/pemicu-mesin-mobil-getar/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/pemicu-mesin-mobil-getar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 09:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Pemicu Mesin Mobil Getar Kamis, 31 Juli 2008 &#124; 07:00 WIB AUTOBILD AUTOBILD/PEKIK UDI IRIANTO MOTORPLUS Busi sebaiknya diganti semua Tanda-tanda demam pada manusia, badan terasa menggigil (gemetar). Kalau pada mobil mesin bergetar berarti ada komponen yang tidak beres. Gangguan itu sangat menyebalkan, terutama saat menunggu lampu rambu (traffic light), suara mesin terdengar pincang. Mereka-reka penyebab mesin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=330&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- s: left --></p>
<h2>Pemicu Mesin Mobil Getar</h2>
<p><em>Kamis, 31 Juli 2008 | 07:00 WIB</em></p>
<div>
<div id="foto1"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065724p.JPG" alt="" /></p>
<div>AUTOBILD</div>
</div>
<div id="foto2"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065843p.JPG" alt="" /></p>
<div>AUTOBILD/PEKIK UDI IRIANTO</div>
</div>
<div id="foto3"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/070031p.jpg" alt="" /></p>
<div>MOTORPLUS</div>
<p>Busi sebaiknya diganti semua</p></div>
</div>
<div><a href="http://otomotif.kompas.com/read/2008/07/31/07005597/Pemicu.Mesin.Mobil.Getar#foto1"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065724t.JPG" alt="" /></a><a href="http://otomotif.kompas.com/read/2008/07/31/07005597/Pemicu.Mesin.Mobil.Getar#foto2"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065843t.JPG" alt="" /></a><a href="http://otomotif.kompas.com/read/2008/07/31/07005597/Pemicu.Mesin.Mobil.Getar#foto3"><img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/070031t.jpg" alt="" /></a></div>
<p><!-- s: berita terkait --><!-- e: berita terkait --><strong>Tanda-tanda</strong> demam pada manusia, badan terasa menggigil (gemetar). Kalau pada mobil  mesin bergetar berarti ada komponen yang tidak beres. Gangguan itu  sangat menyebalkan, terutama saat menunggu lampu rambu (<em>traffic light</em>), suara mesin terdengar pincang.</p>
<p>Mereka-reka  penyebab mesin bergetar bisa mengeluarkan banyak biaya ketika dibawa ke  bengkel. Lain halnya jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, Anda tak  bakalan dikelabui mekanik. Beberapa petunjuk di bawah ini mungkin bisa  membantu Anda.</p>
<p>1. Busi mati<br />
Mesin pincang, tidak cuma saat  kondisi stasioner, tapi juga saat jalan. Biasanya, dari 4 busi ada satu  busi yang mati. Solusinya, disarankan untuk mengganti semua busi agar  kondisinya sama.</p>
<p>2. Distributor rusak<br />
Sistem pengapian tidak sempurna akibat distributor rusak, membuat putaran mesin tidak rata.</p>
<p>3. Koil rusak<br />
Mesin  bergetar, langsung mati dan tidak bisa dihidupkan. Bila kerusakan koil  sudah parah, mesin sulit dihidupkan. Ganti komponen pembangkit listrik  ini.</p>
<p>4. Sistem injeksi terganggu<br />
Untuk mobil yang sudah  menggunakan sistem pasokan bahan bakar injeksi. Gejalanya, mesin  bergetar dengan frekuensi agak jarang dan muncul pada putaran mesin  tinggi. Jika kerusakan belum parah atau sekadar terjadi penumpukan  kotoran, bisa dilakukan pembersihan dengan kalibrasi ulang nosel  injektor.</p>
<p>5. Karburator kotor atau bermasalah<br />
Mesin tidak akan bekerja sempurna dan timbul getaran. Komponen ini memiliki tugas menyuplai bensin ke silinder.</p>
<p>6. Setelah<em> idle</em> dan <em>valve</em> karburator<br />
Ini  khusus untuk mobil yang masih memakai karburator. Bila setelan idle  terlalu tinggi dan katup karburator tak menutup sempurna, mesin bergetar  saat dimatikan. Sebab, kala kunci kontak sudah di-<em>off,</em> mesin masih mendapat suplai bensin. jadi, perlu setel ulang karburator</p>
<p>Punya masalah dengan mobil anda&#8230;&#8230;&#8230;!!!</p>
<p>Atau hanya sekedar konsultasi&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!</p>
<p>Hubungi segara!!!!</p>
<p>BHINIKA MOTOR</p>
<p>sofyan</p>
<p>jl.Ciputat-Parung</p>
<p>Pondok Cabe (pusat onderdil dan aksesoris mobil)</p>
<p>tlp.02133283782</p>
<p>081586488898</p>
<p>081398132925</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=330&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/pemicu-mesin-mobil-getar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065724p.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065843p.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/070031p.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065724t.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/065843t.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/31/070031t.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kerusakan mesin mobil</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/kerusakan-mesin-mobil/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/kerusakan-mesin-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 09:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Kerusakan mesin mobil tergolong dalam tiga bagian, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Nah, untuk kerusakan berat, ada empat penyebab utama (untuk mesin non-turbo). Namun bila Anda cukup cermat, mengetahui ciri dan fungsi komponen vital, serta menjaga dan merawatnya, niscaya kerusakan bisa dicegah. Untuk itu, tindakan preventif diperlukan. Inilah kerusakan vital dan langkah preventifnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=326&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kerusakan mesin mobil tergolong dalam tiga bagian, mulai dari yang  ringan, sedang, hingga berat. Nah, untuk kerusakan berat, ada empat  penyebab utama (untuk mesin non-turbo). Namun bila Anda cukup cermat,  mengetahui ciri dan fungsi komponen vital, serta menjaga dan merawatnya,  niscaya kerusakan bisa dicegah. Untuk itu, tindakan preventif  diperlukan.</p>
<p>Inilah kerusakan vital dan langkah preventifnya.</p>
<p><strong>&#8220;Overheat</strong>&#8220;<br />
Untuk  mesin modern yang sudah dilengkapi komputer, bila beroperasi melebihi  batas suhu kerja, maka komputer otomatis akan melindungi dengan cara  menonaktifkan mesin secara bertahap. Misalnya, komputer akan  menghentikan kerja kompresor AC, berlanjut ke mode aman (<em>safe mode</em>), hingga saatnya mesin dihentikan secara total.</p>
<p>Namun, mesin era 1990-an belum dilengkapi komputer. Gejala <em>overheat </em>bisa dideteksi dengan munculnya gejala <em>knocking </em>saat berakselerasi.<br />
<em><br />
</em>* Langkah preventif<br />
Periksa <em>cooling system </em>dan jumlah oli mesin secara berkala. Perhatikan indikator suhu mesin saat timbul <em>knocking</em>, dan segera tepikan mobil.</p>
<p><strong>Kebocoran oli<br />
</strong>Berkurangnya jumlah oli mesin secara drastis akan menyebabkan friksi pada komponen yang bergerak. Dampaknya,suhu mesin tinggi (<em>overheat</em>)  dan keausan luar biasa. Penyebabnya adalah kerusakan pada baut penutup  lubang pembuangan oli akibat terkena hantaman benda keras, atau kondisi  sil-sil di mesin kurang bagus. Perlu juga cermati indikator oli di  dasbor yang akan menyala bila kekurangan pelumas.</p>
<p><em>* </em>Langkah preventif<br />
Periksa  oli secara berkala. Jangan menganggap remeh  indikator oli yang  menyala. Itu menandakan bahwa pompa oli kehilangan tekanan.</p>
<p><strong>&#8220;Water hammer</strong>&#8220;<br />
Air  tersedot ke ruang bakar akibat menerjang genangan air yang tinggi. Air  yang jauh lebih padat dari udara, sampai memenuhi ruang bakar, tentu  tidak dapat tekanan saat mesin bekerja pada langkah kompresi. Dalam  kondisi katup tertutup, tekanan air akan menghancurkan komponen terlemah  di ruang bakar, yakni piston.<br />
<em><br />
*</em> Langkah preventif<br />
Ketahui  ketinggian saluran masuk udara di mesin. Jangan sekali-sekali  menstarter ketika mesin mati di tengah banjir. Buka busi, lalu start  mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.</p>
<p><strong>&#8220;Timing belt&#8221;<br />
</strong>Fungsinya sebagai penyelaras putaran kruk as dan katup sehingga keduanya tidak berbenturan. Namun, fatal akibatnya bila <em>belt </em>yang  menghubungkan kedua mekanisme ini putus secara tiba-tiba. Kerusakan tak  terelakkan lantaran piston akan menumbuk katup yang berada dalam posisi  membuka.</p>
<p>Bila hal tersebut terjadi dalam putaran mesin tinggi,  maka blok mesin bisa pecah. Kondisi ini bisa diminimalkan bila Anda tahu  kerusakan yang terjadi. Mesin dengan perbandingan kompresi rendah atau  yang dilengkapi <em>turbocharger </em>atau <em>supercharger</em> cenderung memiliki peluang lebih kecil terhadap kerusakan.</p>
<ul>
<li>Langkah preventif</li>
</ul>
<p>Ganti <em>timing belt</em> secara berkala sesuai rekomendasi. Percepat penggantian <em>timing belt</em> bila frekuensi mobil melewati jalan macet tinggi</p>
<p>BHINIKA MOTOR</p>
<p>Menjual sperpart,dan jual beli mobil 2nd berbagai jenis dan merk mobil</p>
<p>Menerima,service,perawatan,salon mobil dll</p>
<p>Dengan mekanik yang berpengalaman,jujur, handal dan memberikan garansi setiap pekerjaan,sehingga menghasilkan kinerja yang baik</p>
<p>Kami juga menerima servis atau pun Tune up panggilan di rumah maupun pada saat mobil anda bermasalah di jalan.</p>
<p>hub.segera &#8230;BHINIKA MOTOR</p>
<p>SOFYAN</p>
<p>02197596466</p>
<p>0815 86488898</p>
<p>081398132925</p>
<p>Jl.Ciputat-Parung</p>
<p>Pondok Cabe (Pusat Perbaikan dan Aksesoris Mobil)</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=326&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/08/06/kerusakan-mesin-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara mengukur kapasitas ac dalam ruangan</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/cara-mengukur-kapasitas-ac-dalam-ruangan/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/cara-mengukur-kapasitas-ac-dalam-ruangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 08:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Cara mengukur kapasitas ac dalam ruangan Misalkan ukuran ruangan 3m x 4m. Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar ruangan Luas ruangan = 4m x 3m = 12 m² Koefisien BTU (British Thermal Unit) » 500 BTU untuk 1 m² luas ruangan Kapasitas AC = Luas Ruangan x Koefisien BTU Kapasitas AC = 12 m² [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=265&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara mengukur kapasitas ac dalam ruangan</p>
<p>Misalkan ukuran ruangan 3m x 4m.</p>
<p>Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar ruangan<br />
Luas ruangan = 4m x 3m = 12 m²</p>
<p>Koefisien BTU (British Thermal Unit) » 500 BTU untuk 1 m² luas ruangan</p>
<p>Kapasitas AC = Luas Ruangan x Koefisien BTU<br />
Kapasitas AC = 12 m² x 500 BTU<br />
Kapasitas AC = 6000 BTU</p>
<p>Kapasitas standar AC yang tersedia dipasaran, diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>AC kapasitas ½ PK setara dengan 5000 BTU</li>
<li>AC kapasitas ¾ PK setara dengan 7000 BTU</li>
<li>AC kapasitas 1,0 PK setara dengan 9000 BTU</li>
</ul>
<p>Maka ruangan dengan luas 12 m²  membutuhkan AC dengan kapasitas 6000 BTU » Pakai AC ¾ PK</p>
<p>Karena luas ruangan (L) = 12 m² dan kapasitas AC yang dibutuhkan sebesar 6000 BTU, sebaiknya kita membeli AC ¾ PK. Tidak perlu menggunakan AC 1 PK karena akan terjadi pemborosan daya, jangan juga memasang AC ½ PK, karena kinerja AC kurang cukup untuk mendinginkan ruangan.</p>
<p><strong>2. Hitung daya kapasitasnya. </strong>Misalnya AC dalam ruangan kamar tidur 1 PK merk X mempunyai  kapasitas 10.000 btu/h dan <em>power consumption</em> 1.200 watt.  Menurut konversi unit satuan 1 PK = 2.544 btu/h = 746 watt.</p>
<p><strong>3. Tentukan merk AC dan jangan  tergiur dengan harga yang murah.</strong> Di pasaran, Anda akan  menemukan AC 1/2 PK merek tertentu yang  konsumsi dayanya hanya 340 watt, sementara AC  1/2 PK merk lain konsumsi dayanya  800 watt. Misalnya AC  1/2 PK merk A konsumsi dayanya 355 watt dengan harga beli Rp  2.400.000,-, sedangkan AC merk B konsumsi dayanya 800 watt dengan harga beli Rp 2.000.000,- dan dua-duanya memilki kapasitas yang sama yaitu 5000 btu/h. Bila hanya dengan melihat harganya, Anda tentu akan memilih AC merk B yang harganya lebih murah. Namun kalau Anda mau sedikit beruntung, selisih daya 800W-355W = 445 Watt, harus Anda bayar mahal setiap bulannya. Kalau kita asumsikan sehari AC dihidupkan 8 jam dan harga per kWh PLN = Rp 600 maka per harinya Anda sudah membayar 0.445 kWh x 8 jam x RP 600,- = Rp 2.136 lebih mahal. Dengan demikian dalam sebulan Anda harus membayar dengan selisih 30x Rp 2.136 = Rp 64.080,- lebih mahal.</p>
<p><strong>4. Perhatikan Letak Pemasangan AC</strong>.  Sehu udara yang dikeluarkan oleh AC akan sangat tergantung dari panas ruangan. Faktor yang mempengaruhi panas ruangan antara lain luas ruangan, luas dinding, bahan pembuat dinding, jumlah lampu, jumlah penghuni ruangan, arah kedatangan sinar matahari dsb.</p>
<p><strong>5. Memilih jenis AC. </strong>Berdasarkan jenisnya ada 4 jenis AC  yang sering dipergunakan pada rumah tangga yatiu <em>split</em>, <em>window</em>,  <em>cassette</em> dan <em>Standing AC</em>. <strong>1)</strong> Jenis AC Split memisahkan bagian ‘ruang dalam’ (indoor) dengan ‘ruang luar’ (outdoor). Noise yang dihasilkan ketika pendingin bekerja menjadi lebih lembut karena letaknya yang terpisah. Cocok untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan, seperti ruang tidur, ruang kerja atau perpustakaan. <strong>2) </strong>Jenis  AC Window, biasanya meletakkan posisi indoor dan outdoor bersatu dalam sisi yang berlawanan. Biasanya dipilih karena pertimbangan keterbatasan ruangan, sepreti pada rumah susun. Dan oleh karena bentuknya yang biasanya besar, jenis AC  ini relatif lebih aman dari pencurian. <strong>3) </strong>AC jenis <em>Cassette</em>,  cenderung lebih sulit dalam pemasangannya. Biasanya cocok untuk  dipasang di sebuah gedung bertingkat (berlantai banyak). <strong>4)</strong> Standing AC. Jenis AC ini cocok  dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan situasional dan <em>mobile </em>karena<em> </em>fungsinya yang mudah dipindahkan<em>, </em>seperti seminar,  pengajian outdoor dsb.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=265&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/cara-mengukur-kapasitas-ac-dalam-ruangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Thermal Overload</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/mengenal-thermal-overload-2/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/mengenal-thermal-overload-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 08:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Thermal Overload/ th ermis mempunyai karakteristik pemutusan (trip) sesuai dengan grafik seperti pada gambar (Class 10). Sebenarnya terdapat berbagai macam grafik inverse karakteristik thermal overload yaitu untuk class 10, Class 15, Class 20, dan Class 30. Sumbu datar menunjukan perbandingan arus yang mengalir (In) terhadap setting arus overload(Is). Sumbu tegak menunjukan waktu (detik) yang diperlukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=273&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Thermal Overload/ th</div>
<div>ermis mempunyai karakteristik pemutusan (trip) sesuai dengan grafik seperti pada gambar (Class 10). Sebenarnya terdapat berbagai macam grafik inverse karakteristik thermal overload yaitu untuk class 10, Class 15, Class 20, dan Class 30. Sumbu datar menunjukan perbandingan arus yang mengalir (In) terhadap setting arus overload(Is). Sumbu tegak menunjukan waktu (detik) yang diperlukan untuk trip.</div>
<div>Berikut ini kami berikan contoh aplikasi overload untuk stater motor dengan data seperti berikut :</div>
<div>Motor : 40 kW Voltage : 3 phase 380 VAC<br />
FLA : 79 Amp Freq : 50 Hz</div>
<p>Pada saat terjadi phase loss ( salah satu fasa putus ) arus akan naik + 1,73 dari arus nominal. Sebagai contoh adalah seperti berikut: Jika setting overload pada 85 Amp, motor runing In dengan arus 60 Amp kemudian terjadi phaseloss maka :</p>
<p>Arus naik sehingga = 60 X 1,73 = 103 Amp</p>
<p>Multiple of current setting = 103 A / 85A = 1.22<br />
Dari titik pertemuan di grafik (garis merah), maka overload akan trip dalam waktu maksimal 90 detik jika pada kondisi hot start, dan jika motor dalam kondisi cold start maka overload akan trip setelah 400 detik atau lebih dari 6 menit.</p>
<p>Contoh berikutnya :</p>
<p>Data motor :FLA = 79 Amp<br />
Setting ovr (Is) = 85 Amp</p>
<p>Pada saat In motor 51 Amp kemudian terjadi phaseloss maka :</p>
<p>Arus akan naik sehingga = 51 X 1.73 = 87 Amp</p>
<p>Kecepatan trip overload dapat dihitung sbb :<br />
= 87 Amp/85 Amp</p>
<p>= 1,02</p>
<p>Jika refer ke grafik (garis hijau) pada gambar maka overload tidak akan trip.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=273&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/04/mengenal-thermal-overload-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fungsi kapasitor</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor-2/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 08:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik disebut Farad (F). Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=293&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik disebut Farad (F).</p>
<p>Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas yang dapat diubah-ubah atau dengan kata lain kapasitor variabel.</p>
<h2>Kapasitor Nonpolar</h2>
<p>Kapasitor nonpolar merupakan jenis kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap, kapasitor ini memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar. Untuk menggambarkan sebuah kapasitor dalam sebuah gambar rangkaian elektronika, kapasitor nonpolar digambarkan dengan simbol seperti dibawah ini.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor.gif" alt="simbol-kapasitor" width="66" height="81" /></p>
<p>Kapasitor jenis ini biasanya terbuat dari bahan kertas, mica, keramik, mylar dan lain sebagainya. Jenis bahan pembuat kapasitor memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor.jpg" alt="gambar-kapasitor" width="400" height="317" /></p>
<p>Pada umumnya nilai kapasitas dari sebuah kapasitor nonpolar digambarkan dengan kode angka. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor.gif" alt="kode-kapasitor" width="483" height="269" /></p>
<div><em>Courtesy : <a href="http://www.wima.com" rel="nofollow">http://www.wima.com</a></em></div>
<p>Pada kode angka yang ditampilkan pada baris A untuk mengetahui berapa nilai kapasitas-nya adalah dengan melihat pada bagian <em>Capacitance/Voltage</em> yang terletak pada bagian depan, disana tertulis 0.01/100 yang artinya kapasitor ini memiliki kapasitas 0,01nF dan tegangan maksimum-nya adalah 100V. Sedangkan untuk nilai toleransi-nya diperlihatkan pada bagian belakang, disana tertulis angka 10 yang artinya 10%.</p>
<p>Pada kode angka yang ditampilkan pada baris B, kode angka dibubuhkan pada bagian atas kapasitor. Pada bagian tersebut tertulis 1,0J63 yang berarti kapasitor tersebut memiliki kapasitas sebesar 1nF, tegangan maksimum-nya 63V, sedangkan toleransi-nya ditandai oleh huruf ”J” yang mana pada keterangan gambar memiliki nilai 5%. Kedua contoh kode diatas nilai kapasitas kapasitor-nya selalu dalam nF (nano Farad). Selain dua contoh diatas ada satu lagi contoh pengkodean pada kapasitor, seperti berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor2.gif" alt="kode-kapasitor2" width="88" height="120" /></p>
<p>Pada gambar diatas kode yang tertera adalah 101, angka pertama merupakan digit pertama, angka kedua merupakan digit kedua dan angka ketiga merupakan faktor pengali dalam satuan pF (pico Farad). Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10 x 10<sup>1</sup> = 100pF. Contoh lain; Jika kode yang tertera adalah 223 maka nilai kapasitas-nya adalah 22 x 10<sup>3</sup> = 22000pF = 22nF</p>
<h2>Kapasitor Polar atau Kapasitor Elektrolit</h2>
<p>Sesuai dengan namanya kapasitor ini memiliki polaritas pada kedua kakinya yaitu polaritas positif (+) dan polaritas negatif (-). Kapasitor ini termasuk dalam kelompok kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tetap dan memiliki nilai kapasitas yang besar. Pada rangkaian elektronika kapasitor elektrolit disimbolkan seperti gambar berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor-elektrolit.gif" alt="simbol-kapasitor-elektrolit" width="230" height="80" /></p>
<p>Untuk C1 merupakan simbol gaya Eropa (<em>Europe Syle</em>) dan C2 adalah simbol gaya Amerika (<em>American Style</em>). Untuk pemberian nilai kapasitas, pada kapasitor elektrolit ditulis secara langsung lengkap dengan satuan dan tegangan maksimum, serta simbol polaritas-nya.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-elektrolit.jpg" alt="gambar-kapasitor-elektrolit" width="400" height="373" /></p>
<p><strong>Perhatian</strong> : Ledakan dapat terjadi jika pemasangan polaritas-nya terbalik atau tegangan yang diberikan pada kapasitor ini melebihi tegangan maksimum-nya.</p>
<p>Kaki yang memiliki polaritas negatif berdekatan dengan tanda garis vertikal pada bodi kapasitor, atau kaki yang berpolaritas positif memiliki ukuran yang lebih panjang daripada kaki yang berpolaritas negatif. Seperti terlihat pada gambar diatas.</p>
<h2>Kapasitor Variabel</h2>
<p>Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitas-nya dapat diubah-ubah sesuai keinginan. Oleh karena itu kapasitor ini di kelompokan ke dalam kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tidak tetap.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-variabel.jpg" alt="gambar-kapasitor-variabel" width="500" height="278" /></p>
<p>Simbol kapasitor variabel diperlihatkan seperti gambar sebelah kiri diatas. Seperti <a href="http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/komponen-elektronika/resistor.html">potensiometer</a> kapasitor memiliki tuas untuk diputar atau biasa disebut rotor, dan bagian yang diam disebut stator. Kapasitor variabel dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran, nilai kapasitas-nya mulai dari beberapa pF hingga ratusan pF keatas. Kapasitor variabel biasa terdapat pada pesawat radio penerima, biasanya kapasitor variabel digunakan sebagai <em>tuning</em> untuk mencari frekuensi radio dari pemancar.</p>
<div>
<h3>Sumber Referensi</h3>
<ul>
<li>Marking      of WIMA Capacitors, <a href="http://www.wima.com" rel="nofollow">http://www.wima.com</a>.</li>
<li>Understanding      Electronic Components – Capacitors, <a href="http://www.mikroe.com" rel="nofollow">http://www.mikroe.com</a>.</li>
<li>Lessons In Electric Circuits, Volume I &#8211; DC, By Tony R. Kuphaldt, Fifth Edition. (<a href="http://openbookproject.net/electricCircuits" rel="nofollow">http://openbookproject.net/electricCircuits</a>)</li>
</ul>
</div>
</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=293&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor.gif" medium="image">
			<media:title type="html">simbol-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kode-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kode-kapasitor2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor-elektrolit.gif" medium="image">
			<media:title type="html">simbol-kapasitor-elektrolit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-elektrolit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor-elektrolit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-variabel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor-variabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sirkuit Terintegrasi (Integrated Circuit / IC)</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/sirkuit-terintegrasi-integrated-circuit-ic/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/sirkuit-terintegrasi-integrated-circuit-ic/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 08:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Sirkuit terintegrasi atau yang biasa juga disebut sebagai IC merupakan komponen elektronika yang terbuat dari kumpulan puluhan, ratusan, hingga ribuan transistor, resistor, diode dan komponen elektronika lainnya. Kumpulan komponen-komponen tersebut dikemas dengan kompak sedemikian rupa hingga ukurannya tidak terlalu besar. IC dibuat untuk memiliki fungsi tertentu, misalnya seperti penguat audio (audio amplifier), regulator tegangan, penerima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=290&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sirkuit terintegrasi atau yang biasa juga disebut sebagai IC merupakan komponen elektronika yang terbuat dari kumpulan puluhan, ratusan, hingga ribuan transistor, resistor, diode dan komponen elektronika lainnya. Kumpulan komponen-komponen tersebut dikemas dengan kompak sedemikian rupa hingga ukurannya tidak terlalu besar.</p>
<p>IC dibuat untuk memiliki fungsi tertentu, misalnya seperti penguat audio (audio amplifier), regulator tegangan, penerima gelombang radio, dan lain sebagainya.</p>
<h2>Jenis  Sirkuit Terintegrasi</h2>
<p>Menurut bagaimana sirkuit terintegrasi tersebut dibuat, sirkuit terintegrasi terbagi ke dalam dua kategori yaitu <em>Hybrid</em> dan <em>Monolithic.</em></p>
<p>Sirkuit terintegrasi hybrid bisa juga disebut sebagai rangkaian miniatur elektronika, dimana didalamnya terdapat transistor, dioda, kapasitor, resistor, atau bahkan koil yang dirangkai secara kompak pada PCB (<em>Printed Circuit Board / </em>Papan Sirkuit Tercetak). Yang kemudian di enkapsulisasi menggunakan bahan <em>epoxy</em>. Contohnya adalah pada sirkuit terintegrasi penguat audio (<em>audio amplifier</em>) “STK”.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/stk-ilustration.png" alt="stk-ilustration" width="280" height="217" /></p>
<p>Sekarang sirkuit terintegrasi hybrid sudah jarang ditemui karena ukurannya yang masih dianggap terlalu besar untuk perangkat elektronik yang ada sekarang, kemudian sirkuit terintegrasi monolithic mulai menggeser keberadaan sirkuit terintegrasi hybrid dengan ukuran yang lebih kecil. Pada sirkuit terintegrasi monolithic semua komponen (transistor, dioda, resistor dan sebagainya) ditempatkan pada pelat silikon yang sangat kecil dan kemudian di-enkapsulisasi menggunakan plastik, atau keramik.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic.jpg" alt="contoh-ic" width="400" height="235" /></p>
<p>Perbedaan antara hybrid dan monolithic adalah; pada sirkuit terintegrasi monolithic komponen seperti kapasitor dan koil tidak dapat di masukan ke dalamnya, jadi untuk menambahkan komponen tersebut di tambahkanlah kaki-kaki diluar enkapsulisasi untuk menghubungkan komponen tersebut dengan komponen yang ada didalam sirkuit terintegrasi.</p>
<h2>Identifikasi Kaki – Kaki Sirkuit Terintegrasi</h2>
<p>Sirkuit terintegrasi pada umumnya memiliki jumlah kaki lebih dari tiga buah. Lalu bagaimana mengidentifikasi kaki pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya pada sebuah sirkuit terintegrasi / IC. Caranya adalah dengan melihat tanda–tanda khusus yang diberikan pada sebuah IC, tanda khusus ini bisa berupa titik, logo perusahaan, lengkungan, dan lain sebagainya. Sebagai contoh perhatikan contoh berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/identifikasi-sirkuit-terintegrasi.gif" alt="identifikasi-sirkuit-terintegrasi" width="500" height="286" /></p>
<p>Pada contoh gambar a. kaki pertama terletak pada kaki paling sebelah kiri dengan IC menghadap kedepan, dan biasanya jika IC dikemas (<em>packaging</em>) seperti pada gambar a. maka kaki pertama selalu pada paling sebelah kiri, kaki kedua dan seterusnya berada pada samping kanannya.</p>
<p>Pada gambar b. kaki pertama selalu ada pada sebelah kiri dan kaki terakhir berada pada sebelah kanan tanda setengah lingkaran, untuk kaki kedua, ketiga, dan seterusnya berada di bawahnya seperti terilustrasi pada gambar.</p>
<p>Sedangkan pada gambar c. kaki pertama berada pada tepat dimana tanda lingkaran berada yakni pada pojok kiri atas dengan posisi IC menghadap keatas.</p>
<h2>Klasifikasi Sirkuit Terintegrasi</h2>
<p>Klasifikasi sirkuit terintegrasi terbagi dalam tiga jenis yaitu; analog, digital, dan campuran (analog dan digital dalam satu IC). Pada IC analog aplikasinya lebih ditujukan pada pengolahan sinyal-sinyal analog contohnya seperti <em>operational amplifier</em> (Op-Amp), penguat audio, regulator tegangan, dan sebagainya.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic-analog.gif" alt="contoh-ic-analog" width="500" height="197" /></p>
<p><em>Courtesy : SGS-Thomson Microelectronics</em></p>
<p>Pada contoh gambar diatas merupakan contoh gambar IC TL084 dari <em>SGS-Thomson Mikcroeletronics</em> merupakan Op-Amp yang biasa digunakan pada rangkaian audio. Di dalam sirkuit terintegrasi tersebut terdapat empat buah simbol Op-Amp (yang berbentuk segitiga) yang masing–masing masukan dan keluaran-nya terhubung pada satu kaki IC.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/rangkaian-opamp.gif" alt="rangkaian-opamp" width="500" height="419" /></p>
<p><em>Courtesy : SGS-Thomson Microelectronics</em></p>
<p>Sedangkan pada gambar di atas ini, merupakan gambar rangkaian untuk satu Op-Amp, jadi di dalam satu sirkuit terintegrasi TL084 terdapat empat buah rangkaian Op-Amp seperti diatas.</p>
<p>Jika IC analog diaplikasikan sebagai pengolah sinyal–sinyal analog maka pada IC digital diperuntukkan untuk mengolah sinyal–sinyal digital dimana didalamnya terdapat berbagai macam gerbang logika, flip-flop, multiplexer, dan lain sebagainya.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic-digital.gif" alt="contoh-ic-digital" width="300" height="198" /></p>
<p><em>Courtesy : National Semiconductor</em></p>
<p>Gambar diatas merupakan salah satu contoh IC digital DM74LS04 dari <em>National Semiconductor</em> yang di dalamnya terdapat enam gerbang inverter, yang setiap masukan dan keluaran-nya terhubung pada setiap kaki IC.</p>
<p>Sedangkan klasifikasi terakhir yaitu sirkuit terintegrasi campuran, merupakan gabungan rangkaian analog dan digital sehingga IC ini mampu mengolah kedua sinyal tersebut di dalamnya. Contoh dari jenis sirkuit terintegrasi ini adalah <em>Analog to Digital Converter </em>(ADC) yang merupakan penerjemah sinyal analog ke bentuk sinyal digital, dan <em>Digital to Analog Converter</em> (DAC), kebalikan dari ADC yang menerjemahkan sinyal digital ke bentuk analog.</p>
<div>
<h3>Sumber Referensi</h3>
<ul>
<li>Understanding Electronic Components &#8211; Integrated Circuits, <a href="http://www.mikroe.com/en/books/keu/07.htm." rel="nofollow">http://www.mikroe.com/en/books/keu/07.htm.</a></li>
<li><a href="http://www.wikipedia.org" rel="nofollow">http://www.wikipedia.org</a></li>
</ul>
</div>
</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=290&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/sirkuit-terintegrasi-integrated-circuit-ic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/stk-ilustration.png" medium="image">
			<media:title type="html">stk-ilustration</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">contoh-ic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/identifikasi-sirkuit-terintegrasi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">identifikasi-sirkuit-terintegrasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic-analog.gif" medium="image">
			<media:title type="html">contoh-ic-analog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/rangkaian-opamp.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-opamp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/ic/contoh-ic-digital.gif" medium="image">
			<media:title type="html">contoh-ic-digital</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fungsi kapasitor</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik disebut Farad (F). Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=286&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik selain itu kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas kapasitor dalam kemampuannya menyimpan muatan listrik disebut Farad (F).</p>
<p>Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas yang dapat diubah-ubah atau dengan kata lain kapasitor variabel.</p>
<h2>Kapasitor Nonpolar</h2>
<p>Kapasitor nonpolar merupakan jenis kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap, kapasitor ini memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar. Untuk menggambarkan sebuah kapasitor dalam sebuah gambar rangkaian elektronika, kapasitor nonpolar digambarkan dengan simbol seperti dibawah ini.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor.gif" alt="simbol-kapasitor" width="66" height="81" /></p>
<p>Kapasitor jenis ini biasanya terbuat dari bahan kertas, mica, keramik, mylar dan lain sebagainya. Jenis bahan pembuat kapasitor memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor.jpg" alt="gambar-kapasitor" width="400" height="317" /></p>
<p>Pada umumnya nilai kapasitas dari sebuah kapasitor nonpolar digambarkan dengan kode angka. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor.gif" alt="kode-kapasitor" width="483" height="269" /></p>
<div><em>Courtesy : <a href="http://www.wima.com" rel="nofollow">http://www.wima.com</a></em></div>
<p>Pada kode angka yang ditampilkan pada baris A untuk mengetahui berapa nilai kapasitas-nya adalah dengan melihat pada bagian <em>Capacitance/Voltage</em> yang terletak pada bagian depan, disana tertulis 0.01/100 yang artinya kapasitor ini memiliki kapasitas 0,01nF dan tegangan maksimum-nya adalah 100V. Sedangkan untuk nilai toleransi-nya diperlihatkan pada bagian belakang, disana tertulis angka 10 yang artinya 10%.</p>
<p>Pada kode angka yang ditampilkan pada baris B, kode angka dibubuhkan pada bagian atas kapasitor. Pada bagian tersebut tertulis 1,0J63 yang berarti kapasitor tersebut memiliki kapasitas sebesar 1nF, tegangan maksimum-nya 63V, sedangkan toleransi-nya ditandai oleh huruf ”J” yang mana pada keterangan gambar memiliki nilai 5%. Kedua contoh kode diatas nilai kapasitas kapasitor-nya selalu dalam nF (nano Farad). Selain dua contoh diatas ada satu lagi contoh pengkodean pada kapasitor, seperti berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor2.gif" alt="kode-kapasitor2" width="88" height="120" /></p>
<p>Pada gambar diatas kode yang tertera adalah 101, angka pertama merupakan digit pertama, angka kedua merupakan digit kedua dan angka ketiga merupakan faktor pengali dalam satuan pF (pico Farad). Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10 x 10<sup>1</sup> = 100pF. Contoh lain; Jika kode yang tertera adalah 223 maka nilai kapasitas-nya adalah 22 x 10<sup>3</sup> = 22000pF = 22nF</p>
<h2>Kapasitor Polar atau Kapasitor Elektrolit</h2>
<p>Sesuai dengan namanya kapasitor ini memiliki polaritas pada kedua kakinya yaitu polaritas positif (+) dan polaritas negatif (-). Kapasitor ini termasuk dalam kelompok kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tetap dan memiliki nilai kapasitas yang besar. Pada rangkaian elektronika kapasitor elektrolit disimbolkan seperti gambar berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor-elektrolit.gif" alt="simbol-kapasitor-elektrolit" width="230" height="80" /></p>
<p>Untuk C1 merupakan simbol gaya Eropa (<em>Europe Syle</em>) dan C2 adalah simbol gaya Amerika (<em>American Style</em>). Untuk pemberian nilai kapasitas, pada kapasitor elektrolit ditulis secara langsung lengkap dengan satuan dan tegangan maksimum, serta simbol polaritas-nya.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-elektrolit.jpg" alt="gambar-kapasitor-elektrolit" width="400" height="373" /></p>
<p><strong>Perhatian</strong> : Ledakan dapat terjadi jika pemasangan polaritas-nya terbalik atau tegangan yang diberikan pada kapasitor ini melebihi tegangan maksimum-nya.</p>
<p>Kaki yang memiliki polaritas negatif berdekatan dengan tanda garis vertikal pada bodi kapasitor, atau kaki yang berpolaritas positif memiliki ukuran yang lebih panjang daripada kaki yang berpolaritas negatif. Seperti terlihat pada gambar diatas.</p>
<h2>Kapasitor Variabel</h2>
<p>Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitas-nya dapat diubah-ubah sesuai keinginan. Oleh karena itu kapasitor ini di kelompokan ke dalam kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tidak tetap.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-variabel.jpg" alt="gambar-kapasitor-variabel" width="500" height="278" /></p>
<p>Simbol kapasitor variabel diperlihatkan seperti gambar sebelah kiri diatas. Seperti <a href="http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/komponen-elektronika/resistor.html">potensiometer</a> kapasitor memiliki tuas untuk diputar atau biasa disebut rotor, dan bagian yang diam disebut stator. Kapasitor variabel dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran, nilai kapasitas-nya mulai dari beberapa pF hingga ratusan pF keatas. Kapasitor variabel biasa terdapat pada pesawat radio penerima, biasanya kapasitor variabel digunakan sebagai <em>tuning</em> untuk mencari frekuensi radio dari pemancar.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=286&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kapasitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor.gif" medium="image">
			<media:title type="html">simbol-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kode-kapasitor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/kode-kapasitor2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kode-kapasitor2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/simbol-kapasitor-elektrolit.gif" medium="image">
			<media:title type="html">simbol-kapasitor-elektrolit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-elektrolit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor-elektrolit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/kapasitor/gambar-kapasitor-variabel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-kapasitor-variabel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah awal Terciptanya Air Conditioner</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/kisah-awal-terciptanya-air-conditioner/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/kisah-awal-terciptanya-air-conditioner/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Jika musim panas tiba, biasanya kita selalu akrab dengan yang namanya kipas angin atau juga AC (Air Conditioner). Sebab, kesejukan yang ditimbulkan oleh hawa kipas dan AC memang dibutuhkan untuk meredam hawa panas yang kadang sangat menyiksa. Karena itu, berterima kasihlah kepada John Gorrie yang mencetuskan ide pembuatan AC. Sebab, dengan hawa AC yang sejuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=282&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika musim panas tiba, biasanya kita selalu akrab dengan yang namanya kipas angin atau juga AC (<em>Air Conditioner).</em> Sebab, kesejukan yang ditimbulkan oleh hawa kipas dan AC memang dibutuhkan untuk meredam hawa panas yang kadang sangat menyiksa. Karena itu, berterima kasihlah kepada John Gorrie yang mencetuskan ide pembuatan AC.</p>
<p>Sebab, dengan hawa AC yang sejuk itu, kita tak perlu merasakan penderitaan karena hawa panas yang kadang membuat tubuh serasa lengket akibat keringat yang menetes. Tapi, tahukah Anda jika John menciptakan AC karena terinspirasi oleh kepeduliannya terhadap orang sakit?</p>
<p>Alkisah, John sebenarnya adalah seorang dokter berwarga negara Amerika Serikat. Gagasannya membuat mesin pendingin berawal dari banyaknya pasien yang menderita malaria atau penyakin lain dengan gejala demam tinggi. Ketika itu udara terasa panas sehingga membuat pasien tidak nyaman. Maka, pria kelahiran Charleston, California Selatan, 3 Oktober 1802 ini memutar otak bagaimana caranya agar suhu tubuh para pasien bisa turun.. Setelah melihat kipas angin yang ada di depannya, ia menemukan ide. Ia memasang bongkahan es batu di depan kipas, sehingga hawa dingin es bisa tersebar oleh tiupan angin dari kipas.</p>
<p>Tercetus pada ide itu, maka John berniat menyeriusi pembuatan mesin pendingin (AC). Maka, pada tahun 1844, pria lulusan kedokteran dan ilmu bedah di kota New York ini merancang dan mengembangkan mesin eksperimen pembuat es. Mesin ciptaannya didasarkan pada hukum fisika bahwa panas selalu mengalir dari gas atau cairan yang lebih panas menuju gas atau cairan yang lebih dingin. Mesin tersebut bekerja dengan cara memadatkan gas (kompres) sehingga menjadi panas, kemudian gas tersebut dialirkan ke koil-koil untuk diturunkan tekanannya (dekompres). Alhasil, udara menjadi dingin.</p>
<p>Untuk mengembangkan penemuannya, pada tahun 1845, Gorrie memutuskan untuk berhenti praktik sebagai dokter. Enam tahun berikutnya, ia  berhasil menerima hak paten yang merupakan hak paten pertama yang dikeluarkan untuk sebuah mesin pendingin. Inilah awalnya ditemukan mesin pendingin yang kini dikenal dengan istilah <em>Air Conditioner</em>.</p>
<p>Sungguh, kisah John ini membuktikan bahwa sebuah kepedulian yang tulus akan mengantarkan kita pada kebaikan. Dari sekadar ingin mendinginkan ruangan tempat pasiennya, John kini telah berhasil &#8220;mendinginkan&#8221; dunia dengan AC nya</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=282&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/kisah-awal-terciptanya-air-conditioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangkaian Seri Dan Paralel</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/rangkaian-seri-dan-paralel/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/rangkaian-seri-dan-paralel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangkaian elektronika terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah seri dan paralel. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai rangkaian seri dan paralel perhatikan gambar berikut ini. Pada rangkaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=280&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangkaian elektronika terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah seri dan paralel. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai rangkaian seri dan paralel perhatikan gambar berikut ini.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-seri-paralel.gif" alt="rangkaian-seri-paralel" width="550" height="190" /></p>
<p>Pada rangkaian seri, resistor disusun seperti rangkaian gerbong kereta, dimana aliran elektron mengalir hanya pada satu jalur. Pada rangkaian paralel, resistor disusun dengan menggabungkan masing-masing ujungnya menjadi satu sehingga aliran elektron dapat terbagi ke dalam beberapa jalur. Untuk mengenal karakteristik lain pada rangkaian seri dan paralel perhatikan ilustrasi berikut ini.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-switch-seri.gif" alt="rangkaian-switch-seri" width="325" height="535" /></p>
<p>Pada ilustrasi rangkaian di atas, sakelar disusun secara seri, pada kondisi pertama sakelar S1 dan S2 dalam keadaan tertutup dan kondisi lampu X1 menyala. Sedangkan pada saat kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing kondisi S1 dan S2 terbuka menyebabkan lampu X1 tidak menyala. Lalu bandingkan dengan rangkaian sakelar paralel berikut.</p>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-switch-paralel.gif" alt="rangkaian-switch-paralel" width="550" height="374" /></p>
<p>Pada kondisi pertama dengan sakelar S1 dan S2 tertutup, lampu X1 menyala. Pada kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing S1 dan S2 dalam keadaan terbuka, lampu X1 tetap menyala. Tetapi pada kondisi keempat ketika sakelar S1 dan S2 sama-sama terbuka, lampu X1 tidak menyala. Dari perbandingan kedua konfigurasi rangkaian sakelar seri dan paralel dapat ditarik kesimpulan bahwa jika salah satu saja sakelar seri terbuka menyebabkan terputus-nya aliran elektron yang menyebabkan lampu tidak menyala, sedangkan pada sakelar paralel untuk memutuskan aliran elektron harus membuat seluruh sakelar dalam keadaan terbuka.</p>
<h2>Rangkaian Resistor Seri Dan Paralel</h2>
<p>Untuk menghitung resistansi total pada resistor yang disusun secara seri dan paralel memerlukan suatu perhitungan matematika yang tidak terlalu sulit. Jika menghitung resistansi total pada resistor seri dapat dilakukan cara menjumlahkan secara langsung seluruh resistor yang terhubung seri sedangkan pada resistor paralel membutuhkan perhitungan khusus.</p>
<ul>
<li>Untuk rangkaian resistor seri:</li>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-resistor-seri.gif" alt="penjumlahan-resistor-seri" width="390" height="150" /></ul>
<ul>
<li>Untuk rangkaian resistor paralel:</li>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-resistor-paralel.gif" alt="penjumlahan-resistor-paralel" width="236" height="240" /></ul>
<div>
<h3>Contoh;</h3>
<p>diketahui R1 = 15Ω, R2 = 100Ω, dan R3 = 47Ω, berapakah nilai R<sub>Total</sub> jika  disusun seri dan R<sub>Total</sub> jika disusun paralel?</p>
<p>Rtotal seri:</p>
<ul>
<li>R<sub>Total</sub> =  R1 + R2 + R3</li>
<li>R<sub>Total</sub>= 15 + 100 + 47</li>
<li>R<sub>Total</sub>= 162Ω</li>
</ul>
<p>Rtotal paralel:</p>
<ul>
<li>R<sub>Total</sub>= 1 / {(1/R1)+(1/R2)+(1/R3)}</li>
<li>R<sub>Total</sub>= 1 /  {(1/15)+(1/100)+(1/47)}</li>
<li>R<sub>Total</sub>= 10.2Ω</li>
</ul>
</div>
<h2>Rangkaian Kapasitor Seri Dan Paralel</h2>
<p>Perhitungan kapasitansi total pada suatu rangkaian kapasitor seri dan paralel hampir sama dengan perhitungan pada rangkaian resistor. Tetapi pada kapasitor, perhitungan untuk rangkaian seri menggunakan persamaan yang digunakan pada rangkaian resistor paralel. Pada rangkaian kapasitor paralel, kapasitansi total dihitung dengan menjumlahkan semua nilai kapasitansi kapasitor yang terhubung paralel, atau sama dengan menghitung resistansi total pada rangkaian resistor seri.</p>
<ul>
<li>Untuk rangkaian kapasitor seri</li>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-capacitor-seri.gif" alt="penjumlahan-capacitor-seri" width="373" height="142" /></p>
<li>Untuk rangkaian kapasitor paralel</li>
<p><img src="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-capacitor-paralel.gif" alt="penjumlahan-capacitor-paralel" width="251" height="250" /></ul>
<div>
<h3>Sumber Referensi</h3>
<ul>
<li>Electrical and Electronic Principles and Technology, Third Edition, John  Bird, Elsevier Ltd, 2007.</li>
<li>Lesson In Electric Circuits, Volume I &#8211; DC, Tony R. Kuphaldt, Fifth  Edition (<a href="http://openbookproject.net/electricCircuits" rel="nofollow">http://openbookproject.net/electricCircuits</a>).</li>
<li>DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 1 of 4, U.S. Department of Energy, Washington, D.C. 20585.</li>
<li>DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 2 of 4, U.S.  Department of Energy, Washington, D.C. 20585.</li>
</ul>
</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=280&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/rangkaian-seri-dan-paralel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-seri-paralel.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-seri-paralel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-switch-seri.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-switch-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/rangkaian-switch-paralel.gif" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-switch-paralel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-resistor-seri.gif" medium="image">
			<media:title type="html">penjumlahan-resistor-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-resistor-paralel.gif" medium="image">
			<media:title type="html">penjumlahan-resistor-paralel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-capacitor-seri.gif" medium="image">
			<media:title type="html">penjumlahan-capacitor-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmu-elektronika.co.cc/images/stories/seri-paralel/penjumlahan-capacitor-paralel.gif" medium="image">
			<media:title type="html">penjumlahan-capacitor-paralel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reaktansi Induktif &#8211; Reaktansi Kapasitif &#8211; Impedansi</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/reaktansi-induktif-reaktansi-kapasitif-impedansi/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/reaktansi-induktif-reaktansi-kapasitif-impedansi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Resistor pada rangkaian arus bolak-balik (AC) sederhana secara langsung menahan aliran elektron pada setiap periode waktu, sehingga bentuk gelombang tegangan yang melewati resistor akan se-phasa dengan bentuk gelombang arus-nya. Lebih sederhana-nya, tegangan dan arus yang melewati pada rangkaian AC memiliki phasa yang sama. Jika digambarkan dalam diagram phasor, maka arus (I) ke arah sumbu &#8216;X&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=277&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Resistor pada rangkaian arus bolak-balik (AC) sederhana secara langsung menahan aliran elektron pada setiap periode waktu, sehingga bentuk gelombang tegangan yang melewati resistor akan se-phasa dengan bentuk gelombang arus-nya. Lebih sederhana-nya, tegangan dan arus yang melewati pada rangkaian AC memiliki phasa yang sama. Jika digambarkan dalam diagram phasor, maka arus (I) ke arah sumbu &#8216;X&#8217; positif (kanan) dan tegangan juga ke arah sumbu &#8216;X&#8217; positif (kanan). Perhatikan gambar hasil plot dari simulasi tegangan dan arus yang melewati resistor pada rangkaian AC berikut ini.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-resitif.png" alt="kurva-rangkaian-ac-resitif" width="652" height="367" /></p>
<p>Kita dapat melihat pada gambar di atas, kedua gelombang tegangan dan arus se-phasa. Pada saat tegangan pada posisi positif, posisi titik “0” (Nol), maupun posisi negatif, arus juga berada pada posisi yang sama.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-resistor-plot-tegangan-arus-daya.png" alt="rangkaian-ac-resistor-plot-tegangan-arus-daya" width="601" height="351" /></p>
<p>Karakteristik disipasi daya resistor pada rangkaian AC diperlihatkan oleh kurva hijau pada gambar di atas. Jika diperhatikan kurva disipasi daya resistor tidak pernah berada pada posisi negatif, ini menunjukkan bahwa resistor selalu ter-disipasi daya, dimana kelebihan energi dilepaskan dalam bentuk energi panas.</p>
<h2><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/induktor-pada-rangkaian-ac.png" alt="induktor-pada-rangkaian-ac" width="202" height="82" />Reaktansi Induktif</h2>
<p>Berbeda dengan rangkaian AC resitif dimana arus dan tegangan se-phasa, pada rangkaian AC induktif phasa tegangan mendahului 90° terhadap arus. Jika digambarkan diagram phasor-nya maka arus mengarah ke sumbu ‘X’ positif (kanan) dan tegangan mengarah ke sumbu ‘Y’ positif (atas) seperti yang diilustrasikan oleh gambar.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-induktif.png" alt="kurva-rangkaian-ac-induktif" width="606" height="317" /></p>
<p>Hambatan aliran elektron ketika melewati induktor pada rangkaian AC disebut sebagai ‘Reaktansi Induktif’, reaktansi dihitung dalam satuan Ohm (O) sama hal-nya seperti resistansi. Simbol reaktansi induktif adalah &#8216;X<sub>L</sub>&#8216;, pada rangkaian AC sederhana, reaktansi induktif dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.</p>
<h2><em> X<sub>L</sub></em><em> = 2 · p · f ·  L </em></h2>
<p>Dimana :<br />
X<sub>L</sub> = Reaktansi induktif (Ohm / O)<br />
p= Pi ˜ 3,14<br />
f= Frekuensi (Hertz / Hz)<br />
L= Induktansi (Henry / H)</p>
<div>
<h3>Contoh:</h3>
<p>Tentukan reaktansi induktif jika diketahui frekuensi rangkaian AC 50Hz, dan induktansi induktor 1H.<br />
Jawab:</p>
<ul>
<li>X<sub>L</sub> = 2 · p · f · L</li>
<li>X<sub>L</sub> = 2 · 3,14 · 50 · 1</li>
<li>X<sub>L</sub> = 314 O</li>
</ul>
</div>
<p>Jika pada contoh kasus di atas diketahui tegangan AC sebesar 50V, berapakah arus yang mengalir pada rangkaian? Untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan menggunakan hukum Ohm dimana V = I · R, kemudian ganti ‘R’ (resistansi) dengan reaktansi induktif (X<sub>L</sub>).</p>
<div>
<h3>Jawab:</h3>
<ul>
<li>I = V / X<sub>L</sub></li>
<li>I = 50 / 314</li>
<li>I = 0,16A</li>
</ul>
</div>
<p>Reaktansi induktif berbanding lurus terhadap frekuensi, jika frekuensi meningkat maka reaktansi induktif juga akan meningkat atau membesar dan begitu juga sebaliknya.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-induktor-plot-tegangan-arus-daya.png" alt="rangkaian-ac-induktor-plot-tegangan-arus-daya" width="598" height="316" /></p>
<p>Karakteristik disipasi daya induktor pada rangkaian AC diperlihatkan oleh kurva hijau di atas. Tidak seperti pada resistor dimana resistor selalu ter-disipasi daya dan kelebihan energi-nya dilepaskan dalam bentuk energi panas, induktor pada rangkaian AC tidak ter-disipasi daya dengan kata lain disipasi daya induktor pada rangkaian AC sama dengan ‘0’ (Nol). Mengapa demikian karena pada saat disipasi daya induktor bernilai positif, daya ini diserap oleh induktor tetapi ketika daya disipasi induktor bernilai negatif, daya disalurkan ke rangkaian. Karena disipasi daya yang diserap dan disalurkan sama besar maka disipasi daya pada induktor sama dengan ‘0’ (Nol). Ini berlaku hanya pada induktor ideal (R induktor = 0O).</p>
<h2><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kapasitor-pada-rangkaian-ac.png" alt="kapasitor-pada-rangkaian-ac" width="204" height="78" />Reaktansi Kapasitif</h2>
<p>Ketika arus dan tegangan melewati kapasitor pada rangkaian AC, phasa arus mendahului 90° phasa tegangan. Jika digambarkan diagram phasor-nya maka arus (I) ke arah sumbu &#8216;X&#8217; positif (kanan) dan tegangan ke arah sumbu &#8216;Y&#8217; negatif (bawah).</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-kapasitif.png" alt="kurva-rangkaian-ac-kapasitif" width="620" height="319" /></p>
<p>Hambatan aliran elektron ketika melewati kapasitor pada rangkaian AC disebut sebagai ‘Reaktansi Kapasitif’, reaktansi kapasitif dihitung dalam satuan Ohm (O) sama hal-nya seperti resistansi dan reaktansi induktif. Simbol reaktansi induktif adalah &#8216;X<sub>C</sub>&#8216;, pada rangkaian AC sederhana, reaktansi kapasitif dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-reaktansi-kapasitif.png" alt="persamaan-reaktansi-kapasitif" width="142" height="51" /></p>
<p>Dimana :<br />
X<sub>C</sub> = Reaktansi kapasitif (Ohm / O)<br />
p= Pi ˜ 3,14<br />
f= Frekuensi (Hertz / Hz)<br />
C= Kapasitansi (Farad / F)</p>
<div>
<h3>Contoh:</h3>
<p>Tentukan reaktansi kapasitif (XC) jika diketahui frekuensi rangkaian AC 50Hz, dan kapasitansi kapasitor 10uF.<br />
Jawab:</p>
<ul>
<li>XC = 1 / (2 · p · f ·  C)</li>
<li>XC = 1 / (2 · 3,14 · 50 · 10&#215;10<sup>-6</sup>)</li>
<li>XC = 1 / 0,00314 •XC = 318O</li>
</ul>
</div>
<p>Jika pada contoh kasus di atas diketahui tegangan AC sebesar 50V, berapakah arus yang mengalir pada rangkaian? dengan menggunakan cara yang sama yaitu dengan menggunakan hukum Ohm dimana V = I · R, kemudian ganti ‘R’ (resistansi) dengan reaktansi kapasitif (X<sub>C</sub>).</p>
<div>
<h3>Jawab:</h3>
<ul>
<li>I = V / X<sub>C</sub></li>
<li>I = 50 / 318</li>
<li>I = 0,16A</li>
</ul>
</div>
<p>Reaktansi kapasitif berbanding terbalik terhadap frekuensi, jika frekuensi meningkat maka reaktansi kapasitif akan menurun dan begitu juga sebaliknya.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-kapasitor-plot-tegangan-arus-daya.png" alt="rangkaian-ac-kapasitor-plot-tegangan-arus-daya" width="621" height="327" /></p>
<p>Karakteristik disipasi daya kapasitor pada rangkaian AC sama seperti pada karakteristik daya induktor yaitu sama dengan ‘0’ (Nol), karena daya yang diserap dan disalurkan oleh kapasitor sama besar dan ini hanya berlaku untuk kapasitor ideal.</p>
<h2>Impedansi</h2>
<p>Impedansi merupakan total dari resistansi dan reaktansi komponen pada suatu rangkaian AC. Impedansi disimbolkan oleh huruf kapital ‘Z’ dan dihitung dalam satuan Ohm (O). Dalam matematika impedansi rangkaian R, L, C yang dirangkai seri dituliskan dalam bentuk persamaan:</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-arus-total-r-l-c-seri.png" alt="persamaan-arus-total-r-l-c-seri" width="282" height="98" /></p>
<p>Dimana :<br />
Z = Impedansi (Ohm / O)<br />
R = Resistansi (Ohm / O)<br />
X<sub>L</sub> = Reaktansi induktif (Ohm / O)<br />
X<sub>C</sub> = Reaktansi kapasitif (Ohm / O)</p>
<div>
<h3>Contoh:</h3>
<p>Diketahui V = 50VAC, R = 10O, X<sub>L</sub> = 5O, X<sub>C</sub> = 10O tentukan impedansi rangkaian jika R, L, C dirangkai seri?<br />
Jawab:</p>
<ul>
<li>Z = v (R<sup>2</sup> + (X<sub>C</sub> &#8211; X<sub>L</sub>)<sup>2</sup>)</li>
<li>Z = v (10<sup>2</sup> + (10 &#8211; 5)<sup>2</sup>)</li>
<li>Z = v (125)</li>
<li>Z = 11,2 O</li>
</ul>
</div>
<p>Jika pada suatu rangkaian AC hanya terdiri dari R dan L yang dirangkai seri digunakan persamaan:</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-l-seri.png" alt="persamaan-impedansi-r-l-seri" width="134" height="39" /></p>
<p>Sedangkan jika pada suatu rangkaian AC hanya terdiri dari R dan C yang dirangkai seri digunakan persamaan:</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-c-seri.png" alt="persamaan-impedansi-r-c-seri" width="136" height="38" /></p>
<p>Lalu bagaimana menghitung impedansi pada rangkaian AC dimana terdapat R-L-C yang dirangkai secara paralel? Impedansi pada rangkaian R-L-C paralel sama dengan tegangan total dibagi dengan arus total.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-l-c-paralel.png" alt="persamaan-impedansi-r-l-c-paralel" width="77" height="53" /></p>
<p>Dimana:<br />
Z<sub>T</sub> = Impedansi total (Ohm / O)<br />
V<sub>T</sub> = Tegangan total (Volt / V)<br />
I<sub>T</sub> = Arus total (Ampere / A)</p>
<p>Untuk mencari arus total (I<sub>T</sub>) pada R-C-L paralel digunakan persamaan berikut ini.</p>
<p><img src="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-arus-total-r-l-c-seri.png" alt="persamaan-arus-total-r-l-c-seri" width="282" height="98" /></p>
<p>Dimana:<br />
I<sub>T</sub> = Arus total (Ampere / A)<br />
I<sub>R</sub> = Arus yang melewati resistor (Ampere / A)<br />
I<sub>C</sub> = Arus yang melewati kapasitor (Ampere / A)<br />
I<sub>L</sub> = Arus yang melewati induktor (Ampere / A)</p>
<div>
<h3>Contoh:</h3>
<p>Sebuah rangkaian R-L-C paralel dimana R = 100O, X<sub>L</sub> = 5O, X<sub>C</sub> = <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt='8O' class='wp-smiley' /> dan dihubungkan dengan tegangan 120VAC, hitung arus total (I<sub>T</sub>) dan impedansi rangkaian (Z<sub>T</sub>)?<br />
Jawab: Untuk mencari I<sub>R</sub>, I<sub>L</sub>, dan I<sub>C</sub> gunakan persamaan hukum ohm:</p>
<ul>
<li>I<sub>R</sub> = V / R = 120 / 100 = 1,2A</li>
<li>I<sub>L</sub> = V / X<sub>L</sub> = 120 / 5 = 24A</li>
<li>I<sub>C</sub> = V / X<sub>C</sub> = 120 / 8 = 15A</li>
</ul>
</div>
<div>
<h3>Untuk I<sub>T</sub> :</h3>
<ul>
<li>I<sub>T</sub> = v (I<sub>R</sub> <sup>2</sup> + (I<sub>L</sub> &#8211; I<sub>C</sub>)<sup>2</sup>)</li>
<li>I<sub>T</sub> = v (1,2 <sup>2</sup> + (24 &#8211; 15)<sup>2</sup>)</li>
<li>I<sub>T</sub> = v (1,2 <sup>2</sup> + 9<sup>2</sup>)</li>
<li>I<sub>T</sub> = v 82.44</li>
<li>I<sub>T</sub> = 9A</li>
</ul>
</div>
<div>
<h3>Untuk Z<sub>T</sub> :</h3>
<ul>
<li>Z<sub>T</sub> = V / I<sub>T</sub></li>
<li>Z<sub>T</sub> = 120 / 9</li>
<li>Z<sub>T</sub> = 13,33O</li>
</ul>
</div>
<div>
<h3>Sumber Referensi</h3>
<ul>
<li>DOE Fundamentals Handbook Electrical Science Volume 3 of 4, U.S. Department of Energy Washington, D.C. 20585.</li>
<li>Electrical and Electronic Principles and Technology, Third Edition, John Bird, Elsevier Ltd, 2007.</li>
<li>Lesson In Electric Circuits, Volume II &#8211; AC, Tony R. Kuphaldt, Sixth Edition, 2007.</li>
<li><a href="http://www.wikipedia.org" rel="nofollow">http://www.wikipedia.org</a></li>
</ul>
</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=277&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/reaktansi-induktif-reaktansi-kapasitif-impedansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-resitif.png" medium="image">
			<media:title type="html">kurva-rangkaian-ac-resitif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-resistor-plot-tegangan-arus-daya.png" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-ac-resistor-plot-tegangan-arus-daya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/induktor-pada-rangkaian-ac.png" medium="image">
			<media:title type="html">induktor-pada-rangkaian-ac</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-induktif.png" medium="image">
			<media:title type="html">kurva-rangkaian-ac-induktif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-induktor-plot-tegangan-arus-daya.png" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-ac-induktor-plot-tegangan-arus-daya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kapasitor-pada-rangkaian-ac.png" medium="image">
			<media:title type="html">kapasitor-pada-rangkaian-ac</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/kurva-rangkaian-ac-kapasitif.png" medium="image">
			<media:title type="html">kurva-rangkaian-ac-kapasitif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-reaktansi-kapasitif.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-reaktansi-kapasitif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/rangkaian-ac-kapasitor-plot-tegangan-arus-daya.png" medium="image">
			<media:title type="html">rangkaian-ac-kapasitor-plot-tegangan-arus-daya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-arus-total-r-l-c-seri.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-arus-total-r-l-c-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-l-seri.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-impedansi-r-l-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-c-seri.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-impedansi-r-c-seri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-impedansi-r-l-c-paralel.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-impedansi-r-l-c-paralel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gambar.ilmu-elektronika.co.cc/resistansi-reaktansi-impedansi/persamaan-arus-total-r-l-c-seri.png" medium="image">
			<media:title type="html">persamaan-arus-total-r-l-c-seri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Thermal Overload</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-thermal-overload/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-thermal-overload/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Thermal Overload/ thermis mempunyai karakteristik pemutusan (trip) sesuai dengan grafik seperti pada gambar (Class 10). Sebenarnya terdapat berbagai macam grafik inverse karakteristik thermal overload yaitu untuk class 10, Class 15, Class 20, dan Class 30. Sumbu datar menunjukan perbandingan arus yang mengalir (In) terhadap setting arus overload(Is). Sumbu tegak menunjukan waktu (detik) yang diperlukan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=274&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_M-XGzqNhp24/RzFmoFFe0mI/AAAAAAAAADw/YWiLixir-0s/s1600-h/graph.jpg"><img src="http://bp1.blogger.com/_M-XGzqNhp24/RzFmoFFe0mI/AAAAAAAAADw/YWiLixir-0s/s320/graph.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div>Thermal Overload/ thermis mempunyai karakteristik pemutusan (trip) sesuai dengan grafik seperti pada gambar (Class 10). Sebenarnya terdapat berbagai macam grafik inverse karakteristik thermal overload yaitu untuk class 10, Class 15, Class 20, dan Class 30. Sumbu datar menunjukan perbandingan arus yang mengalir (In) terhadap setting arus overload(Is). Sumbu tegak menunjukan waktu (detik) yang diperlukan untuk trip.</div>
<div>Berikut ini kami berikan contoh aplikasi overload untuk stater motor dengan data seperti berikut :</div>
<div>Motor : 40 kW Voltage : 3 phase 380 VAC<br />
FLA : 79 Amp Freq : 50 Hz</div>
<p>Pada saat terjadi phase loss ( salah satu fasa putus ) arus akan naik + 1,73 dari arus nominal. Sebagai contoh adalah seperti berikut: Jika setting overload pada 85 Amp, motor runing In dengan arus 60 Amp kemudian terjadi phaseloss maka :</p>
<p>Arus naik sehingga = 60 X 1,73 = 103 Amp</p>
<p>Multiple of current setting = 103 A / 85A = 1.22<br />
Dari titik pertemuan di grafik (garis merah), maka overload akan trip dalam waktu maksimal 90 detik jika pada kondisi hot start, dan jika motor dalam kondisi cold start maka overload akan trip setelah 400 detik atau lebih dari 6 menit.</p>
<p>Contoh berikutnya :</p>
<p>Data motor :FLA = 79 Amp<br />
Setting ovr (Is) = 85 Amp</p>
<p>Pada saat In motor 51 Amp kemudian terjadi phaseloss maka :</p>
<p>Arus akan naik sehingga = 51 X 1.73 = 87 Amp</p>
<p>Kecepatan trip overload dapat dihitung sbb :<br />
= 87 Amp/85 Amp</p>
<p>= 1,02</p>
<p>Jika refer ke grafik (garis hijau) pada gambar maka overload tidak akan trip.</p>
</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=274&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-thermal-overload/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_M-XGzqNhp24/RzFmoFFe0mI/AAAAAAAAADw/YWiLixir-0s/s320/graph.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TIPS MERAWAT AC MOBIL</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/tips-merawat-ac-mobil/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/tips-merawat-ac-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar kalau AC macet/rusak atau tidak dingin, keadaan pun menjadi serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan asap kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap, gangguan pada AC biasanya lantaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=270&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar kalau AC macet/rusak atau tidak dingin, keadaan pun menjadi serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan asap kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap, gangguan pada AC biasanya lantaran kurang perawatan. Tips berikut ini dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat:</p>
<p>1. Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar yang didepan karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan.</p>
<p>2. Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak di depan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor AC.</p>
<p>3. Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.</p>
<p>4.  Periksalah ExtraFan (kipas) yang didepan Condensor apakah berputar bila AC dinyalakankan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor AC rusak atau selang highpress bisa meledak.</p>
<p>5. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator AC/Cooling Coil Unit karena nikotin yang lengket dan akan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah untuk dihilangkan.</p>
<p>6. Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.</p>
<p>7. Sebelum menyalakan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru AC dinyalakankan. Begitu pun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu sebelum anda mematikan mesin mobil anda.</p>
<p>8. Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan sulit untuk dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok/gantung ke GRILL sebab sering mengakibatkan GRILL/angin-anginan patah (karena sebagian GRILL sulit diperoleh di pasaran).</p>
<p>9.  Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke bengkel specialist ac mobil, agar tidak terlanjur rusak yang mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi.</p>
<p>10.  Lakukan perawatan rutin AC. Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti Receiver Dryer, Oil Compressor, services Blower, Evaporator, kuras Condensor dan Freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi Componen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu segar.bila terserap evaporator dapat mengakibatkan kerusakan evaporator.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=270&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/tips-merawat-ac-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Perangkat Sirkulasi AC Mobil</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-perangkat-sirkulasi-ac-mobil/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-perangkat-sirkulasi-ac-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Perangkat Sirkulasi AC Mobil Kenali perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini Bila AC mobil Anda kerjanya sudah melemah alias tidak lagi menghembuskan hawa dingin dengan maksimal, belum tentu penyebabnya dari freon yang harus diisi kembali. Kerusakan pada salah satu perangkat sirkulasi AC dapat menyebabkan AC tak dingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=267&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Perangkat Sirkulasi AC Mobil</p>
<p><em>Kenali perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini </em></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Bila AC mobil Anda kerjanya sudah melemah alias tidak lagi menghembuskan hawa dingin dengan maksimal, belum tentu penyebabnya dari <em>freon</em> yang harus diisi kembali. Kerusakan pada salah satu perangkat sirkulasi AC dapat menyebabkan AC tak dingin lagi dan <em>freon</em> cepat habis. Untuk itu kenalilah beberapa perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini yang mempengaruhi kerja AC mobil Anda :</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="font-size:x-small;">a) Evaporator</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : mengubah cairan <em>freon </em>menjadi gas dingin. Di perangkat inilah proses pendinginan cairan <em>freon</em> terjadi. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : terjadi kebocoran akibat kotoran yang menumpuk sehingga menyebabkan korosi / keropos. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">b) Termostat</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : untuk menyalurkan daya listrik ke kompresor secara otomatis. Sensor pada <em>thermostat</em> akan mendeteksi suhu di <em>evaporator</em> sesuai setelan. Apabila <em>thermostat</em> dalam keadaan rusak maka <em>evaporator </em>bisa membeku karena pemutus arus listrik tidak berfungsi.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : ditandai dengan keluarnya asap dari kisi AC serta adanya tetesan air seperti embun yang menetes dari <em>evaporator</em>.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">c) Dryer</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : tempat menyimpan <em>freon</em> sementara setelah dicairkan oleh kondensor untuk kemudian disuplai ke <em>evaporator</em>. Fungsi lainnya adalah sebagai penyaring kotoran dalam system sirkulasi AC.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : tersumbatnya <em>dryer</em> oleh timbunan kotoran yang terbawa oleh kondensor. Bila <em>dryer</em> rusak maka suku AC menjadi tidak stabil dan berubah-ubah. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">d) Katup Ekspansi</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : menyemprot cairan <em>Freon</em> dari <em>dyer</em> ke <em>evaporator</em> dengan temperatur dan tekanan yang rendah. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : katup ekspansi bisa rusak jika <em>dryer</em> juga rusak karena membawa kotoran ikut masuk sehingga kerusakan bisa merembet ke <em>evaporator </em>yang ikut terkena kotoran.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">e) Kondensor </span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : Mengubah <em>Freon</em> menjadi cairan yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : Bisa terjadi kebocoran, kotoran debu dan lumpur juga bisa merusak komponen ini.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">f) Kompresor</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : Menekan cairan <em>Freon </em>ke kondensor.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : Kebocoran sil, melemahnya kopling magnet, berkurangnya oli kompresor. Jika terjadi kerusakan biasanya disertai dengan tanda-tanda munculnya suara berisik saat AC dalam kondisi on. (IPR2004)</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">dari berbagai sumber<br />
</span></p></blockquote><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=267&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/06/01/mengenal-perangkat-sirkulasi-ac-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Cara Penggunaan Ac Yang baik</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/31/10-cara-penggunaan-ac-yang-baik/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/31/10-cara-penggunaan-ac-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 09:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[10 Cara Penggunaan Ac Yang baik Udara yang sedang panas-panasnya seperti sekarang ini, tak ada salahnya juga kita mempunyai AC (Air Conditioner). Bahkan meski hujan sesekali datang saja, sering udara yang berhembus tidak sedingin seperti waktu sebelumnya. Pemakaian AC bukan suatu barang baru lagi buat kita yang tinggal di perkotaan, atau mereka yang berlama-lama di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=261&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>10 Cara Penggunaan Ac Yang baik</strong></p>
<hr size="1" /><!-- / icon and title --> <!-- message --></p>
<div id="post_message_19965">Udara yang sedang panas-panasnya seperti sekarang ini, tak ada salahnya juga kita mempunyai AC (Air Conditioner). Bahkan meski hujan sesekali datang saja, sering udara yang berhembus tidak sedingin seperti waktu sebelumnya. Pemakaian AC bukan suatu barang baru lagi buat kita yang tinggal di perkotaan, atau mereka yang berlama-lama di kantor mengerjakan tugas, dan mereka yang berada didalam mobil dan harus menghadapi kemacetan jalan raya setiap harinya. Hanya sekarang banyak model AC yang semakin beragam di pasaran. Kita tinggal memilih sesuai kebutuhan, model dan budget tentunya. Tanpa perangkat pendingin itu, rasanya kita yang tinggal di perkotaan yang panas, padat dan penuh sesak ini jadi malas untuk beraktifitas, tidak bisa tidur, bahkan mudah terpancing emosi.Wah, efeknya luar biasa bukan?</p>
<p>Namun tidak semua dari kita sadar betul untuk menggunaka AC secara bijak. Padahal bila kita menggunakannya, berarti kita harus tahu percis bagaimana merawatnya agar AC dapat selalu menyala dan menyejukkan kita dengan optimal.</p>
<p>Berikut ini ada 10 cara penggunaan AC yang harus kita perhatikan dan cermati, yakni:</p>
<p>1. Baca buku petunjuk penggunaan AC baik-baik dan cermat. Bila ada kartu garansi yang harus dikembalikan kepada divisi servis brand AC, maka segera kirimkan. Hal ini agar perangkat AC terjamin dalam perbaikan dan pembersihan di tempat yang resmi;</p>
<p>2. Perhatikan daya listrik untuk pemakaian AC. Bila AC membutuhkan 1300 watt untuk menyala, maka ada baiknya kita perlu menambah daya listrik rumah atau kantor kita hingga minimal 1000 watt lagi hingga berjumlah 2300 watt. Hal ini penting agar ketika AC menyala, kita juga dapat menggunakan perangkat elektronik lainnya. Jangan biarkan listrik di rumah atau kantor kita mati-hidup-mati-hidup-mati karena daya listrik yang ada tersedot oleh pemakaian AC. Bisa-bisa perangkat listrik di rumah dan kantor tersebut rusak dan terbakar. Waduh!;</p>
<p>3. Nyalakan timer/jangka waktu pemakaian AC bersamaan dengan perangkat pendingin tersebut dinyalakan. Ini sesuai kebutuhan anda tentunya. Apakah hanya ½ jam, sejam atau 3 jam. Maksimal AC menyala selama 5 jam. Setelah itu, biarkan AC mati untuk mendinginkan mesin yang sudah menyala berjam-jam tersebut;</p>
<p>4. Perhatikan mode sirkulasi udara AC yang kita inginkan, apakah kita menginginkan mode sirkulasi udara AC berputar seperti kipas angin (fan), atau mode swing, mode sedingin salju, atau gabungan keduanya dan sebagainya;</p>
<p>5. Pasang AC dengan suhu temperatur yang diinginkan. Umumnya temperatur AC berada mulai dari 18 hingga 32 derajat selsius. Semakin rendah suhu temperatur yang kita pilih, maka semakin dingin sirkulasi udara AC yang kita rasakan;</p>
<p>6. Sebelum AC dinyalakan, tutup semua ventilasi, jendela dan pintu agar udara dari luar tidak masuk. Sehingga kita dapat menikmati kesejukan udara yang ditiupkan AC secara optimal. Bila AC sudah mati, maka bukalah kembali ventilasi dan pintu ruangan lebar-lebar. Ini perlu untuk penggantian udara di ruangan agar lebih sehat dan baik;</p>
<p>7. Jangan lupa untuk selalu melakukan pembersihan terhadap perangkat pendingin tersebut secara rutin dan berkala. Bila AC digunakan pada ruangan dan tempat yang banyak debu, otomatis pembersihan dapat dilakukan 2 kali seminggu. Bila perangkat pendingin itu digunakan pada tempat dan ruangan yang jarang berdebu, maka pembersihan dapat dilakukan 1-2 bulan sekali. Utamakan pembersihan pada bagian penyaringan udara, karena ini merupakan alat vital agar AC dapat menyala lebih dingin dan optimal. Jangan lupa periksa freon, apakah masih terisi penuh, kosong atau bocor. Lakukan pengecekannya sekitar 6 bulan sekali. Kalau kita tidak sanggup membersihkannya sendiri, hubungi divisi layanan servis resmi sesuai merek AC yang kita punya;</p>
<p>8. Pilih ukuran dan model perangkat AC sesuai kebutuhan dan besar-kecilnya ruangan. Untuk ruang kamar, dapat menggunakan ukuran AC mulai dari ½ hingga 1 PK. Untuk ruang tamu bisa gunakan 1,5 hingga 3 PK. Jadi jangan kekecilan maupun kebesaran. Untuk ruangan rapat yang besar, kita dapat memilih AC dengan bentuk floor standing. Sedangkan untuk ruangan kantor besar, model AC seiling cassette juga lebih baik;</p>
<p>9. Sebelum membeli AC, ada baiknya kita banyak melakukan riset terlebih dahulu. Cari info sebanyak-banyaknya tentang AC yang saat ini beredar, bisa melalui brosur, Koran, majalah atau datang dalam pameran elektronik. Pilihlah AC yang hemat pemakaian listrik, mereknya jelas, harga terjangkau dan layanan servis yang memadai. Semakin AC yang kita pilih hemat listrik, berarti kita juga turut mendukung hemat pemakaian listrik dan cinta lingkungan.</p>
<p>10. Pilih AC yang mampu menyaring udara secara optimal. Bukan hanya mengeluarkan dingin semata, namun AC juga dapat menyaring udara-udara yang bercampur dengan virus penyakit, kuman, dan bakteri yang merugikan untuk kesehatan tubuh kita.</p>
</div>
<div>Dari berbagai sumber</div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=261&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/31/10-cara-penggunaan-ac-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melirik AC PANASONIC</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/melirik-ac-panasonic-2/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/melirik-ac-panasonic-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[“Patrol then Purify” AC sekaligus Air Purifier (2 in 1), New Patrol Sensor INVERTER Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun) New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A Features Specifications Sub navigation of Feature INVERTER Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun) Patrol Sensor INVERTER Teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=143&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="keyimgnav">
<div class="col01">
<div id="pictcol">
<p><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_web.jpg" alt="" width="346" /></p>
</div>
</div>
<p><!-- /div.col01 --></p>
<div class="col02">
<div class="infocol">
<p><strong>“Patrol then Purify” AC sekaligus Air Purifier (2 in 1), New Patrol Sensor</strong></p>
<ul class="normal">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
<p><!-- /div.infocol --></p>
</div>
<p><!-- /div.col02 --></p>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
<p><!-- /div.keyimg --></p>
<div class="tabnav04 incsub">
<ul>
<li class="tab01 on"><a>Features</a></li>
<li class="tab02"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5350/Spec">Specifications</a></li>
</ul>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
<p><!-- /# div.tabnavi0X --></p>
<div class="subtabnav">
<div class="txt32c">
<p class="rmv">Sub navigation of Feature</p>
<div class="col01">
<ul class="normal">
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
</ul>
</div>
<div class="col02">
<ul class="normal">
<li>Patrol Sensor</li>
</ul>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/common/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
</div>
<p><!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> INVERTER </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<p>Teknologi Inverter mengatur kekuatan pendinginan yang paling tepat sesuai kondisi ruangan dan suhu yang diinginkan, sehingga lebih hemat listrik hingga 50% .</p>
</div>
<p><!-- /div.img12c-txt52c --> <!-- ================ /[img1/2c-txt5/2c] ================ --> <!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun) </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<p>Sekitar 3 triliun ion negatif pada sistem pemurni udara e-ion akan mengikat dan melumpuhkan partikel berbahaya seperti virus, bakteri, dan jamur.</p>
</div>
<p><!-- /div.img12c-txt52c --> <!-- ================ /[img1/2c-txt5/2c] ================ --> <!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> Patrol Sensor </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<p>Patrol sensor memonitor udara kotor dan pemurni udara bekerja setelah tingkat udara kotor mencapai batas tidak sehat. Sensor ini tetap beroperasi walaupun AC dimatikan untuk menjaga kualitas udara tetap bersih dalam ruangan.</p>
<div class="keyimgnav">
<div class="col01">
<div id="pictcol">
<p><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_web.jpg" alt="" width="346" /></p>
</div>
</div>
<p><!-- /div.col01 --></p>
<div class="col02">
<div class="infocol">
<p><strong>“Patrol then Purify” AC sekaligus Air Purifier (2 in 1), New Patrol Sensor</strong></p>
<ul class="normal">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
<p><!-- /div.infocol --></p>
</div>
<p><!-- /div.col02 --></p>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
<p><!-- /div.keyimg --></p>
<div class="tabnav04 incsub">
<ul>
<li class="tab01 on"><a>Features</a></li>
<li class="tab02"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5350/Spec">Specifications</a></li>
</ul>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
<p><!-- /# div.tabnavi0X --></p>
<div class="subtabnav">
<div class="txt32c">
<p class="rmv">Sub navigation of Feature</p>
<div class="col01">
<ul class="normal">
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
</ul>
</div>
<div class="col02">
<ul class="normal">
<li>Patrol Sensor</li>
</ul>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/common/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
</div>
</div>
<p><!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> INVERTER </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<p>Teknologi Inverter mengatur kekuatan pendinginan yang paling tepat sesuai kondisi ruangan dan suhu yang diinginkan, sehingga lebih hemat listrik hingga 50% .</p>
</div>
<p><!-- /div.img12c-txt52c --> <!-- ================ /[img1/2c-txt5/2c] ================ --> <!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun) </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<p>Sekitar 3 triliun ion negatif pada sistem pemurni udara e-ion akan mengikat dan melumpuhkan partikel berbahaya seperti virus, bakteri, dan jamur.</p>
</div>
<p><!-- /div.img12c-txt52c --> <!-- ================ /[img1/2c-txt5/2c] ================ --> <!-- ================ [H2 (gradation version) ] ================ --></p>
<h2 class="title02"><span class="btn-lnk-alignl"> Patrol Sensor </span></h2>
<p><!-- ================ /[H2 (gradation version) ] ================ --> <!-- ================ [img1/2c-txt5/2c] ================ --></p>
<div class="txt3c">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5350">S-S10HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5350"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5351">CS-S13HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5351"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5351/CS-S10HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5352">CS-S15HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5352"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5352/CS-S10HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5353">CS-S18HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5353"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5353/CS-S18HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5354">CS-S24HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5354"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5354/CS-S18HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>INVERTER</li>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
<li>ENVIO INVERTER menggunakan refrigerant R410A</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<p><!-- /div.txt32c --></p>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<h2 class="title02" style="width:100%;">Envio Series</h2>
<div class="txt32c">
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5355">CS-C7HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5355"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5355/CS-C7HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5356">CS-C9HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5356"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5356/CS-C7HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5357">CS-C12HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5357"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5357/CS-C7HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5358">CS-C18HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5358"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5358/CS-C18HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5359">CS-C24HKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5359"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5359/CS-C18HKP_thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Advanced E-ion (Sekitar 3 trilliun)</li>
<li>New Patrol Sensor dengan 3 lampu indikator</li>
<li>Filter E-ion yang lebih besar dan lebih rapat</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
<p><!-- /div.txt32c --></p>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<h2 class="title02" style="width:100%;">Semi Deluxe Series</h2>
<div class="txt32c">
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5873">CS-KC5HKJ</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/5873"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5873/CS-KC5HKJ-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Low Watt 320W</li>
<li>Super Alleru Buster Filter</li>
<li>Powerfull</li>
<li>Economy</li>
<li>Quiet</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
<p><!-- /div.txt32c --></p>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<h2 class="title02" style="width:100%;">Standard Series</h2>
<div class="txt32c">
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4571">CS-PC5GKJ</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4571"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4571/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4576">CS-PC7GKJ</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4576"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4576/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4580">CS-PC9GKJ</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4580"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4580/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4581">CS-PC12GKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4581"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4581/CS-PC12GKP-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="clear"><img src="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" alt="" width="1" height="1" /></div>
<div class="col01">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4582">CS-PC18GKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4582"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4582/CS-PC18GKP-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col02">
<h3 class="subtitle"><span class="btn-lnk-alignl"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4583">CS-PC24GKP</a></span></h3>
<div class="colPSub01" style="width:110px;"><a href="http://panasonic.co.id/web/pid/4583"><img src="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4583/CS-PC18GKP-thumb.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<div class="colPSub01" style="width:168px;">
<ul class="normal" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<li>
<ul>
<li>Kualitas udara sehat</li>
<li>Nyaman</li>
<li>Mudah</li>
<li>Tahan lama</li>
</ul>
</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><!-- /div#pagetitle --> <!-- ==== /Page title ==== --> <!-- ================ H2: [txt3/2c] ================ --></p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=143&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/melirik-ac-panasonic-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_web.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/common/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_web.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/common/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5350/CS-S10HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5351/CS-S10HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5352/CS-S10HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5353/CS-S18HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5354/CS-S18HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5355/CS-C7HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5356/CS-C7HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5357/CS-C7HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5358/CS-C18HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5359/CS-C18HKP_thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/5873/CS-KC5HKJ-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4571/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4576/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4580/CS-PC5GKJ-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4581/CS-PC12GKP-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/img/common/1px.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4582/CS-PC18GKP-thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://panasonic.co.id/web/imgPrd/4583/CS-PC18GKP-thumb.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SERVICE BERGARANSI</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/service-bergaransi/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/service-bergaransi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Kini Inti Pratama Technics. telah membuka bengkel Service Air Conditioner ( AC ). Dengan dukungan teknisi yang berpengalaman dan handal,serta bersertivikasi. Yang memberikan kepuasan pelanggan,serta memberikan garansi di setiap pekerjaannya. Kami melayani : Services Reparasi Menjual AC baru dan 2nd Menjual Sperpart Bermacam-macam jenis Air Conditioner ( AC ) seperti: AC Split, AC Casset, AC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=173&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini Inti Pratama Technics. telah membuka bengkel Service Air Conditioner ( AC ). Dengan dukungan teknisi yang berpengalaman dan handal,serta bersertivikasi.<br />
Yang memberikan kepuasan pelanggan,serta memberikan garansi di setiap pekerjaannya.<br />
Kami melayani :<br />
Services<br />
Reparasi<br />
Menjual AC baru dan 2nd<br />
Menjual Sperpart<br />
Bermacam-macam jenis Air Conditioner ( AC ) seperti:<br />
AC Split, AC Casset, AC Standing, AC Celing, AC sentral, AC Down Floor.<br />
Hubungi Kami segera!!!!<br />
Inti Pratama technics.<br />
Jl.Raya Bojong Sari, No.48,Sawangan,Depok<br />
Tlp.021-33283782<br />
021-98286131<br />
0812-19722072</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=173&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/service-bergaransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL AC PRECISION</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ac-precision-2/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ac-precision-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[APA ITU AC PRECISION.? Ruang Server harus mempuyai suhu dan kelembaban yang presisi,  menggunakan sistem pendingin udara awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan besar Ruang utama komputer. AC Precision berbeda dari standar AC biasa yaitu mempunyai kelebihan-kelebihan seperti dibawah ini: * High cfm per ton * Sensible panas tinggi rasio * Cocok untuk terus 24 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=180&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-339" href="http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ac-precision-2/img0042a-2/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-339" title="IMG0042A" src="http://iptech.files.wordpress.com/2010/05/img0042a1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<div><span style="color:#000080;"><strong><span style="text-decoration:underline;">APA ITU AC PRECISION.?<br />
</span></strong></span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Ruang Server harus mempuyai suhu dan  kelembaban yang presisi,  menggunakan sistem pendingin udara awalnya  dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan besar Ruang utama  komputer. AC Precision berbeda dari standar AC biasa yaitu mempunyai  kelebihan-kelebihan seperti dibawah ini:</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * High cfm per ton</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Sensible panas tinggi rasio</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Cocok untuk terus 24 jam dan 365 hari  operasi</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Inbuilt pilihan dari heater,  humidifier, dehumidificaiton untuk mengendalikan suhu dan kelembaban  secara bersamaan.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Microprocessor kontrol untuk menutup  kontrol pada suhu dan kelembaban dengan user friendly interface.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Better penyaringan udara</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Untuk menentukan Besaran AC Precision yang  digunakan secara tepat di dalam ruangan dengan menentukan :</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 1. Di dalam kondisi suhu dan kelembaban:  dalam kondisi yang  direkomendasikan oleh sebagian besar produsen Server  adalah 22 ° C ± 1 db ° C dan 50% ± 5% RH.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 2. Kondisi di luar: Cocok derating  peralatan kapasitas harus dipertimbangkan berdasarkan condensing suhu  yang biasanya 11 ° C lebih tinggi daripada suhu Ambient dan berbeda  dengan suhu Ambient.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 3. Peralatan pemilihan harus memenuhi  udara panas dan kuantitas memuat persyaratan. Precision AC ada aliran  udara yang melebihi 550 cfm per ton. Heat load harus account berikut  internal beban di ruang server:</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • peralatan beban biasanya diasumsikan  berdasarkan kepadatan per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Hampir diisi 20-40 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Cukupan diisi 50-60 watt per sq.ft</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Padat penduduk 70-100 watt per  sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Berat diisi 100-150 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • occupancy tingkat minimum, biasanya 2  atau 3 orang</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • pencahayaan biasanya dianggap beban  di 1,5 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • keragaman faktor peralatan untuk  memuat sekitar 60-80%.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 4. Siaga syarat: setelah dihitung beban  panas, langkah berikutnya adalah untuk menentukan kapasitas dan jumlah  unit AC yang akan dipilih dari model standar tersedia dari produsen  paling sesuai dan menentukan kapasitas dari siaga unit. Sebagai contoh,  jika panas berhasil memuat hingga 45 ton, satu unit dapat memilih tiga  dari 15 ton sebagai operasional plus satu unit ke unit kerja sebagai  siaga (umumnya disebut sebagai n = 3 + 1) atau memilih dua unit 22,5 ton  sebagai satu unit operasional plus sebagai siaga (disebut sebagai n = 2  + 1). Total harga dari masing-masing pilihan dan kendala fisik pada  instalasi situs akhirnya akan menentukan pilihan terbaik.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Perbedaan Antara Nominal dan Aktual Kapasitas  Ratings</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Kapasitas pendinginan yang ada udara  ditentukan oleh suhu kamar yang dikelola oleh AC dan di luar suhu udara  yang cools yang kondensator, faktor lainnya tetap tidak berubah (seperti  pendingin yang digunakan, dan kecepatan kipas kompresor desain).  Semakin rendah suhu kamar, maka semakin rendah kapasitas pendinginan  yang sebenarnya. Semakin tinggi suhu udara di luar ruangan, maka semakin  rendah kapasitas pendinginan yang sebenarnya.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Untuk menghindari kebingungan di pasar semua  produsen AC di Amerika berkumpul dan memutuskan bahwa mereka semua akan  menilai kemampuan produk mereka tetap di suhu kamar dan suhu udara  terbuka untuk kepentingan keseragaman. Kemampuan ini disebut nilai  nominal dan nilai sama dengan ARI (Balkon dan Refrigerating Institute)  rating kondisi. Standar penilaian kondisi serupa juga enforced oleh  produsen Eropa dan Jepang. Dalam India ISI atau BIS (Biro Standarisasi  India) telah meletakkan bawah kondisi serupa untuk penilaian dan  kenyamanan ruang ACS ACS kemasan.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">ACS sejak presisi tidak digunakan untuk  kenyamanan kondisi di mana mereka nilai nominal tetapi untuk menurunkan  suhu yang diperlukan oleh Server, sebenarnya kemampuan mereka akan jauh  lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas nominal. Demikian juga untuk  luar suhu tinggi berlaku di India, dibandingkan dengan Eropa dan Amerika  Serikat, yang sebenarnya kapasitas juga akan jauh lebih rendah dari  kapasitas nominal. Konsultan atau pengguna presisi ACS itu harus jelas  dan menghindari ambiguities menentukan evaporating / condensing  temperatur di kompresor kapasitas yang dibutuhkan, dengan minimal 4 ° C  perbedaan antara gulungan ADP / evaporating dan antara 10 ° C Ambient /  condensing temperatur.</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Tepat memilih Jenis Precision AC untuk Server  Kamar</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Setelah dihitung beban panas dan hak memilih  kapasitas dan jumlah unit termasuk siaga, sekarang harus memutuskan satu  jenis unit dari berbagai tersedia dengan mengingat bahwa faktor  keandalan untuk 24 jam dan 365 hari setahun operasi.</span></div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=180&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ac-precision-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iptech.files.wordpress.com/2010/05/img0042a1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG0042A</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal UPS</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ups/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ups/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[UPS adalah suatu alat yang berfungsi sebagai buffer antara power suplai dengan peralatan elektronik yang kita gunakan seperti komputer, printer, modem, dsb. Bila ada gangguan, atau dengan kata lain suplai daya terputus, maka UPS akan segera bekerja dalam waktu sesingkat mungkin sehingga peralatan elektronik yang kita miliki tidak mengalami kerusakan. Dalam hal ini UPS berfungsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=246&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span class="ws8">UPS adalah suatu alat yang berfungsi sebagai buffer antara power suplai dengan peralatan elektronik yang kita gunakan seperti komputer, printer, modem, dsb. Bila ada gangguan, atau dengan kata lain suplai daya terputus, maka UPS akan segera bekerja dalam waktu sesingkat mungkin sehingga peralatan elektronik yang kita miliki tidak mengalami kerusakan. Dalam hal ini UPS berfungsi sebagai suplai daya baru (backup dari suplai daya utama).</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Mengapa kita harus memasang UPS ?</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Sering terjadi suplai daya PLN terputus secara tiba-tiba atau kualitas suplai daya tidak normal akibat tegangan lebih, tegangan kurang dan tegangan kedip yang disebabkan karena gangguan petir dsb. Alangkah ruginya kita, apabila data-data berharga hasil pekerjaan yang telah kita kerjakan di komputer hilang akibat suplai daya ke komputer tiba-tiba putus.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">UPS bertindak untuk mencegah hal tersebut terjadi. Apabila telah terjadi kerusakan pada alat elektronik akibat terputusnya suppply daya atau data-data yang kita miliki hilang, maka UPS tidak dapat mengatasinya. UPS hanya bertanggung jawab agar peralatan elektronik tersebut tidak rusak atau sebelum data hilang.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Penyebab utama menurunnya kualitas suplai daya</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Menurunnya kualitas suplai daya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup peralatan elektronik yang disuplainya. Beberapa hal utama yang menyebabkan menurunnya kualitas suplai daya :</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">1. Tegangan lebih akibat petir biasanya terjadi dalam waktu beberapa mikro detik. Tegangan lebih ini biasanya dapat merusak perangkat keras (hardware) dari peralatan elektronik yang dikenainya. Seperti microchips, harddisk, monitor dsb.</span></div>
<div><span class="ws8">2. Tegangan lebih akibat switch. Biasanya terjadi akibat mesin listrik yang diputus dari suplai. Bila kejadian ini berlangsung lama dapat mengakibatkan kerusakan pada perangkat keras.</span></div>
<div><span class="ws8">3. Tegangan kedip sesaat akibat peralatan listrik berdaya besar baru dinyalakan. Tegangan kedip ini dapat menyebabkan komputer hang, salah pembacaan pada harddisk atau kerusakan fisik pada harddisk tersebut.</span></div>
<div><span class="ws8">4. Tegangan kurang, akibat PLN tidak mampu melayani beban puncak. Hal ini mengakibatkan peralatan kita dicatu dengan tegangan lebih rendah dari ratingnya. Hal ini sangat berbahaya bagi peralatan kita sangat sensitif terhadap perubahan tegangan.</span></div>
<div><span class="ws8">5. Black-Out</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Ini merupakan peristiwa putusnya tegangan PLN ke peralatan secara keseluruhan.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Komponen utama dari sebuah UPS adalah :</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">* Baterei</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Jenis baterei yang digunakan adalah jenis lead-acid (tegangan nominal 2,0 V per sel) dan jenis nikel-cadmium (tegangan nominal 1,2 V per sel). Baterei ini mampu menjadi sumber tegangan cadangan selama 15-30 menit.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">* Rectifier (penyearah)</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai daya untuk mengisi baterei.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">* Inverter</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Berfungsi untuk mengubah arus DC dari bateri menjadi arus AC ke peralatan yang dilindungi oleh UPS.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Macam UPS berdasarkan cara kerjanya :</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">1. Line Interactive UPS</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">2. On-Line UPS</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterei ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">3. Off-Line UPS</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8">UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterei menuju inverter.</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8"><br />
</span></div>
<div><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"> </span><span class="ws8"><em> sumber forum kaskus</em></span></div>
<p><img src="/DOCUME%7E1/SID-02/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /></p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=246&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-ups/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenali AC Mobil Anda</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/kenali-ac-mobil-anda/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/kenali-ac-mobil-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Kenali perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini Bila AC mobil Anda kerjanya sudah melemah alias tidak lagi menghembuskan hawa dingin dengan maksimal, belum tentu penyebabnya dari freon yang harus diisi kembali. Kerusakan pada salah satu perangkat sirkulasi AC dapat menyebabkan AC tak dingin lagi dan freon cepat habis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=248&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kenali perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini </em></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Bila AC mobil Anda kerjanya sudah melemah alias tidak lagi menghembuskan hawa dingin dengan maksimal, belum tentu penyebabnya dari <em>freon</em> yang harus diisi kembali. Kerusakan pada salah satu perangkat sirkulasi AC dapat menyebabkan AC tak dingin lagi dan <em>freon</em> cepat habis. Untuk itu kenalilah beberapa perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini yang mempengaruhi kerja AC mobil Anda :</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="font-size:x-small;">a) Evaporator</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : mengubah cairan <em>freon </em>menjadi gas dingin. Di perangkat inilah proses pendinginan cairan <em>freon</em> terjadi. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : terjadi kebocoran akibat kotoran yang menumpuk sehingga menyebabkan korosi / keropos. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">b) Termostat</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : untuk menyalurkan daya listrik ke kompresor secara otomatis. Sensor pada <em>thermostat</em> akan mendeteksi suhu di <em>evaporator</em> sesuai setelan. Apabila <em>thermostat</em> dalam keadaan rusak maka <em>evaporator </em>bisa membeku karena pemutus arus listrik tidak berfungsi.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : ditandai dengan keluarnya asap dari kisi AC serta adanya tetesan air seperti embun yang menetes dari <em>evaporator</em>.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">c) Dryer</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : tempat menyimpan <em>freon</em> sementara setelah dicairkan oleh kondensor untuk kemudian disuplai ke <em>evaporator</em>. Fungsi lainnya adalah sebagai penyaring kotoran dalam system sirkulasi AC.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : tersumbatnya <em>dryer</em> oleh timbunan kotoran yang terbawa oleh kondensor. Bila <em>dryer</em> rusak maka suku AC menjadi tidak stabil dan berubah-ubah. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">d) Katup Ekspansi</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : menyemprot cairan <em>Freon</em> dari <em>dyer</em> ke <em>evaporator</em> dengan temperatur dan tekanan yang rendah. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : katup ekspansi bisa rusak jika <em>dryer</em> juga rusak karena membawa kotoran ikut masuk sehingga kerusakan bisa merembet ke <em>evaporator </em>yang ikut terkena kotoran.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">e) Kondensor </span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : Mengubah <em>Freon</em> menjadi cairan yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : Bisa terjadi kebocoran, kotoran debu dan lumpur juga bisa merusak komponen ini.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:x-small;">f) Kompresor</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Fungsi : Menekan cairan <em>Freon </em>ke kondensor.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">• Kerusakan : Kebocoran sil, melemahnya kopling magnet, berkurangnya oli kompresor. Jika terjadi kerusakan biasanya disertai dengan tanda-tanda munculnya suara berisik saat AC dalam kondisi on. (IPR2004)</span></p></blockquote><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=248&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/kenali-ac-mobil-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seklumit Ac Precision</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/seklumit-ac-precision/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/seklumit-ac-precision/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Seklumit Ac Precision: Ruang Server harus mempuyai suhu dan kelembaban yang presisi,  menggunakan sistem pendingin udara awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan besar Ruang utama komputer. AC Precision berbeda dari standar AC biasa yaitu mempunyai kelebihan-kelebihan seperti dibawah ini: * High cfm per ton * Sensible panas tinggi rasio * Cocok untuk terus 24 jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=242&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="color:#000080;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Seklumit Ac Precision</span></strong></span><span style="color:#000080;">:</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Ruang Server harus mempuyai suhu dan kelembaban yang presisi,  menggunakan sistem pendingin udara awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan besar Ruang utama komputer. AC Precision berbeda dari standar AC biasa yaitu mempunyai kelebihan-kelebihan seperti dibawah ini:</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * High cfm per ton</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Sensible panas tinggi rasio</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Cocok untuk terus 24 jam dan 365 hari operasi</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Inbuilt pilihan dari heater, humidifier, dehumidificaiton untuk mengendalikan suhu dan kelembaban secara bersamaan.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Microprocessor kontrol untuk menutup kontrol pada suhu dan kelembaban dengan user friendly interface.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> * Better penyaringan udara</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Untuk menentukan Besaran AC Precision yang digunakan secara tepat di dalam ruangan dengan menentukan :</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 1. Di dalam kondisi suhu dan kelembaban: dalam kondisi yang direkomendasikan oleh sebagian besar produsen Server adalah 22 ° C ± 1 db ° C dan 50% ± 5% RH.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 2. Kondisi di luar: Cocok derating peralatan kapasitas harus dipertimbangkan berdasarkan condensing suhu yang biasanya 11 ° C lebih tinggi daripada suhu Ambient dan berbeda dengan suhu Ambient.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 3. Peralatan pemilihan harus memenuhi udara panas dan kuantitas memuat persyaratan. Precision AC ada aliran udara yang melebihi 550 cfm per ton. Heat load harus account berikut internal beban di ruang server:</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • peralatan beban biasanya diasumsikan berdasarkan kepadatan per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Hampir diisi 20-40 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Cukupan diisi 50-60 watt per sq.ft</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Padat penduduk 70-100 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> &#8211; Berat diisi 100-150 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • occupancy tingkat minimum, biasanya 2 atau 3 orang</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • pencahayaan biasanya dianggap beban di 1,5 watt per sq.ft.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> • keragaman faktor peralatan untuk memuat sekitar 60-80%.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"> 4. Siaga syarat: setelah dihitung beban panas, langkah berikutnya adalah untuk menentukan kapasitas dan jumlah unit AC yang akan dipilih dari model standar tersedia dari produsen paling sesuai dan menentukan kapasitas dari siaga unit. Sebagai contoh, jika panas berhasil memuat hingga 45 ton, satu unit dapat memilih tiga dari 15 ton sebagai operasional plus satu unit ke unit kerja sebagai siaga (umumnya disebut sebagai n = 3 + 1) atau memilih dua unit 22,5 ton sebagai satu unit operasional plus sebagai siaga (disebut sebagai n = 2 + 1). Total harga dari masing-masing pilihan dan kendala fisik pada instalasi situs akhirnya akan menentukan pilihan terbaik.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Perbedaan Antara Nominal dan Aktual Kapasitas Ratings</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Kapasitas pendinginan yang ada udara ditentukan oleh suhu kamar yang dikelola oleh AC dan di luar suhu udara yang cools yang kondensator, faktor lainnya tetap tidak berubah (seperti pendingin yang digunakan, dan kecepatan kipas kompresor desain). Semakin rendah suhu kamar, maka semakin rendah kapasitas pendinginan yang sebenarnya. Semakin tinggi suhu udara di luar ruangan, maka semakin rendah kapasitas pendinginan yang sebenarnya.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Untuk menghindari kebingungan di pasar semua produsen AC di Amerika berkumpul dan memutuskan bahwa mereka semua akan menilai kemampuan produk mereka tetap di suhu kamar dan suhu udara terbuka untuk kepentingan keseragaman. Kemampuan ini disebut nilai nominal dan nilai sama dengan ARI (Balkon dan Refrigerating Institute) rating kondisi. Standar penilaian kondisi serupa juga enforced oleh produsen Eropa dan Jepang. Dalam India ISI atau BIS (Biro Standarisasi India) telah meletakkan bawah kondisi serupa untuk penilaian dan kenyamanan ruang ACS ACS kemasan.</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">ACS sejak presisi tidak digunakan untuk kenyamanan kondisi di mana mereka nilai nominal tetapi untuk menurunkan suhu yang diperlukan oleh Server, sebenarnya kemampuan mereka akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas nominal. Demikian juga untuk luar suhu tinggi berlaku di India, dibandingkan dengan Eropa dan Amerika Serikat, yang sebenarnya kapasitas juga akan jauh lebih rendah dari kapasitas nominal. Konsultan atau pengguna presisi ACS itu harus jelas dan menghindari ambiguities menentukan evaporating / condensing temperatur di kompresor kapasitas yang dibutuhkan, dengan minimal 4 ° C perbedaan antara gulungan ADP / evaporating dan antara 10 ° C Ambient / condensing temperatur.</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Tepat memilih Jenis Precision AC untuk Server Kamar</span></div>
<div><span style="color:#000080;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#000080;">Setelah dihitung beban panas dan hak memilih kapasitas dan jumlah unit termasuk siaga, sekarang harus memutuskan satu jenis unit dari berbagai tersedia dengan mengingat bahwa faktor keandalan untuk 24 jam dan 365 hari setahun operasi.</span></div><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=242&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/seklumit-ac-precision/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Lampu Rumah</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-lampu-rumah/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-lampu-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Lampu Rumah Terdapat beberapa jenis lampu untuk interior rumah, seperti lampu biasa (bohlam atau neon), yang bisa dipasang di kap lampu. Jenis-jenis lampu hias lebih bervariasi dan digolongkan melalui berbagai cara memasang atau jenis aksesori lampu yang digunakan, seperti ceiling lamps (lampu langit-langit), spotlight (lampu sorot), dan sebagainya. Penggunaan lampu ini bisa sangat mendukung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=238&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://karpetbasah.blogspot.com/2009/11/mengenal-lampu-yang-digunakan-dalam.html">Mengenal Lampu Rumah</a></h3>
<p>Terdapat beberapa jenis lampu untuk interior rumah, seperti lampu biasa (bohlam atau neon), yang bisa dipasang di kap lampu. Jenis-jenis lampu hias lebih bervariasi dan digolongkan melalui berbagai cara memasang atau jenis aksesori lampu yang digunakan, seperti ceiling lamps (lampu langit-langit), spotlight (lampu sorot), dan sebagainya. Penggunaan lampu ini bisa sangat mendukung <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Design/Interior_Design/?PostID=228813">design architect</a> interior rumah maupun kantor Anda. Apakah <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Building_Property/?PostID=273790">rumah KPR</a> maupun rumah lainnya.</p>
<p>Berikut jenis lampu dalam rumah</p>
<p>Lampu langit-langit (ceiling lamp)</p>
<p>Jenis lampu ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu atau supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga. Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak digunakan untuk perkantoran.</p>
<p>Lampu gantung (pendant fixtures)</p>
<p>Lampu jenis ini paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, karena kemudahan memasang jaringan kabel. Lampu gantung lantai dasar dengan langit-langit dari dak beton biasanya menggunakan lampu gantung. Lampu gantung juga biasa digunakan untuk &#8216;mengisi&#8217; langit-langit yang cukup tinggi, misalnya di area void, tangga, dan sebagainya. Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.</p>
<p>Lampu dinding (wall lamps)</p>
<p>Lampu dinding biasa digunakan untuk tujuan menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. Bisa juga digunakan untuk memberi petunjuk arah, seperti pada lobi-lobi hotel.</p>
<p>Lampu lantai (floor lamps)</p>
<p>Lampu lantai bisa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. Jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.</p>
<p>Lampu meja (desk lamps)</p>
<p>Lampu meja banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuhan.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=238&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-lampu-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Teknologi mesin refrigerasi</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-teknologi-mesin-refrigerasi/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-teknologi-mesin-refrigerasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 05:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi mesin refrigerasi saat ini sangat mempengaruhi kehidupan dunia modern. Tidak hanya terbatas untuk peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga sudah menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia. Teknologi ini dibutuhkan untuk penyiapan bahan makanan, penyimpanan dan distribusi makanan, proses kimia yang memerlukan pendinginan, pengkondisian udara untuk kenyamanan ruangan baik pada industri, perkantoran, transportasi maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=218&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Teknologi mesin refrigerasi saat ini sangat mempengaruhi kehidupan dunia modern. Tidak hanya terbatas untuk peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga sudah menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia. Teknologi ini dibutuhkan untuk penyiapan bahan makanan, penyimpanan dan distribusi makanan, proses kimia yang memerlukan pendinginan, pengkondisian udara untuk kenyamanan ruangan baik pada industri, perkantoran, transportasi maupun rumah tangga. Karena peran tersebut membuat teknologi ini banyak digunakan di tengah-tengah masyarakat.</div>
<p>Saat ini teknologi mesin refrigerasi yang paling banyak digunakan adalah dari jenis siklus kompresi uap. Siklus jenis ini biasanya diaplikasikan pada mesin refrigerasi untuk domestik (rumah tangga), komersial, industri, transportasi, pengkondisian udara domestik dan komersial, chiller dan MAC (mobil air conditioner). Mesin jenis ini kebanyakan menggunakan jenis-jenis refrigeran yang kurang bersahabat dengan lingkungan karena mengandung senyawa yang dapat merusak lapisan ozon dan efek pemanasan global. (Teguh B et al 2003). Adapun jenis refrigeran tersebut adalah jenis CFC (chlorofluorocarbon), HCFC (hydrochloro-fluorocarbon) dan HFC (hydrofluorocarbon)<br />
Teknologi Refrigerasi memiliki kontribusi langsung pada kerusakan lingkungan diantaranya penipisan lapisan ozon dan pemanasan global melalui kebocoran dan buangan refrigeran ke lingkungan. Terkait dengan hal ini, Protokol Kyoto tahun 1997 tentang perubahan iklim bumi telah mengatur penggunaan refrigerant yang termasuk dalam gas rumah kaca, yakni HFCs (Hidro Fluoro Carbons)<br />
Munculnya permasalahan pada mesin refrigerasi terhadap lingkungan seperti efek pemanasan global dan penipisan lapisan ozon hanya terjadi bila zat (refrigeran) tersebut terlepas ke atmosfer yang disebabkan kebocoran pada mesin refrigerasi ataupun penggantian dan recycling refrigerant pada saat servis. Mengingat pentingnya lingkungan, maka sangat perlu dilakukan pengurangan (pencegahan) kerusakan lingkungan dengan memberikan pengetahuan kepada praktisi-praktisi service refrigerasi untuk melakukan metode penanganan servis mesin refrigerasi yang ramah lingkungan. Ini merupakan salah satu alternatif dari beberapa alternatif upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan mesin refrigerasi.<br />
Dengan demikian perlu dilakukan penciptaan suatu manajemen pengetahuan pada organisasi ataupun individu yang bergerak di bidang service mesin refrigerasi.</p>
<p>1.2. Tujuan</p>
<p>Tujuan dari manajemen pengetahuan tentang penanganan service mesin refrigerasi ramah lingkungan ini adalah sebagai berikut :</p>
<p>• Mempersiapkan sumber daya manusia (teknisi refrigerasi) yang memiliki kemampuan dalam pengoperasian peralatan servis yang ramah lingkungan.<br />
• Dapat melakukan penanganan refrigeran secara baik dan benar dengan memperhatikan faktor pelestarian lingkungan<br />
• Peningkatan/pengembangan organisasi/individu (teknisi) dalam bentuk membangun kesadaran para teknisi untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pemahaman akan peran mereka dalam upaya pencegahan kerusakan tersebut.<br />
• Dapat mengaplikasikan mesin 2R (Recovery-Recycling dan Vacum-Recharging) secara baik dan benar pada saat melakukan service peralatan refrigerasi.<br />
• Menguasai cara-cara kerja servis yang efisien, efektif, dan ramah lingkungan</p>
<p><strong>Batasan Masalah</strong></p>
<p>Jenis Mesin refrigerasi saat ini sangat beragam. Ditinjau dari kelompok aplikasinya, mesin refrigerasi dapat dibagi menjadi refrigerasi domestik, refrigerasi komersial, refrigerasi industri, refrigerasi transport, pengkondisian udara domestik dan komersial, chiller dan mobil air conditioner. Dalam makalah ini penanganan service difokuskan pada kelompok mesin refrigerasi domestik (lemari es, dispenser air), refrigerasi komersial (pendingin minuman botol, box es krim, lemari pendingin supermarket ukuran kecil) dan pengkondisian udara domestik dan komersial (ac window dan split) . LANDASAN TEORI</p>
<p>2.1. Mesin Refrigerasi</p>
<p>Jenis mesin refrigerasi berdasarkan siklus termodinamiknya dapat dikelompokkan</p>
<p>1. Mesin refrigerasi Siklus kompresi uap<br />
2. Mesin refrigerasi siklus absorpsi<br />
3. Mesin refrigerasi siklus jet uap<br />
4. Mesin refrigerasi siklus udara<br />
5. Mesin refrigerasi siklus vorteks</p>
<p>Mesin refrigerasi yang paling banyak digunakan adalah mesin refrigerasi dengan siklus kompresi uap.<br />
Pengelompokan Mesin Refrigerasi Berdasarkan Aplikasinya<br />
Berdasarkan aplikasinya mesin refrigerasi dapa dikelompokkan seperti pada tabel 1.1 berikut ini</p>
<p>Jenis Mesin refrigerasi Contoh<br />
Refrigerasi Domestik (rumah tangga) Lemari es, dispenser air<br />
Refrigerasi Komersial Pendingin minuman botol, box es krim, lemari pendingin supermarket ukuran kecil<br />
Refrigerasi Industri Pabrik es, cold storage, mesin pendingin untuk industri proses<br />
Refrigerasi transport Refrigerated truck, train and containers.  <!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p><strong>Kompresor</strong></p>
<p>Berfungsi untuk mensirkulasikan refrigeran dan menaikkan tekanan refrigeran agar refrigeran dapat mengembun pada temperatur di atas temperatur udara luar.<br />
Berdasarkan letak motornya kompresor dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kompresor jenis terbuka dan jenis hermetik. Pada kompresor jenis terbuka motor terpisah dengan kompresor dan daya dari motor ditransmisikan melalui sabuk atau sistem transmisi daya lain. Pada kompresor hermetik, motor dan kompresor berada dalam satu cangkang yang kedap udara. Jenis lain adalah kompresor semi hermetik selubungnya disambung dengan baut sehingga bisa dibuka untuk berbagai keperluan servis termasuk untuk menggulung ulang kumparan motor listrik. Untuk melindungi bagian-bagian yang bergesek diantara komponen pada kompresor diberi pelumas. Pelumas ini biasanya bercampur dengan refrigeran. Pada kompresor hermetik yang digunakan untuk mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial biasanya digunakan pelumas yang larut dengan baik dalam refrigeran.</p>
<p><strong>Kondensor</strong></p>
<p>Berfungsi sebagai alat dimana refrigeran didinginkan sehingga mengembun. Pada mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial panas pengembunan dibuang ke udara luar secara alami karena adanya perbedaan temperatur refrigeran dengan udara luar. Jenis kondensor yang digunakan pada mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial pada umumnya adalah jenis pipa polos dengan pendinginan alami<br />
Evaporator<br />
Berfungsi sebagai tempat refrigeran menguap. Panas yang diperlukan untuk penguapan diperoleh dari benda/media yang akan didinginkan. Jenis evaporator yang biasa digunakan adalah jenis evaporator permukaan plat dan pipa polos.</p>
<p><strong>Filter drier</strong></p>
<p>Berfungsi untuk menyerap uap air yang terlarut dalam refrigeran dan menyaring padatan terlarut jika ada. Air dicegah masuk ke dalam pipa kapiler dan evaporator karena dapat menyebabkan penyumbatan oleh air yang menjadi es pada temperatur evaporator yang rendah. Terdapat dua jenis filter drier yaitu alumina aktif dan molecular sieve. Alumina aktif terbuat dari Al2O3<a title="Al2O3" href="http://www.ccitonline.com/main/tiki-editpage.php?page=Al2O3">?</a> yang dapat menyerap uap air lebih banyak dari silica gel dan juga dapat menyerap asam baik dari refrigeran maupun pelumas. Molecular sieve terbuat dari logam alumina silicat yang memiliki kemampuan menyerap uap air yang sangat tinggi</p>
<p><strong>Pipa kapiler</strong></p>
<p>Berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran agar dapat menguap di evaporator pada temperatur yang rendah. Tekanan refrigeran dapat diturunkan sebagai akibat adanya gesekan pada pipa kapiler yang panjang dan berdiameter kecil. Ukuran pipa kapiler biasanya dinyatakan dengan angka 10, 20 dan seterusnya hingga 90. Angka tersebut menunjukkan diameter pipa tersebut, grade 10 menunjukkan diameter pipa 0,010 inci.</p>
<p><strong>Refrigeran</strong></p>
<p>Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara (AC). Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda/media yang didinginkan dan membawanya kemudian membuang panas tersebut ke udara luar.<br />
Jenis –jenis refrigeran<br />
Refrigeran dapat dikelompokkan menjadi refrigeran sintetik dan refrigeran alami.<br />
Refrigeran sintetik<br />
Refrigeran sintetik tidak terdapat di alam dan dibuat oleh manusia dari unsur-unsur kimia. Yang termask kedalam kelompok refrigeran sintetik adalah :<br />
Refrigeran CFC (chlor-fluor-carbon),<br />
Refriigeran ini terdiri dari unsur chlor (Cl), Fluor (F) dan carbon (C). Contoh dari refrigeran ini adalah R-11 (CFC-11), R-12 (CFC-12).<br />
Karena tidak mengandung hidrogen CFC adalah senyawa yang sangat stabil dan tidak mudah bereaksi dengan zat lain meskipun terlepas ke atmosfir. Dan karena mengandung chlor CFC merusak ozon di atmosfer (stratosfer) jauh di atas muka bumi. Zat ini memiliki nilai potensi merusak ozon yang tinggi (ozon depletion potensial = 1). Lapisan ozon bermanfaat untuk melindungi mahluk hidup dari pancaran sinar ultraviolet intensitas tinggi. Oleh sebab itu kelestariannya perlu dijaga.<br />
Refrigeran HCFC (Hydro-Chlor-Fluor-Carbon)<br />
Refrigeran ini terdiri dari unsure Hydrogen (H), chlor (Cl), fluor (F) dan carbon (C). Karena mengandung hidrogen, refrigeran ini menjadi kurang stabil jika berada di<!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p>III. Penaganan Service Mesin Refrigerasi</p>
<p>3.1. Peralatan service yang digunakan<br />
Yang dimaksud dengan servis adalah tindakan perawatan atau perbaikan yang menyebabkan refrigeran harus dikeluarkan dari dalam sistem.<br />
Adapun Peralatan yang digunakan terdiri dari :<br />
• Peralatan listrik<br />
• Peralatan pipa<br />
• Peralatan penanganan refrigeran<br />
• Peralatan umum</p>
<p>3.1.1. Peralatan listrik<br />
Peralatan listrik yang diperlukan adalah :</p>
<p>a. Tang multimeter digital<br />
Digunakan untuk mengukur tahanan (misalnya 0-200 Ω), tegangan DC (sebaiknya sampai 1000 V), tegangan AC (sebaiknya sampai 750 V), arus listrik (sekitar 0-30 A).<br />
Penggunaan tang ini cukup dengan melingkarkan tang pada salah satu kabel yang<br />
bertegangan (line), namun juga dilengkapi dengan kabel penghubung biasa untuk memeriksa sambungan dan kumparan motor apakah terjadi kontak dengan badan kompresor. Alat ini dapat juga digunakan untuk memeriksa tegangan dan arus listrik jala-jala</p>
<p>3.1.2. Peralatan Pipa</p>
<p>Adapun peralatan pipa yang digunakan adalah :<br />
a. Pemotong pipa<br />
Digunakan untuk memotong pipa agar potongan menjadi rata dan pipa tetap bulat serta tidak ada retakan, hal ini penting diperhatikan agar pada saat pipa diflair atau diswage pipa tidak mengalami pecah dan hasilnya baik.</p>
<p>b. Pemotong pipa kapiler<br />
Digunakan untuk memotong pipa yang berukuran kecil seperti pipa kapiler. Hal ini ditujukan agar penampang pipa yang kecil tetap bulat dan tidak tersumbat ketika dipotong</p>
<p>c. Pembengkok pipa<br />
Digunakan untuk melengkungkan pipa tembaga agar penampang pipa pada belokan tidak berubah</p>
<p>d. Alat untuk flaring dan swaging<br />
Digunakan untuk menyambung pipa dengan niple atau pipa lain dengan cara membesarkan ujung pipa.</p>
<p>e. Tang Penusuk<br />
Digunakan untuk melubangi pipa berisi refrigeran dengan tujuan mengambil refrigeran. Tang ini dilengkapi dengan jarum berlubang di dalam selubung karet, ketika dijepitkan ke pipa, jarum akan melubangi pipa.</p>
<p>f. Alat Pierching<br />
Digunakan untuk membuat lubang pada pipa sistem mesin pendingin sedemikian rupa sehingga refrigeran dalam sistem dapat tersalur ke tabung penyimpanan</p>
<p>g. Tang penjepit<br />
Digunakan untuk menjepit pipa berisi refrigeran sebelum pipa tersebut dipotong h. Alat Brazing<br />
Digunakan untuk menyambung pipa atau menutup kebocoran. Pipa yang akan disambung biasanya dipanaskan di atas temperatur material pengisi tetapi masih di bawah titik leleh material pipa (antara 600 – 800 oC). Pemanasan dilakukan dengan semburan api obor hasil pembakaran bahan bakar dengan oksigen atau udara.</p>
<p>3.1.3. Peralatan Penanganan Refrigeran</p>
<p>Peralatan penanganan refrigeran adalah :</p>
<p>a. Pompa Vakum<br />
Digunakan untuk mengosongkan refrigeran dari sistem sehingga dapat menghilangkan gas-gas yang tidak terkondensasi seperti udara dan uap air. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu kerja mesin refrigerasi. Uap air yang berlebihan dapat memperpendek</p>
<p>b. Gauge manifold<br />
Digunakan untuk mengukur tekanan refrigeran baik pada saat pengisian maupun pada saat beroperasi. Yang dapat dilihat pada gauge manifold adalah tekanan evaporator dan tekanan kondensor<br />
Ada dua jenis gauge manifold yaitu gauge manifold dua laluan dan empat laluan</p>
<p>c. Alat pendeteksi kebocoran<br />
Digunakan untuk memeriksa kebocoran pada sistem refrigerasi. Deteksi kebocoran dapat dilakukan dengan menggunakan pendeteksi refrigeran elektronik atau dengan cara konvensional yaitu gas nitrogen dan air sabun</p>
<p>d. Mesin 3R<br />
Mesin ini adalah mesin Recovery, Recycle dan Recharging. Mesin 3R memiliki tiga fungsi yaitu untuk mengeluarkan dan menangkap refrigeran (recovery), mendaur ulang refrigeran yang ditangkap (recycle) dengan cara memisahkannya dari pelumas dan menyaring kotoran padat, dan mengisikan kembali refrigeran yang ditangkap. Alat ini dibuat dalam satu mesin agar tidak ada refrigeran yang terlepas ke atmosfer sebagai akibat adanya pergantian selang pada setiap proses.</p>
<p>3.1.4. Peralatan umum</p>
<p>Peralatan umum yang sebaiknya ada adalah :</p>
<ul>
<li>Kikir datar &#8211; Kikir bulat</li>
<li>Obeng &#8211; Kertas amplas</li>
<li>Kunci inggris &#8211; Kunci pembuka katup gas</li>
<li>Sikat kawat &#8211; Palu</li>
<li>Tang &#8211; Gergaji besi</li>
<li>Kunci l</li>
</ul>
<p>3.2. Service Mesin Refrigerasi Konvensional</p>
<p>Servis adalah tindakan perawatan atau perbaikan yang dilakukan terhadap mesin refrigerasi sehingga refrigeran harus dikeluarkan dari dalam sistem. Servis dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki komponen, melakukan penggantian komponen, pembersihan komponen atau penggantian refrigeran.<br />
Dalam melakukan tindakan servis terhadap mesin refrigerasi ada beberapa tahapan yang umum dilakukan yaitu :</p>
<p>1. Pengeluaran refrigeran dari dalam sistem<br />
Sebelum melakukan indakan servis terhadap mesin refrigerasi biasanya refrigeran di dalam sistem terlebih dahulu harus dikeluarkan. Selama ini para teknisi mengeluarkan refrigeran dari dalam sistem dan melepaskan refrigeran tersebut ke udara luar (atmosfer). Bila refrigeran yang dilepaskan tersebut mengandung unsur chlor seperti refrigeran R-11, R-12 dan R-22 maka akan menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=218&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/26/mengenal-teknologi-mesin-refrigerasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEHNIK PEMASANGAN ac split</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/tehnik-pemasangan-ac-split/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/tehnik-pemasangan-ac-split/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[AC Split Kami akan memberikan sedikit pengetahuan tentang AC Split ini . Dewasa ini ada berbagai ukuran untuk menentukan jenis jenis AC Split. Biasanya dia berkisar antara 0.5 pk sampai dengan 2,5 pk. 1 pk = 750 watt = 9000 / 10000 btu. Itu adalah konversi standart yang pernah ada , namun tehnologi sekarang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=227&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://dwiekatehnik.blogspot.com/2010/01/ac-split.html">AC Split</a></h3>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_vFnrQasFVNs/S97sNuW2GmI/AAAAAAAAAB4/Uj2jWKoaeBM/s1600/indoor.JPG"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_vFnrQasFVNs/S97sNuW2GmI/AAAAAAAAAB4/Uj2jWKoaeBM/s320/indoor.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
Kami akan memberikan sedikit pengetahuan tentang AC Split ini .</p>
<p>Dewasa ini ada berbagai ukuran untuk menentukan jenis jenis AC Split.<br />
Biasanya dia berkisar antara 0.5 pk sampai dengan 2,5 pk.<br />
1 pk = 750 watt = 9000 / 10000 btu.<br />
Itu adalah konversi standart yang pernah ada , namun tehnologi sekarang lebih memungkinkan untuk memperkecil daya yang dibutuhkan yaitu dengan menambahkan inverter pada compressor.</p>
<p>Tehnik menghitung kapasitas AC ini pun ada bermacam macam. Dan salah satunya ingin kami berikan disini .</p>
<p>Misalnya kita mempunyai sebuah ruangan dengan Lebar = 4 mtr Panjang= 8 meter dan tinggi atap ruangan adalah 3,5 meter. Sedangkan idealnya adalah 200 btu/m3. Maka kita dapat menghitungnya yaitu P x L x T x 200.<br />
Maka 4 x 8 x 3,5 x 200 = 22400 btu . Untuk mendinginkan ruangan itu berarti kita harus memasang AC Split dengan kapasitas 2,5 pk. Boleh 2 unit , yang 1 pk dan 1,5 pk ataupun boleh juga 1 pk , 1 pk dan 0,5 pk itu semua tergantung dengan tipe ruangan dan kemampuan menyebarkan udara agar lebih merata.</p>
<p>A. TEHNIK PEMASANGAN</p>
<p>Kita harus menentukan dimana nantinya unit indoor dan outdoor akan dipasang. Dan perlu diperhatikan bahwa indoor sebaiknya jangan diletakkan di atas jendela , diatas pintu ataupun berdekatan dengan sistem ventilasi atau exhaust fan / air intake , karena perbedaan suhu yang terjadi akan mengakibatkan kondensasi pada casing unit sehingga air akan menetes kebawah.</p>
<p>Juga untuk posisi outdoor disarankan memilih lokasi terdekat dan dengan ketinggian yang bisa kita capai agar mempermudah dalam kita melakukan maintenance nantinya.<br />
Perlu diingat bahwa ketentuan maksimal untuk panjang pipa cooper yang diijinkan oleh sistem AC Split adalah 15 meter.</p>
<p>Setelah indoor dan outdoor kita pasang , maka yang perlu kita perhatikan adalah mengenai size cable power dan stopkontak yang terpasang . Untuk lebih aman , maka disini kami sarankan untuk selalu memakai cable dengan size 2,5 mm dan stop kontak antara 13 Amp sampai dengan 15 Amp . Mengapa..? Karena untuk mengantisipasi running start compressor yang tinggi.Agar tidak menimbulkan percikan api ,pemanasan cable ataupun putus fuse yang mengakibatkan unit gagal beroperasi.</p>
<p>Pastikan posisi indoor tidak miring ke kiri ataupun kekanan , karena air drain akan jatuh keluar tidak maksimal masuk ke lubang drainnya ( gunakan water pass / alat rata air ).Pastikan juga sambungan neple ataupun pengelasan tidak mengalami kebocoran yaitu dengan mencoba di press dengan freon ataupun bisa juga dengan tehnik pem vacuum an.</p>
<p>Hubungkan selang sisi rendah ke lubang pentil discharge pada unit outdoor dan selang pengisian freon kita hubungkan dengan pompa vacuum lalu mulailah mem vacuum , amati analiser sampai pada titik 30 cmHg , lalu tutup valve analiser dan matikan pompa vaccuum. Amati pergerakan jarum pada analiser , apabila dalam waktu 15 menit posisinya masih pada semula maka bisa dipastikan bahwa udara benar benar vacuum dan tidak ada kebocoran , namun apabila jarum analiser kembali ke arah mendekati 0 cmHg maka sistem pipa masih ada kebocoran dan perlu dilakukan perbaikan kembali.<br />
Ulangi hal tersebut sampai sistem benar benar vacuum dan tidak terdapat kebocoran.</p>
<p>Selanjutnya bukalah baut kedua valve dengan menggunakan baut type L maka jarum pada analiser akan bergerak naik sampai pada angka 200 psi bahkan bisa lebih.Hidupkan unit indoor , apabila outdoor sudah hidup maka lakukanlah pengecheckan ampere dengan menggunakan tang amper dan pastikan posisi jarum analiser pada posisi 60 psi sampai dengan 80 psi. Apabila tekanan dibawah 60 psi maka lakukanlah penambahan freon sampai didapat tekanan yang standart antara 60 psi s/d 80 psi.</p>
<p>B. TROUBLE SHOOTING</p>
<p>Ada bermacam masalah yang menyebabkan AC tidak bisa dingin.</p>
<p>1. Indoor hidup dan mengeluarkan angin , namun angin yang keluar tidak dingin.<br />
Coba cek pada bagian outdoor , mesin hidup apa tidak , kalau tidak hidup maka pakailah testpen untuk memastikan apakah ada arus kontak dari unit indoor. Apabila tidak ada maka lakukanlah perbaikan pada PCB Indoor , khususnya pada relay kontaknya, atau periksa setting remote yang dipakai.<br />
Apabila arus kontak sudah ada namun indoor tidak hidup juga , maka periksalah contactor dan capasitor fan / compressor apakah masih berfungsi dengan baik atau nggak dan lakukan pergantian jika dianggap perlu.<br />
Apabila semua sudah dilakukan namun compressor tidak mau jalan juga , maka lepaslah kabel penghubung pada terminal compressor dan lakukan pengujian hambatan lilitan motor compressor dengan multitester ataupun tang ampere. Apabila dijumpai hambatan yang besar maka compressor bisa dinyatakan rusak ( overheat/overload ) ataupun bisa juga malah short body, maka lakukan penggantian compressor baru.</p>
<p>2. Evaporator indoor ice blocking hebat.<br />
Biasanya itu terjadi akibat :<br />
1. Kekurangan freon.<br />
2. Fan blower indoor tidak berputar.<br />
Langkah yang diambil :<br />
1. Periksa untuk kemungkinan adanya kebocoran freon.<br />
2. Tambahkan freon jika sudah tidak didapati kebocoran sambil kencang<br />
baut baut pada neplenya.<br />
3. Periksa dan lakukan pengujian tester pada lilitan motor fan indoor.<br />
Apabila ada yang rusak/putus maka segera lakukan penggantian.<br />
4. Periksa dan lakukan penggantian pada cpasitor fan indoor.</p>
<p>3. Compressor berisik dan indoor tidak dingin.<br />
Biasanya itu terjadi akibat :<br />
1. Terlalu banyak freon yang masuk.<br />
2. Adanya penyumbatan pada filter dryer ataupun pipa kapiler.<br />
3. Kumparan motor compressor sudah rusak.<br />
4. Baut pada kaki kaki compressor longgar atau karet kaki sudah rusak.<br />
Langkah yang harus diambil :<br />
1. Kurangi freon sampai pada tekanan standart 60 s/d 80 psi.<br />
2. Ganti filter dan kapiler lalu lakukan pemvacuuman dan penggantian<br />
freon baru dan apabila diperlukan lakukan penggantian oli compressor<br />
dengan memakai oli jenis mineral oil.<br />
3. Ganti compressor yang sesuai.<br />
4. Kencangkan baut atau lakukan penggantian karet karet pada kaki.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=227&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/tehnik-pemasangan-ac-split/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_vFnrQasFVNs/S97sNuW2GmI/AAAAAAAAAB4/Uj2jWKoaeBM/s320/indoor.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bagian – Bagian AC Sentral</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/bagian-%e2%80%93-bagian-ac-sentral/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/bagian-%e2%80%93-bagian-ac-sentral/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Bagian – Bagian AC Sentral 1. Unit Pendingin ( Chiller ) Pada unit pendingin atau chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=223&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><strong> Bagian – Bagian AC Sentral</strong></strong><strong> </strong></p>
<p dir="ltr">1. Unit Pendingin ( Chiller )<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Pada unit pendingin atau chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower.<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr">2. AHU ( Air Handling Unit )<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin . Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan memiliki : <strong> </strong></p>
<p dir="ltr">1. Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr">3. Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Gambar AHU (Air Handling Unit )<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperature didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr">3. Cooling Tower<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas.Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle,fan/blower,bakpenampung,casing, ds.<strong> </strong></p>
<p dir="ltr">Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell &amp; tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower. Langkah pertama adalah memompa air panas tersebut menuju cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung sementara itu udara atmosfer dialirkan melalui atau berlawanan dengan arah jatuhnya air panas karena pengaruh.fan/blower yang terpasang pada cooling tower. Untuk mengungkapkan 1 kg air diperlukan kira-kira 600 kcl dengan mengeluarkan kalor laten, dengan mengungkapkan sebagian dari air maka bagian besar dari air pendingin dapat didinginkan, jdi misalnya 1 % dari air dapat di uapkan , air dapat diturunkan temperaturnya sebanyak 6<sup>o </sup>Cdengan menara pendingin. Sistem ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah mendekati suhu wet-bulb udara. Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative cooling tersebut. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam <em>“range” </em>dan <em>“approach”,</em> dimana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya. <strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Persyaratan Bagi Menara Pendingin ( Cooling Tower )</strong></p>
<p dir="ltr">Kondisi nominal dari menara pendingin</p>
<p dir="ltr">Kapasitas menara pendingin 1 ton refrigrasi di standarisasikan menurut The Jap Anese Cooling tower Industry Association, sebagai berikut :</p>
<p dir="ltr">1 ton refrigrasi 390 kcal/jam pada kondisi :</p>
<p dir="ltr">temperature bola basah 27<sup>o</sup> C</p>
<p dir="ltr">temperature air masuk   37<sup>o</sup> C</p>
<p dir="ltr">temperature air keluar    32<sup>o</sup> C</p>
<p dir="ltr">Vlomue aliran air           13 liter/menit.</p>
<p dir="ltr">Harga standartersebut diatas menentukan prestasi menara pendingin.</p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>C. Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ac Sentral</strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Kelebihan :</strong></p>
<p dir="ltr">1.      Kebisingan dan getaran mesin pendingin hamper tidak mempengaruhi ruangan</p>
<p dir="ltr">2.      Perbaikan dan pemeliharaan lebih mudah</p>
<p dir="ltr">3.      Seluruh beban pendingin semua ruangan dalam bangunan dapat dilayani oleh satu system ( unit ) saja.</p>
<p dir="ltr">4.      Kelembapan udara dapat diatur</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr"><strong>Kekurangan :</strong></p>
<p dir="ltr">1.      Harga mula cukup tinggi</p>
<p dir="ltr">2.      Biaya operasional yang cukup mahal</p>
<p dir="ltr">3.      Unit sentral tidak dapat dipakai untuk rumah sakit, karena kuman- kuman dari ruangan untuk penderita penyakit menular ( melalui saluran udara balik ) dapat disebarkan ke ruangan – ruangan lain.</p>
<p dir="ltr">4.      Jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup</p>
<p dir="ltr">Jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Dari berbagai sumber</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=223&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/bagian-%e2%80%93-bagian-ac-sentral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REFRIGERAN</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/refrigeran/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/refrigeran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi mesin refrigerasi saat ini sangat mempengaruhi kehidupan dunia modern. Tidak hanya terbatas untuk peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga sudah menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia. Teknologi ini dibutuhkan untuk penyiapan bahan makanan, penyimpanan dan distribusi makanan, proses kimia yang memerlukan pendinginan, pengkondisian udara untuk kenyamanan ruangan baik pada industri, perkantoran, transportasi maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=219&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Teknologi mesin refrigerasi saat ini sangat mempengaruhi kehidupan dunia modern. Tidak hanya terbatas untuk peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup, namun juga sudah menyentuh hal-hal esensial penunjang kehidupan manusia. Teknologi ini dibutuhkan untuk penyiapan bahan makanan, penyimpanan dan distribusi makanan, proses kimia yang memerlukan pendinginan, pengkondisian udara untuk kenyamanan ruangan baik pada industri, perkantoran, transportasi maupun rumah tangga. Karena peran tersebut membuat teknologi ini banyak digunakan di tengah-tengah masyarakat.</div>
<p>Saat ini teknologi mesin refrigerasi yang paling banyak digunakan adalah dari jenis siklus kompresi uap. Siklus jenis ini biasanya diaplikasikan pada mesin refrigerasi untuk domestik (rumah tangga), komersial, industri, transportasi, pengkondisian udara domestik dan komersial, chiller dan MAC (mobil air conditioner). Mesin jenis ini kebanyakan menggunakan jenis-jenis refrigeran yang kurang bersahabat dengan lingkungan karena mengandung senyawa yang dapat merusak lapisan ozon dan efek pemanasan global. (Teguh B et al 2003). Adapun jenis refrigeran tersebut adalah jenis CFC (chlorofluorocarbon), HCFC (hydrochloro-fluorocarbon) dan HFC (hydrofluorocarbon)<br />
Teknologi Refrigerasi memiliki kontribusi langsung pada kerusakan lingkungan diantaranya penipisan lapisan ozon dan pemanasan global melalui kebocoran dan buangan refrigeran ke lingkungan. Terkait dengan hal ini, Protokol Kyoto tahun 1997 tentang perubahan iklim bumi telah mengatur penggunaan refrigerant yang termasuk dalam gas rumah kaca, yakni HFCs (Hidro Fluoro Carbons)<br />
Munculnya permasalahan pada mesin refrigerasi terhadap lingkungan seperti efek pemanasan global dan penipisan lapisan ozon hanya terjadi bila zat (refrigeran) tersebut terlepas ke atmosfer yang disebabkan kebocoran pada mesin refrigerasi ataupun penggantian dan recycling refrigerant pada saat servis. Mengingat pentingnya lingkungan, maka sangat perlu dilakukan pengurangan (pencegahan) kerusakan lingkungan dengan memberikan pengetahuan kepada praktisi-praktisi service refrigerasi untuk melakukan metode penanganan servis mesin refrigerasi yang ramah lingkungan. Ini merupakan salah satu alternatif dari beberapa alternatif upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan mesin refrigerasi.<br />
Dengan demikian perlu dilakukan penciptaan suatu manajemen pengetahuan pada organisasi ataupun individu yang bergerak di bidang service mesin refrigerasi.</p>
<p>1.2. Tujuan</p>
<p>Tujuan dari manajemen pengetahuan tentang penanganan service mesin refrigerasi ramah lingkungan ini adalah sebagai berikut :</p>
<p>• Mempersiapkan sumber daya manusia (teknisi refrigerasi) yang memiliki kemampuan dalam pengoperasian peralatan servis yang ramah lingkungan.<br />
• Dapat melakukan penanganan refrigeran secara baik dan benar dengan memperhatikan faktor pelestarian lingkungan<br />
• Peningkatan/pengembangan organisasi/individu (teknisi) dalam bentuk membangun kesadaran para teknisi untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pemahaman akan peran mereka dalam upaya pencegahan kerusakan tersebut.<br />
• Dapat mengaplikasikan mesin 2R (Recovery-Recycling dan Vacum-Recharging) secara baik dan benar pada saat melakukan service peralatan refrigerasi.<br />
• Menguasai cara-cara kerja servis yang efisien, efektif, dan ramah lingkungan</p>
<p><strong>Batasan Masalah</strong></p>
<p>Jenis Mesin refrigerasi saat ini sangat beragam. Ditinjau dari kelompok aplikasinya, mesin refrigerasi dapat dibagi menjadi refrigerasi domestik, refrigerasi komersial, refrigerasi industri, refrigerasi transport, pengkondisian udara domestik dan komersial, chiller dan mobil air conditioner. Dalam makalah ini penanganan service difokuskan pada kelompok mesin refrigerasi domestik (lemari es, dispenser air), refrigerasi komersial (pendingin minuman botol, box es krim, lemari pendingin supermarket ukuran kecil) dan pengkondisian udara domestik dan komersial (ac window dan split) . LANDASAN TEORI</p>
<p>2.1. Mesin Refrigerasi</p>
<p>Jenis mesin refrigerasi berdasarkan siklus termodinamiknya dapat dikelompokkan</p>
<p>1. Mesin refrigerasi Siklus kompresi uap<br />
2. Mesin refrigerasi siklus absorpsi<br />
3. Mesin refrigerasi siklus jet uap<br />
4. Mesin refrigerasi siklus udara<br />
5. Mesin refrigerasi siklus vorteks</p>
<p>Mesin refrigerasi yang paling banyak digunakan adalah mesin refrigerasi dengan siklus kompresi uap.<br />
Pengelompokan Mesin Refrigerasi Berdasarkan Aplikasinya<br />
Berdasarkan aplikasinya mesin refrigerasi dapa dikelompokkan seperti pada tabel 1.1 berikut ini</p>
<p>Jenis Mesin refrigerasi Contoh<br />
Refrigerasi Domestik (rumah tangga) Lemari es, dispenser air<br />
Refrigerasi Komersial Pendingin minuman botol, box es krim, lemari pendingin supermarket ukuran kecil<br />
Refrigerasi Industri Pabrik es, cold storage, mesin pendingin untuk industri proses<br />
Refrigerasi transport Refrigerated truck, train and containers.  <!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p><strong>Kompresor</strong></p>
<p>Berfungsi untuk mensirkulasikan refrigeran dan menaikkan tekanan refrigeran agar refrigeran dapat mengembun pada temperatur di atas temperatur udara luar.<br />
Berdasarkan letak motornya kompresor dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kompresor jenis terbuka dan jenis hermetik. Pada kompresor jenis terbuka motor terpisah dengan kompresor dan daya dari motor ditransmisikan melalui sabuk atau sistem transmisi daya lain. Pada kompresor hermetik, motor dan kompresor berada dalam satu cangkang yang kedap udara. Jenis lain adalah kompresor semi hermetik selubungnya disambung dengan baut sehingga bisa dibuka untuk berbagai keperluan servis termasuk untuk menggulung ulang kumparan motor listrik. Untuk melindungi bagian-bagian yang bergesek diantara komponen pada kompresor diberi pelumas. Pelumas ini biasanya bercampur dengan refrigeran. Pada kompresor hermetik yang digunakan untuk mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial biasanya digunakan pelumas yang larut dengan baik dalam refrigeran.</p>
<p><strong>Kondensor</strong></p>
<p>Berfungsi sebagai alat dimana refrigeran didinginkan sehingga mengembun. Pada mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial panas pengembunan dibuang ke udara luar secara alami karena adanya perbedaan temperatur refrigeran dengan udara luar. Jenis kondensor yang digunakan pada mesin refrigerasi rumah tangga dan komersial pada umumnya adalah jenis pipa polos dengan pendinginan alami<br />
Evaporator<br />
Berfungsi sebagai tempat refrigeran menguap. Panas yang diperlukan untuk penguapan diperoleh dari benda/media yang akan didinginkan. Jenis evaporator yang biasa digunakan adalah jenis evaporator permukaan plat dan pipa polos.</p>
<p><strong>Filter drier</strong></p>
<p>Berfungsi untuk menyerap uap air yang terlarut dalam refrigeran dan menyaring padatan terlarut jika ada. Air dicegah masuk ke dalam pipa kapiler dan evaporator karena dapat menyebabkan penyumbatan oleh air yang menjadi es pada temperatur evaporator yang rendah. Terdapat dua jenis filter drier yaitu alumina aktif dan molecular sieve. Alumina aktif terbuat dari Al2O3<a title="Al2O3" href="http://www.ccitonline.com/main/tiki-editpage.php?page=Al2O3">?</a> yang dapat menyerap uap air lebih banyak dari silica gel dan juga dapat menyerap asam baik dari refrigeran maupun pelumas. Molecular sieve terbuat dari logam alumina silicat yang memiliki kemampuan menyerap uap air yang sangat tinggi</p>
<p><strong>Pipa kapiler</strong></p>
<p>Berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran agar dapat menguap di evaporator pada temperatur yang rendah. Tekanan refrigeran dapat diturunkan sebagai akibat adanya gesekan pada pipa kapiler yang panjang dan berdiameter kecil. Ukuran pipa kapiler biasanya dinyatakan dengan angka 10, 20 dan seterusnya hingga 90. Angka tersebut menunjukkan diameter pipa tersebut, grade 10 menunjukkan diameter pipa 0,010 inci.</p>
<p><strong>Refrigeran</strong></p>
<p>Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara (AC). Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda/media yang didinginkan dan membawanya kemudian membuang panas tersebut ke udara luar.<br />
Jenis –jenis refrigeran<br />
Refrigeran dapat dikelompokkan menjadi refrigeran sintetik dan refrigeran alami.<br />
Refrigeran sintetik<br />
Refrigeran sintetik tidak terdapat di alam dan dibuat oleh manusia dari unsur-unsur kimia. Yang termask kedalam kelompok refrigeran sintetik adalah :<br />
Refrigeran CFC (chlor-fluor-carbon),<br />
Refriigeran ini terdiri dari unsur chlor (Cl), Fluor (F) dan carbon (C). Contoh dari refrigeran ini adalah R-11 (CFC-11), R-12 (CFC-12).<br />
Karena tidak mengandung hidrogen CFC adalah senyawa yang sangat stabil dan tidak mudah bereaksi dengan zat lain meskipun terlepas ke atmosfir. Dan karena mengandung chlor CFC merusak ozon di atmosfer (stratosfer) jauh di atas muka bumi. Zat ini memiliki nilai potensi merusak ozon yang tinggi (ozon depletion potensial = 1). Lapisan ozon bermanfaat untuk melindungi mahluk hidup dari pancaran sinar ultraviolet intensitas tinggi. Oleh sebab itu kelestariannya perlu dijaga.<br />
Refrigeran HCFC (Hydro-Chlor-Fluor-Carbon)<br />
Refrigeran ini terdiri dari unsure Hydrogen (H), chlor (Cl), fluor (F) dan carbon (C). Karena mengandung hidrogen, refrigeran ini menjadi kurang stabil jika berada di<!--[if !supportLineBreakNewLine]--> <!--[endif]--></p>
<p>III. Penaganan Service Mesin Refrigerasi</p>
<p>3.1. Peralatan service yang digunakan<br />
Yang dimaksud dengan servis adalah tindakan perawatan atau perbaikan yang menyebabkan refrigeran harus dikeluarkan dari dalam sistem.<br />
Adapun Peralatan yang digunakan terdiri dari :<br />
• Peralatan listrik<br />
• Peralatan pipa<br />
• Peralatan penanganan refrigeran<br />
• Peralatan umum</p>
<p>3.1.1. Peralatan listrik<br />
Peralatan listrik yang diperlukan adalah :</p>
<p>a. Tang multimeter digital<br />
Digunakan untuk mengukur tahanan (misalnya 0-200 Ω), tegangan DC (sebaiknya sampai 1000 V), tegangan AC (sebaiknya sampai 750 V), arus listrik (sekitar 0-30 A).<br />
Penggunaan tang ini cukup dengan melingkarkan tang pada salah satu kabel yang<br />
bertegangan (line), namun juga dilengkapi dengan kabel penghubung biasa untuk memeriksa sambungan dan kumparan motor apakah terjadi kontak dengan badan kompresor. Alat ini dapat juga digunakan untuk memeriksa tegangan dan arus listrik jala-jala</p>
<p>3.1.2. Peralatan Pipa</p>
<p>Adapun peralatan pipa yang digunakan adalah :<br />
a. Pemotong pipa<br />
Digunakan untuk memotong pipa agar potongan menjadi rata dan pipa tetap bulat serta tidak ada retakan, hal ini penting diperhatikan agar pada saat pipa diflair atau diswage pipa tidak mengalami pecah dan hasilnya baik.</p>
<p>b. Pemotong pipa kapiler<br />
Digunakan untuk memotong pipa yang berukuran kecil seperti pipa kapiler. Hal ini ditujukan agar penampang pipa yang kecil tetap bulat dan tidak tersumbat ketika dipotong</p>
<p>c. Pembengkok pipa<br />
Digunakan untuk melengkungkan pipa tembaga agar penampang pipa pada belokan tidak berubah</p>
<p>d. Alat untuk flaring dan swaging<br />
Digunakan untuk menyambung pipa dengan niple atau pipa lain dengan cara membesarkan ujung pipa.</p>
<p>e. Tang Penusuk<br />
Digunakan untuk melubangi pipa berisi refrigeran dengan tujuan mengambil refrigeran. Tang ini dilengkapi dengan jarum berlubang di dalam selubung karet, ketika dijepitkan ke pipa, jarum akan melubangi pipa.</p>
<p>f. Alat Pierching<br />
Digunakan untuk membuat lubang pada pipa sistem mesin pendingin sedemikian rupa sehingga refrigeran dalam sistem dapat tersalur ke tabung penyimpanan</p>
<p>g. Tang penjepit<br />
Digunakan untuk menjepit pipa berisi refrigeran sebelum pipa tersebut dipotong h. Alat Brazing<br />
Digunakan untuk menyambung pipa atau menutup kebocoran. Pipa yang akan disambung biasanya dipanaskan di atas temperatur material pengisi tetapi masih di bawah titik leleh material pipa (antara 600 – 800 oC). Pemanasan dilakukan dengan semburan api obor hasil pembakaran bahan bakar dengan oksigen atau udara.</p>
<p>3.1.3. Peralatan Penanganan Refrigeran</p>
<p>Peralatan penanganan refrigeran adalah :</p>
<p>a. Pompa Vakum<br />
Digunakan untuk mengosongkan refrigeran dari sistem sehingga dapat menghilangkan gas-gas yang tidak terkondensasi seperti udara dan uap air. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu kerja mesin refrigerasi. Uap air yang berlebihan dapat memperpendek</p>
<p>b. Gauge manifold<br />
Digunakan untuk mengukur tekanan refrigeran baik pada saat pengisian maupun pada saat beroperasi. Yang dapat dilihat pada gauge manifold adalah tekanan evaporator dan tekanan kondensor<br />
Ada dua jenis gauge manifold yaitu gauge manifold dua laluan dan empat laluan</p>
<p>c. Alat pendeteksi kebocoran<br />
Digunakan untuk memeriksa kebocoran pada sistem refrigerasi. Deteksi kebocoran dapat dilakukan dengan menggunakan pendeteksi refrigeran elektronik atau dengan cara konvensional yaitu gas nitrogen dan air sabun</p>
<p>d. Mesin 3R<br />
Mesin ini adalah mesin Recovery, Recycle dan Recharging. Mesin 3R memiliki tiga fungsi yaitu untuk mengeluarkan dan menangkap refrigeran (recovery), mendaur ulang refrigeran yang ditangkap (recycle) dengan cara memisahkannya dari pelumas dan menyaring kotoran padat, dan mengisikan kembali refrigeran yang ditangkap. Alat ini dibuat dalam satu mesin agar tidak ada refrigeran yang terlepas ke atmosfer sebagai akibat adanya pergantian selang pada setiap proses.</p>
<p>3.1.4. Peralatan umum</p>
<p>Peralatan umum yang sebaiknya ada adalah :</p>
<ul>
<li>Kikir datar &#8211; Kikir bulat</li>
<li>Obeng &#8211; Kertas amplas</li>
<li>Kunci inggris &#8211; Kunci pembuka katup gas</li>
<li>Sikat kawat &#8211; Palu</li>
<li>Tang &#8211; Gergaji besi</li>
<li>Kunci l</li>
</ul>
<p>3.2. Service Mesin Refrigerasi Konvensional</p>
<p>Servis adalah tindakan perawatan atau perbaikan yang dilakukan terhadap mesin refrigerasi sehingga refrigeran harus dikeluarkan dari dalam sistem. Servis dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki komponen, melakukan penggantian komponen, pembersihan komponen atau penggantian refrigeran.<br />
Dalam melakukan tindakan servis terhadap mesin refrigerasi ada beberapa tahapan yang umum dilakukan yaitu :</p>
<p>1. Pengeluaran refrigeran dari dalam sistem<br />
Sebelum melakukan indakan servis terhadap mesin refrigerasi biasanya refrigeran di dalam sistem terlebih dahulu harus dikeluarkan. Selama ini para teknisi mengeluarkan refrigeran dari dalam sistem dan melepaskan refrigeran tersebut ke udara luar (atmosfer). Bila refrigeran yang dilepaskan tersebut mengandung unsur chlor seperti refrigeran R-11, R-12 dan R-22 maka akan menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=219&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/refrigeran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGENAL KOMPONEN AC</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/mengenal-komponen-ac/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/mengenal-komponen-ac/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[KOMPONEN AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan bahan pendingin( refrigran) 1. Komponen Utama A. Kompresor Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung ditubuh manusia , sebagi pusat sirkulasi darah yang diedarkan keseluruh tubuh. Kompresor AC berfungsi sebagai pusat sirkulasi (memompa dan mengedarkan) bahan pendingin atau refrigran (Freon) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=214&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6>KOMPONEN AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan bahan pendingin( refrigran)<br />
1.	Komponen Utama<br />
A.	Kompresor<br />
Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung ditubuh manusia , sebagi pusat sirkulasi darah yang diedarkan keseluruh tubuh. Kompresor AC berfungsi sebagai pusat sirkulasi (memompa dan mengedarkan) bahan pendingin atau refrigran (Freon) keseluruh bagian AC. Fungsi kompresor lainnya adalah membentuk dua daerah tekanan yang berbeda, daerah bertekanan tinggi dan rendah.<br />
Ada tiga jenis kompresor AC yang banyak beredar dipasaran, yaitu kompresor torak (reciprokating compressor), sentri pugal, dan rotary .Ketiga jenis kompresor tersebut memiliki cara kerja yang berbeda , tetapi prinsipnya sama yaitu menciptaka komprehensi (tekanan ) dan kecepatan laju aliran pada refrigran atau Freon sebagai fluida didalam system pendinginan<br />
B.	Kondesor<br />
Kondensor berfungsi sebagai alat penukaran kalor ,menurunkan temperatur refrigran dari bentuk gas menjadi cair.Biasanya pada kondensor AC menggunakan udara sebagai media pendinginnya (air cooling condensor ). Sejumlah kalor yang terdapat pada refrigeran dilepaskan keudara bebas dengan bantuan kipas (fan motor). Agar proses pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip. Untuk itu, pembersihan sirip-sirip pipa kondensor sangat penting agar perpindahan kalor refrigran tidak terganggu. Jika sirip-sirip kondensor dibiarkan dalam kondisi kotor, akan mengakibatkan AC menjadi kurang dinggin.<br />
C.	Pipa Kapiler<br />
Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. Refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan diubah atau diturunkan tekanannya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran akan menurunkan tekanan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran akan mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak diantara saringan (filter) dan evaporator. Ketika mengganti atau memasang pipa kapiler baru, sebisa mungkin tidak bengkok karena bisa menyebabakan penyumbatan. Penggantian komponen pipa kapiler harus disesuikan dengan diameter dan panjang pipa sebelumnya.<br />
D.	 Evaporator.<br />
Evaporator berfungsi menyerap dan mengahasilkan panas dari udara ke refrigran. Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kapiler akan berubah wujud menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa dikatakan sebagai alat penukar panas. Udara panas disekitar ruangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehinga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semula atau dingin. Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur oleh blower indoor.<br />
Bagian evaporator memerlukan pembersihan secara berkala. Pembersihan sirip-sirip pipa evaporator menjadi sangat penting karena berpengaruh pada laju perpindahan panas udara ruangan. Ketika sirip-sirip pipa evaporator tersumbat oleh kotoran, penyerapan panas pada udara tidak berjalan dengan baik.Akibatnya, embusan udara yang keluar dari AC terasa kurang dingin.<br />
Pada dasarnya, evaporator dan kondensor merupakan alat penukar panas, tetapi mempunyai prinsip kerja yang berlawanan. Dengan demikian, kedua bagian ini merupakan komponen yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kerja sistim pendinginan secara keseluruhan<br />
2.	Komponen pedukung AC<br />
A.	Strainer<br />
Strainer atau saringan berfungsi sebagai menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigran didalam sistem AC. Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggu. Biasanya, kotoran yang menjadi penyumbatan sistem pendingin, seperti karat dan serpihan logam.<br />
B.	 Accumulator<br />
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator juga berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar masuk melalui saluran yang terdapat di bagian atas accumulator menuju ke saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir kekompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas, sebab ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk kedalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.<br />
C.	Minyak Pelumas  Kompresor<br />
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistim AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas dibagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigran, kemudian ikut bersikulasi didalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kopresor yang tinggi, mimiliki titik beku yang rendah karena bercampur dengan refrigeran, dan tidak menimbulkan efek negatif (merusak) pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya. Secara spesifik, syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut :<br />
I.	Memiliki struktur kimia yang stabil, tidak bereaksi dengan refrigran , dan tidak memiliki sifat korosi.<br />
II.	Tidak merusak tembaga pada suhu 121 c.<br />
III.	Tidak mengandung air, ter, lilin, dan kotoran lainnya.<br />
IV.	Memiliki titik beku yang rendah sehingga masih dapat bersikulasi melewati suhu yang rendah.<br />
V.	Tidak berbusa, sebab busa pada minyak pelumas dapat merusak katup kompresor dan menyumbat pipa kapiler.<br />
VI.	Mempunyai koefesien dielektrik yang rendah atau tidak mengantar arus listrik.<br />
VII.	Mampu melumasi pada temperatur yang tinggi dan rendah.</p>
<p>D.	Kipas(Fan atau Blower)<br />
Pada komponen AC, blower terletak dibagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor. Sebenarnya penyebutan blower (bagian indoor) dan kipas (bagian outdoor) hanya untuk memudahkan karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Blower berbentuk seperti tabung bersirip, sedangkan kipas terdiri dari bilah daun kipas. Keduanya bagian atau komponen yang berputar pada porosnya secara terus menerus ketika kompresor bekerja (dialiri arus listrik). Komponen blower( indoor) dan kipas (outdoor) digerakkan oleh motor listrik yang berbeda.<br />
3.	Komponen Kelistrikan<br />
A.	Thermistor<br />
B.	Kapasitor<br />
C.	Overloud Motor Protektor<br />
D.	Motor Listrik<br />
E.	Motor Kompresor</p>
<p>4.	Bahan Pendingin atau Refrigeran</h6>
<p>Dari berbagai sumber</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=214&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/mengenal-komponen-ac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGERTIAN AC</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/pengertian-ac/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/pengertian-ac/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 05:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengertian AC Air Conditioner Merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain, AC Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi tubuh. Ac Lebih Banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas). 2.Komponen &#8211; Komponen Pada AC Komponen AC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=210&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Pengertian AC<br />
Air Conditioner Merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain, AC Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi tubuh. Ac Lebih Banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).</p>
<p>2.Komponen &#8211; Komponen Pada AC<br />
Komponen AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan bahan pendingin (refrigeran)</p>
<p>Komponen Utama AC diantaranya :<br />
1. Kompresor<br />
Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan gas refrigeran ke seluruh sistem. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung di Tubuh Manusia. Kompresor Memiliki 2 Pipa,, Yaitu Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan Memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis kompresor, Yaitu : Kompresor Torak ( Reciproacting ) Kompresor Sentrifugal, dan kompresor rotary.</p>
<p>2. Kondensor<br />
Kondensor Berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur refrigeran, dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair. Kondensor Pada AC biasanya di simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor biasanya didinginkan Oleh Kipas (FAN), Fan ini berfungsi menghembuskan panas yang di hasilkan kondensor pada saat pelepasan Kalor yang di serap Oleh gak refrigeran. Agar Proses Pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip.<br />
3. Pipa Kapiler<br />
Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan Evaporator.</p>
<p>4. Evaporator<br />
Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran. Akibatnya, Wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kepiler akan berubah wujud menjadi gak. Secara sederhana, evaporator bisa di katakan sebagai alat penukar panas. Udara panas di sekitar reuangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehingga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semua atau dingi. Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur Oleh Blower indoor. Biasanya Evaporator ditempatkan pada dalam ruangan.</p>
<p>Komponen Pendukung AC Diantaranya :</p>
<p>1.Strainer Atau Saringan<br />
Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran di dalam sistem AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggung. biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat sistem pendingn, seperti karat dan serpihan logam.<br />
2. Accumulator<br />
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.<br />
3. Minyak Pelumas Kompresor<br />
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah, dan tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.<br />
4. Kipas ( Fan atau Blower )<br />
Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin yang di hasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk membantu pelepasan panas pada kondensor</p>
<p>Komponen Kelistrikan Pada AC :</p>
<p>1. Thermistor<br />
Thermistor adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur. Biasanya, termistor dipasang di bagian evaporator. Thermistor dibuat dari bahan semikonduktro yang dibuat dalam beberapa bentuk, seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung dari pabrikan AC. Pada thermistor berbentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian, beberapa butir thermistor tersebut dibungkus dengan kapsul yang terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya, kapsul kaca dipasangi dua buah kaki terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor berbentuk butiran mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur. Thermistor dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking mengecil ketika temperatur bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu thermistor temperatur ruangan dan thermistor pipa evaporator. Thermistor temperatur ruangan berfungsi menerima respon perubahan temperatur dan hembusan evaporator. Thermistor pipa berfungsi menerima perubahan temperatur pada pipa evaporator.<br />
2.PCB Kontrol<br />
PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di analogika, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB Kontrol terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, sperti thermistor,sensor,kapasitor,IC,trafo,fuse,saklar,relay , dan alat elektronik lainnya. Fungsinya pun beragam, mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor, pergerakan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian(timer), sampai menyalakan atau menonaktifkan AC.<br />
3. Kapasitor<br />
Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya muatan yang bisa ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F). Biasanya, Kapasitor difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama kali atau starting kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor, hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh. Lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran penuh, secara otomatis hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan dengan hubungan langsung dari PLN. Kapasitor akan mengisi kembali muatan dan akan digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakn kompresor lagi. Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu sebagai penggerak kompresor dan motor kipas (fan). pada kompresor AC bertenaga 0.5 &#8211; 2 PK memiliki start kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor kipas (fan indoor atau outdoor) memiliki start kapasitor berukuran 1-4 nF.<br />
3.Overload Motor Protector (OMP)<br />
Overload Motor Protector(OMP) merupakan alat pengaman motor listrik kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang bimetal inilah yang membuka dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati arus listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, bimetal akan membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus. Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor akan kembali bekerja. Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada dua macam, yaitu external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan di dalam kompresor). Biasanya,External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak terlalu besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC yang besar(1,5-2 PK).<a href="http://1.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/SUj5OZlFUtI/AAAAAAAAAA4/uVb5KHe65b0/s1600-h/h17.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/SUj5OZlFUtI/AAAAAAAAAA4/uVb5KHe65b0/s320/h17.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
4. Motor Listrik<br />
Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor). Bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu memaksimalkan putaran, baik pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan start kapasitor yang berfungsi menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai putaran penuh. Selanjutnya, fungsi start capasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik tersebut.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/Sl8peJJxfRI/AAAAAAAAABQ/E-7_iA04Uv4/s1600-h/Heater_Blower_Motor.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/Sl8peJJxfRI/AAAAAAAAABQ/E-7_iA04Uv4/s320/Heater_Blower_Motor.jpg" border="0" alt="" /></a> Blower Motor</p>
<p>5. Motor Kompresor<br />
Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor bekerja, kompresor akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke seluruh bagian sistem pendingin. Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi satu unti dengan kompresornya. Serupa dengan motor kipas, untuk start awal motor kompresor juga menggunakan bantuan start kapasitor.</p>
<p>Dari berbagai sumber</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=210&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/11/pengertian-ac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/SUj5OZlFUtI/AAAAAAAAAA4/uVb5KHe65b0/s320/h17.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bKPPB8mKJI0/Sl8peJJxfRI/AAAAAAAAABQ/E-7_iA04Uv4/s320/Heater_Blower_Motor.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips merawat mobil</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/tips-merawat-mobil/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/tips-merawat-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 07:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mendapatkan kendaraan yang nyaman dan enak dikendarai, mobil ada baiknya senantiasa dirawat secara kontinyu. Layaknya manusia, mesin pun membutuhkan perawatan dan pemeriksaan secara rutin agar segera ditangani bila ada bagian yang rusak atau butuh perbaikan. Pemeriksaan umum pada mobil sebaiknya dilakukan setiap 2 atau 3 bulan, baik untuk mobil yang sudah lama tidak digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=206&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mendapatkan kendaraan yang nyaman dan enak dikendarai, mobil ada baiknya senantiasa dirawat secara kontinyu.</p>
<p>Layaknya manusia, mesin pun membutuhkan perawatan dan pemeriksaan secara rutin agar segera ditangani bila ada bagian yang rusak atau butuh perbaikan.</p>
<p>Pemeriksaan umum pada mobil sebaiknya dilakukan setiap 2 atau 3 bulan, baik untuk mobil yang sudah lama tidak digunakan atau setelah menempuh perjalanan panjang.</p>
<p>Beberapa langkah pemeriksaan umum kendaraan, antara lain meliputi:</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_QP-gX1b4ZXU/R_Y4bkvMIpI/AAAAAAAAAR0/2R7D4b2E_K4/s1600-h/fixing+car+machine.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_QP-gX1b4ZXU/R_Y4bkvMIpI/AAAAAAAAAR0/2R7D4b2E_K4/s200/fixing+car+machine.jpg" border="0" alt="" /></a>1. Eksterior dan Interior<br />
Ada baiknya jika Anda senantiasa membersihkan bagian eksterior dan interior kendaraan dari kotoran, karena bila terlalu lama menempel, kotoran tersebut akan mengeras dan mengakibatkan cat mobil terlihat kusam dan cacat. Sementara pada bagian interior, kotoran yang tidak segera dibersihkan akan menimbulkan bau tidak sedap.<br />
2. Ban<br />
Jangan lupa untuk memeriksa kondisi kembang ban dan tekanan anginnya.</p>
<p>3. Air<br />
Senantiasa memeriksa kondisi air aki, air radiator, dan air <em>washer wiper</em>. Tambahkan bila jumlahnya berada di bawah batas minimum.</p>
<p>4. Oli<br />
Periksa juga volume dan kualitas oli pada mesin, persneling, gardan, <em>power steering</em>, rem dan kopling.</p>
<p>5. Mesin<br />
Jika tenaga mesin terasa berkurang atau bahkan ada suara-suara yang timbul di bagian mesin, itu artinya Anda harus mulai memeriksakan kondisi mesin kendaraan ke bengkel langganan terdekat.</p>
<p>6. Komponen penggerak<br />
Periksa juga aneka komponen penggerak, seperti kopling, persneling, kopel, gardan, as, <em>bearing</em> roda, termasuk juga roda-roda. Pastikan komponen penggerak ini bergerak secara normal.</p>
<p>7. Lampu-lampu<br />
Terakhir, pastikan semua lampu kendaraan Anda mulai dari lampu depan, lampu belakang, dan lampu rem, menyala dengan sempurna, karena Anda tentu tidak mau kan diseruduk oleh kendaraan lain lantaran lampu rem yang mati?</p>
<p>MANDIRI MOTOR</p>
<p>Untuk layanan service dan konsultasi</p>
<p>HP : 087770426234</p>
<p>: 081586488898</p>
<p>: 081398132925</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=206&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/tips-merawat-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_QP-gX1b4ZXU/R_Y4bkvMIpI/AAAAAAAAAR0/2R7D4b2E_K4/s200/fixing+car+machine.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Kerusakan YANG TERJADI PADA KOMPONEN Chasis dan Pemindah Daya MOBIL di PT Astra International Daihatsu Tbk Surakarta</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/analisis-kerusakan-yang-terjadi-pada-komponen-chasis-dan-pemindah-daya-mobil-di-pt-astra-international-daihatsu-tbk-surakarta/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/analisis-kerusakan-yang-terjadi-pada-komponen-chasis-dan-pemindah-daya-mobil-di-pt-astra-international-daihatsu-tbk-surakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 07:19:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui komponen chasis dan pemindah daya yang sering mengalami permasalahan/kerusakan, (2) Mengetahui jenis-jenis kerusakan dan hal-hal yang menyebabkan kerusakan tersebut,(3) mengetahui jenis kerusakan yang paling dominan dalam komponen tersebut, (4) mengetahui cara mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan ini dimaksudkan sebagai informasi dalam pelayanan servis komponen chasis dan pemindah daya pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=202&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui komponen chasis dan pemindah daya yang sering mengalami permasalahan/kerusakan, (2) Mengetahui jenis-jenis kerusakan dan hal-hal yang menyebabkan kerusakan tersebut,(3) mengetahui jenis kerusakan yang paling dominan dalam komponen tersebut, (4) mengetahui cara mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan ini dimaksudkan sebagai informasi dalam pelayanan servis komponen chasis dan pemindah daya pada mobil.</p>
<p>Bentuk penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif merupakan prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan atau melukiskan fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Populasi dan sampel diambil dari PT Astra International daihatsu Tbk dengan mobil yang masuk dalam satu bulan sejumlah 55 buah. Teknik analisis yang digunakan dengan deskriptif dan analisis matematik yaitu teknik analisis ratio.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: chasis dan pemindah daya mobil yang terdiri dari berbagai komponen tersebut ternyata memiliki tingkat kerusakan yang berbeda. Tingkat kerusakan yang tertinggi terdapat di sistem roda dan FWA. Hal ini dibuktikan dengan persentase yang tinggi dibandingkan dengan komponen yang lain yaitu 27.27 %. Dan lebih spesifik kerusakannya pada permukaan ban aus tidak rata dengan persentase 40.00 %. Sedangkan pemecahan masalah dari kasus ini dengan cara melakukan <em>spooring</em>.</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=202&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/analisis-kerusakan-yang-terjadi-pada-komponen-chasis-dan-pemindah-daya-mobil-di-pt-astra-international-daihatsu-tbk-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ciri terjadi kerusakan pada baljoin mobil apa pengaru pada setir?</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/ciri-terjadi-kerusakan-pada-baljoin-mobil-apa-pengaru-pada-setir/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/ciri-terjadi-kerusakan-pada-baljoin-mobil-apa-pengaru-pada-setir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 07:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Ciri utamanya , adanya bunyi2an dikolong mobil depan bila kena lubang, ban makan/habis sebelah, bisa luar bisa bagian dalam, ini disebabkan karena ukuran spooring (toe in, toe out , dll ) berubah menjadi tidak benar. Di stir terasa seperti ada speeling, bisa saja stir menarik kekiri atau kekanan. Perlu anda ketahui bahwa istilah &#8221; ball [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=198&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ciri utamanya , adanya bunyi2an dikolong mobil depan bila kena lubang, ban makan/habis sebelah, bisa luar bisa bagian dalam, ini disebabkan karena ukuran spooring (toe in, toe out , dll ) berubah menjadi tidak benar.</p>
<p>Di stir terasa seperti ada speeling, bisa saja stir menarik kekiri atau kekanan.</p>
<p>Perlu anda ketahui bahwa istilah &#8221; ball joint &#8221; ada yang mengartikan : warm steer, tyrod, rack n, tetapi intinya adalah : benda bulat yg bisa berputar 360 derajat, yang bisa terletak pada warm steer atau pada tyrod ( pengendali steer ).</p>
<p>Untuk perbaikan nya</p>
<p>Mandiri Motor</p>
<p>Mandiri Motor adalah bengkel Mobil dengan Mekanik yang telah berpengalaman selama  25 tahun lebih sehingga menghasilkan kenerja yang baik dan handal dalam menditeksi kerusakan mobil anda.</p>
<p>Untuk Konsultasi dan service</p>
<p>HUb :</p>
<p>HP : 087770426234</p>
<p>:081586488898</p>
<p>:081398132925</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=198&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/ciri-terjadi-kerusakan-pada-baljoin-mobil-apa-pengaru-pada-setir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Mesin Panas</title>
		<link>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/penyebab-mesin-panas/</link>
		<comments>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/penyebab-mesin-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 06:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iptech.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab Mesin Panas Panas mesin yang berlebihan (overheat) jelas membuat performa mobil terganggu dan bahkan bisa terancam kerusakan fatal. Namun, sebelum hal tersebut benar-benar terjadi, lonjakan suhu mesin sudah pasti membuat tak nyaman mengemudikannya. Pada umumnya mobil memiliki rata-rata suhu ideal mesin berkisar dari 80 hingga 90 derajat Celsius. Ini terasa mulai mengganggu, bila panas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=194&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyebab Mesin Panas</p>
<p>Panas mesin yang berlebihan (overheat) jelas membuat performa mobil terganggu dan bahkan bisa terancam kerusakan fatal. Namun, sebelum hal tersebut benar-benar terjadi, lonjakan suhu mesin sudah pasti membuat tak nyaman mengemudikannya. Pada umumnya mobil memiliki rata-rata suhu ideal mesin berkisar dari 80 hingga 90 derajat Celsius. Ini terasa mulai mengganggu, bila panas mesin terus meningkat hingga mendekati angka 100 derajat C.</p>
<p>Banyak penyebab yang mendorong meningkatnya suhu mesin. Tak baiknya kerja sirkulasi air, putaran kipas yang tak maksimal, radiator tersumbat, serta karburator kotor, dan kerusakan beberapa komponen lain, menjadi penyebab paling sering melejitnya suhu mesin. Maka bila mendapati suhu mesin mobil mulai tak wajar, segeralah perhatikan sejumlah kerja komponen berkait dengan sistem pendingin. Berikut urutan yang perlu mendapat prioritas ketika mencari penyebab naiknya suhu mesin.</p>
<p>Periksa kerja radiator<br />
Radiator merupakan ‘tandon’ air dengan tugas mendinginkan sirkulasi air panas yang berputar di dalam mesin. Karena memutar air, maka kadang beberapa saluran dalam radiator mengalami sumbatan akibat kerak atau kotoran. Bila itu terjadi, maka mesin akan meningkat suhunya akibat sirkulasi air terganggu. Suhu mesin tetap akan tinggi walaupun mobil melaju kencang di jalan bebas hambatan.</p>
<p>Ini terjadi karena sumbatan tersebut membuat tak lancarnya putaran air. Sementara kalau radiator mengalami kerusakan lain, seperti misalnya bocor, suhu mesin akan kembali normal, setelah mobil melaju kencang. Radiator bocor, bisa menyebabkan panas tinggi bila jumlah air minimal dalam komponen itu tak terpenuhi. Tetapi, sejauh air terus ditambah, radiator yang mengalami kebocoran kecil tak bakal mengganggu suhu mesin. Segara bawa kepada motir radiator, bila diketahui kemungkinan pengerakan saluran hingga terjadi sumbatan tersebut.</p>
<p>Periksa kerja kipas dan ekstra fan Kerja kipas di ujung mesin memang sering mengalami ‘kelelahan’. Demikian pula yang terjadi pada ekstra fan yang terletak pada bagian (luar) paling depan dari mesin. Pemeriksaan dapat dilakukan mandiri. Namun untuk lebih maksimal, setelah mencurigai terjadinya kerusakan dua komponen ini, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada montir yang khusus menjual jasa perbaikan kipas dan ekstra fan. Jasa tersebut biasanya ditawarkan berbarengan oleh penjaja servis dinamo dan radiator. Jangan mudah-mudah memutuskan untuk mengganti kedua komponen tersebut. Karena, kipas mesin maupun ekstra fan merupakan komponen yang relatif mudah untuk diperbaiki, bahkan diperbarui.</p>
<p>Curigai kerusakan thermostat<br />
Seusai memeriksa kerja ketiga komponen tersebut, bila mesin tetap panas, sementara pengapian dan kerja mekanik mesin berjalan normal, kecurigaan boleh diarahkan pada kerusakan thermostat. Thermostat merupakan komponen dalam mesin yang berfungsi menstabilkan arus air yang berputar. Pada suhu tertentu (panas), komponen ini akan membuka saluran hingga sirkulasi air dalam mesin mengalir ke radiator untuk didinginkan oleh kipas, ekstra fan dan hembusan air dari arah depan.</p>
<p>Lalu, setelah didapat suhu maksimal untuk pembakaran, maka katup thermostat akan kembali menutup, hingga sirkulasi air hanya terjadi di dalam mesin. Demikian seterusnya, terjadi pembukatutupan katup thermostat sepanjang mesin berputar. Bila komponen ini rusak, maka akan terganggu pula sistem sirkulasi air yang menyebabkan suhu mesin meningkat. Komponen itu tak bisa diperbaiki. Maka bila dijumpai kerusakan thermostat maka penggantian dengan produk baru merupakan satu-satunya jalan keluar.</p>
<p>Curigai kerusakan pompa air (water pump<br />
Komponen yang satu ini sesuai namanya, berfungsi untuk memompakan air dalam mesin sehingga sirkulasi berlangsung terus menerus. Kerusakan water pump, biasanya diakibatkan karena kebocoran. Bila ini terjadi maka penggantian komponen wajib dilakukan, karena kebocoran water pump nyaris tak akan hilang bila dilakukan upaya perbaikan.</p>
<p>Kalaupun dipaksakan, kebocoran akan terus berulang. Namun, kalaupun kecurigaan terpaksa ditujukan pada kinerja pompa air, kerusakannya selain kebocoran terpantau dari tak berputarnya air pada raditor. Putaran air maskimal dalam radiator dapat dilihat dengan membuka penutup radiator saat mesin berputar. Amati gerakan air dari lubang radiator. Jangan sekali-kali membuka tutup radiator saat mesin berhenti namum mesin masih dalam keadaan suhu tinggi.</p>
<p>Kerusakan swicth suhu dan meter penara<br />
Kalau seluruh kemungkinan tersebut selesai Anda periksa dan mungkin memperbaiki atau menggantinya, tetapi mesin tetap panas, cobalah periksa fungsi swicth dan meter pengukur suhu pada speedometer. Karena umumnya panas mesin merupakan kondisi yang komplek, maka hal sepele ini sering terabaikan, betapapun oleh montir ahli. Komponen swicth suhu tertanam pada blok mesin. Fungsinya melaporkan suhu di rangkaian mesin kepada meter penara yang terletak pada speedometer.</p>
<p>Pemeriksaan fungsi kedua komponen itu memang seharusnya dilakukan montir. Sebab diperlukan sejumlah peralatan yang tak umum dimiliki pengguna mobil. Bila semua prosedur tersebut telah dilalui, dan lagi-lagi temperatur mesin masih berlebihan, maka saran untuk membongkar mesin seperti yang akan dinyatakan para montir, rasanya harus diikuti. Bila ini terjadi yakinkan akan mengembalikan kerja mesin secara optimal.</p>
<p>Untuk konsultasi dan service</p>
<p>Hub : Mandiri Motor</p>
<p>HP :087770426234</p>
<p>:081586488898</p>
<p>:081398132925</p><br />Filed under: <a href='http://iptech.wordpress.com/category/tak-berkategori/'>Tak Berkategori</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iptech.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iptech.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iptech.wordpress.com&amp;blog=2611346&amp;post=194&amp;subd=iptech&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iptech.wordpress.com/2010/05/10/penyebab-mesin-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e8865f9e17cf6a6db98a0ad87964ec0?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
